Seperti biasa satu hari menjelang UAS saya pasti selalu membuat catatan-catatan tidak penting, namun harus diresapi untuk diwaspadai.Entah mengapa jiwa menulis saya selalu tinggi kalau menjelang UAS.Seperti catatan sejarah nge-band saya yang ditulis satu hari sebelum UAS character building, kali ini catatan dibuat satu hari sebelum UAS Statistika yang pasti mudah(songong).
Judul diatas bukan puisi, sebenarnya tulisan ini ingin saya post ke surat pembaca di Kompas, tapi mungkin ditolak karena terlalu ringan.Kalah berat sama surat seputar penipuan hadiah atau layanan pro-XL yang buruk.hehe.
Ini kejadian nyata yang menimpa saya sekitar beberapa bulan yang lalu, saat itu Rabu pagi kalau tidak salah, sekitar pukul 8 saya berangkat dari rumah menuju kampus yang letaknya sangat jauh, kejadian buruk pertama ialah motor saya seperti biasa tidak bersahabat sehingga keinginan saya untuk melenggang ke kampus dengan nyaman gagal, dan perjalanan harus dilalui melalui moda transportasi yang menurut saya tidak efisien untuk kehidupan di jakarta yang serba cepat, yaitu angkutan umum.
Untuk diketahui bahwa lama perjalanan dari rumah-kampus kalau menggunakan angkutan umum bisa mencapai satu setengah jam, hampir sama seperti jarak jakarta-bogor, saya agak menyesal kenapa tidak kuliah di IPB saja kalau begitu. catatan penting untuk gubernur DKI Jakarta, seharusnya beliau memberi perintah kepada dishub untuk melarang angkutan umum untuk ngetem, sebab dengan angkutan umum yang nge-tem sembarangan, kasian penumpangnya dong.Mau buru-buru tapi jadinya malah kesal sendiri dijalan.
Alhasil, saya mengalami perjalanan yang menjemukan.macet+ngetem adalah hal buruk yang menimpa saya pagi itu, jadi agak was-was apakah jadwal kuliah jam 9 akan terkejar.Akhirnya sekitar pukul setengah 9 lewat , saya baru sampai daerah Simprug(sekitar 20 menit lagi dari kampus).Disana pun saya harus kembali menunggu Metro Mini yang sangat Limited Edition. Saat itu menunggu Metro Mini ibarat menunggu bintang film pujaan, yang kalau lewat pasti dikejar2 dan dicium2 dan dimintai tanda tangan(ga sampe gitu sih)haha.
Setelah menunggu hingga pukul 9 lewat(udah hopeless telat kuliah shift pertama), akhirnya bintang film pujaan pun datang dengan gagahnya.Metro Mini 70 BlokM-Joglo datang! Saya senang bukan kepalang,para calon penumpang lain pun sama girangnya dengan saya, ada yang berlinang air mata, sujud syukur massal, dan saling berpelukan, yah euforia yang tidak berlebihan nampaknya, melihat perjuangan kami yang begitu gigih menunggunya. Tapi.. saya melihat ada yang aneh dengan Si Metro itu, ia miring! saya berpikir mengapa ia bisa miring, apakah ia mabuk? atau mengalami gangguan jiwa? ah tidak mungkin, Metro Mini kan kendaraan, saya lantas berpikir positif saja. Ternyata Metro itu sudah berisi penuh, sangat penuh. Penumpang didalam seperti sedang menonton konser.Untung saja tidak terjadi crowd Surfing di dalam metro mini.
Akhirnya saya memaksakan diri naik, soalnya kalau saya bermanja-manja dan berkata"Ah penuh ah mas" atau "Ah ngga mau ah, metronya bau" saya tidak akan kunjung sampai ke kampus.Dengan Kata Lain tidak ada pilihan. SAya masuk, dan benar saja , saya harus berdiri berdesakan.Saya sadar katanya di Metro Mini banyak Perampoknya, maka saya taruh tas di depan perut saya. Sebelumny saya mengamati orang2 disekitar saya, melihat orang2 yang berpotensi intuk saya nominasikan ke anugrah copet hari itu.Yang saya lihat hanyalah ibu2 muda yang duduk, dibelakang saya ada seorang bapak kantoran middle class dan arah jam tujuh saya ada seorang anak muda bergaya melayu kekinian(Polo Shirt Pink, Rambut Charlie Van Houten, Kulit selegam coklat van houten juga).dan tidak ada yang perlu dicurigai.
Saya tenang saja didalam bis yang lebih ramai daripada gigs itu,sampai akhirnya di depan Belezza Shopping Arcade Permata Hijau si Anak melayu kekinian itu mulai beranjak dari tempat duduknya.Saya pikir ini anak ngapain turun di mal pagi2 gitu. apa mau gaul namun kepagian? saya hanya berpikir positif saja , mungkin ia ingin menjadi pengunjung pertama mal tersebut dan mendapat piagam dari manajer mal, yah bisa saja terjadi. Dalam posisi berdesakan, saya mulai mencium gelagat aneh, mengapa ia tiba2 jadi berdiri mendesak-desak gitu, saya yang berdiri di depannya agak resah, bukan karena takut di copet, tapi karena di depan saya ada mbak2 spg yang memakai rok rada pendak, saya takut dikira cabul dan ditampar mbak2 itu. saya tegang dan mulai menjinakkan desakan2 dari belakang.Sampai akhirnya si Anak melayu kekinian itu mengetuk kaca MM dengan logam yang berbunyi nyaring, kontan bis berhenti secara tiba2 dan kedaan di dalam Bis agak kacau balau, terjadi dorong2an hebat seperti di konser Beside di Bandung.
Lalu ditengah Suasanan riot tersebut dan takut akan melakukan dosa dipagi hari dengan berlaku cabul dengan mbak2 SPG, saya tiba2 mendapatkan sebuah "cengkraman" yang tak terduga.Bokong saya di-grepe oleh si melayu kekinian tersebut, rasanya sungguh menyakitkan, saya agak shock dan sedikit menggelinjang.SAya lalu baru sadar ternyata si AMK itu dalah nominator copet yang saya cari daritadi, untung saja dompet sudah saya taruh di kantong depan, jadi pencopet itu langsung menyentuh "Dompet" pribadi saya. saya bersyukur kepada tuhan karena masih memeberikan saya kesempatan untuk jajan di kampus. Saya melihat muka si AMK di luar bis, mukanya tegang2 pucat gitu.kasihan sih emang, pagi-pagi malah asusila sama remaja pria.haha
Pesan moralnya, hati-hati ya kalau naik Metro Mini, naro dompet jangan di kantong belakang.
sekian
Aga
Jumat, 13 Februari 2009
Sentuhan Hangat Di Pagi Hari Jakarta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar