Tampilkan postingan dengan label MIRZA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MIRZA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2009

Mayday Letter

Tuan yang terhormat,
Saya telah mendengar tentang Konferensi Tuan yang amat sukses tempo hari. London kota yang bagus bukan? melihat foto Tuan lagi tadi pagi (maksud saya foto setelah konferensi, Tuan dan kawan-kawan Tuan itu sepertinya memang amat menikmati London. Saya harus mencatat itu,apabila berkesempatan pergi kesana (semoga!). Cuaca teduhnya memang pas sekali. Ah, saya bukan hendak mengaitkan keberhasilan Tuan dengan cuaca, haha. Saya yakin apabila digelar di Darfur pun akan tetap lancar-lancar saja.

Tuan, saya tidak akan lama berbasa basi. Saya akan mengatakan dengan langsung. Selamat datang di mimpi buruk. Segala dagelan Konferensi Tuan mungkin menenangkan tiap pikiran gundah sejak krisis ekonomi global ini. Agreement diteken, MOU disahkan, Kebijakan dirancang. Tapi disini saya memperingatkan,sistem Tuan akan hancur berantakan. Korporasi akan rontok,kontrol kuasa akan diambil alih, uang akan mengalir di jalur seharusnya, pencoleng akan ditangkapi.Hari-hari Tuan kedepan, seperti saya sudah bilang, mimpi buruk.

Ah, tak perlulah Tuan mengomel seperti itu,apa? Nama saya? Itupun bukan soal. Anggaplah saya sekedar pembawa berita sederhana,suatu perantara. Nah,sekarang giliran saya berbicara lagi bukan? Terimakasih. Sampai dimana tadi? Ah,ya..Sistem Tuan yang seakan begitu menjunjung tinggi kerja keras, keberanian,dan kejujuran ternyata suatu fatamorgana belaka. Seperti layaknya kolam ikan, Tuan berkata bahwa jumlah ikan yang kita peroleh sebanding dengan usaha kita memancingnya. Nyatanya,bila kita sempatkan menyelam kedalam kolam itu, niscaya didapati kolam itu telah disekat-sekat, jauh dari penglihatan kita di permukaan. Sekat itu membagi-bagi kolam,yang juga otomatis membagi ikan-ikan didalamnya. Si miskin di pojok sana,meski menghabiskan seumur hidupnya untuk memancing pun paling hanya akan mendapat seember ikan,itupun yang cere. Ia mendapat ruang sekat kolam yang begitu kecil. Sementara Tuan dan kawan Tuan, tidak memancing pun ikan akan berlompatan ke daratan, hinggap di pangkuan Tuan,minta disantap. Tuan dan kawan Tuan segelintir, menikmati ikan yang tak cukup untuk dihabiskan walau berabad-abad. Si miskin yang berduyun-duyun ke kolam mencari penghidupan,mendapat ikan yang langsung habis seiring beberapa suapan. Itulah sistem sebenarnya Tuan, itulah cara kerjanya, itulah moralitasnya.

Seperti lolongan pejuang Zapatista di rimba Lacandon,dengan ini saya nyatakan CUKUP SUDAH ! Sistem Tuan yang telah bercokol sedemikian lama dan mengatasnamakan kebebasan hak asasi sudah sepatutnya diakhiri. Sesuai konsep Adam Smith? Invisible Hand katamu? Izinkan saya mengutip pendapat ahli ekonomi pemenang nobel yang mungkin kita berdua sudah kenal betul, Joseph Stiglitz : “Invisible Hand itu benar-benar invisible,antara lain,karena seringkali memang tidak ada……”. Tanpa kontrol Pemerintah,pasar Tuan akan berderap begitu kencang layaknya topan. Tetapi, sekaligus meninggalkan kerusakan besar di tiap jalur yang dilaluinya. Penghisapan, eksploitasi,pendudukan,semua menjadi kata yang dihaluskan menjadi “Pemberdayaan”, ”Akuisisi”, ”Perluasan lapangan kerja”.

Seperti pekikan buruh mogok kerja di petang Catalunya era Franco,dengan ini saya nyatakan CUKUP SUDAH ! Media Tuan adalah berkah penguasa. Menampilkan hiburan hampa dan menghasilkan rakyat jinak seperti retriever dikebiri. Pernahkah media Tuan meliput kampung Indian Chiapas yang digempur Tank dari segala penjuru? Terpikirkah media Tuan untuk mengangkat sejarah Biro Pinkerton bentukan korporasi yang membunuhi keluarga aktivis buruh negara Tuan diakhir abad 19?

Seperti tangisan ibu-ibu meratapi jasad suaminya dipertambangan emas Peru, kami nyatakan CUKUP SUDAH! Tuan sudah melacurkan kata politik sampai derajat terendahnya . Menjadikannya sinonim dengan “kebohongan”,”kekotoran”,”Keserakahan” belaka. Membuat tiap individu menganut sikap skeptis belaka. Satu kemenangan besar lagi untuk Tuan. Demokrasi Tuan adalah kebohongan. Hampir seluruh warga dunia menyatakan anti terhadap negara Tuan karena kegemaran Tuan menjatuhkan pemerintahan yang terpilih secara demokratis dan mengangkat diktator, hanya karena ia patuh melindungi kepentingan Tuan.

Dan oh! Betapa negara Tuan akan dengan senang hati melanggengkan itu semua. Hukum didesain dengan maksud melindungi ambisi Tuan. Elit-elit Tuan adalah staf-staf yang merumuskan aturan itu tiap harinya tanpa perundingan berlama-lama. Ekspansi korporasi ke negara lain dilancarkan dengan kedok perjanjian multilateral. Rakyat negara Tuan dengan kebanggaan pun menyebut, “inilah negaraku,negara kaum bebas,pula mengayomi yang menderita di seluruh dunia..penjaga dunia!! “ CUKUP SUDAH !!
Tuan, sekarang angin sudah berbalik arah, buritan kami hampir terangkat seluruhnya dari dasar samudera. Sekarang biarlah terbuka mata tiap warga dunia, ada yang salah dengan hari-hari mereka. Bahwa penganiayaan terhadap martabat manusia terjadi di penjuru dunia akibat sistem yang sama. Biarlah para petani, buruh, wiraswasta, mahasiswa, semua yang percaya, terorganisir dalam barisan rapat menuju satu arah.

Sekarang krisis telah menunjukkan semua, sistem yang bertopang pada penghisapan sepihak hanya pantas ditinggalkan. Segelintir Tuan akan merasakan tiap pekik diteriakkan, semakin lama semakin kencang. Sebuah pekikan tidak terima,tidak percaya, tidak rela berdiam lebih lama lagi. Kegagalan sistem Tuan sudah nyata diambang mata,segala usulan Tuan di Konferensi tempo hari hanya ibarat menambal bendungan bocor dengan semen murahan. Kamilah air bah yang Tuan takuti.

Silakan Tuan tertawa, toh saya Cuma perantara, tak perlu dianggap serius. Tapi Tuan,mungkin suatu hari Tuan tergelitik untuk melongok sebentar dari jendela gedung Konferensi. Lihatlah kami,segelintir kami yang percaya, berteriak CUKUP SUDAH! Hingga parau,hingga dagelan Tuan kami duduki.Saat itulah kata “Demokrasi”, “Kebebasan”, ”Keadilan” bukan hanya sekedar menjadi topik pidato dan buku-buku acuan Tuan, melainkan desakan, dan Tuan akan terhimpit dibawahnya.

Sekian saja Tuan, semoga Tuan bisa menangkap maksud saya,dan ingatlah, setiap tabir akan dibukakan mulai sekarang. Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu bersama Tuan,


Selamat Hari Buruh, Dan siapkan parasut untuk jurang yang menganga di hari depanmu.

Garda Depan Penentangan.

[+/-] Baca selengkapnya...

Selasa, 14 April 2009

Counter-Culture

Beberapa hari ini karena kebetulan sedang berada dirumah,saya menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa group di facebook.Beberapa group yang pasti langsung memikat anda,dikarenakan topic group yang “seru”.Group Anti Band Anu,Anti Band Fulan,Band Ini Plagiat,dan lain-lain.Intinya serupa,yaitu mengajukan topik mengenai permusikan lokal kita yang semakin memburuk.Namun setelah menjelajah hingga lepas larut malam,Saya belum menemukan yang saya cari,sebuah solusi kongkrit dan masuk akal.



Yang ada malah pola seperti ini.Di group anti2an itu dibuka discussion board (dengan judul yang kelewat offensive,kekanakan,meaningless),biasanya topiknya berkutat di ranah hujatan saja.Lalu datang comment nimbrung menghujat seperti air bah.Biasanya Cuma berupa sepatah kata cacian tanpa alasan yang relevan yang diulang-ulang.lalu ada satu orang yang memiliki pendapat yang berbeda.Hal ini bukannya ditanggapi dengan Admin memberi alasan rinci,malah disambar seketika dengan “wah…ada yang nge-flame nih…serang gan!!!”.Yang terjadi selanjutnya mudah diprediksi,saling caci maki (kadang2 membawa makian yang jauh keluar konteks),debat kusir absurd keroyokan (faktor mayoritas anak ABG yang join?).Solusi yang diharapkan semakin menjauh dari pandangan.Dan -maaf- ini tidak Cuma terjadi di topik musik,melainkan di segala topik berdasarkan segala isu pro-kontra.Mengapa terjadi seperti ini? Apakah sedemikian buruknya budaya kita untuk sekedar mengakomodasi kegiatan diskusi yang nyaman dan sopan? Mengapa segala discussion group yang mengusung isu krusial ini selalu terjebak pada hal-hal sepele seperti ini ?.Seakan-akan apabila pendapat mereka (tuan rumah group dan antek “idealis”nya) dinegasikan,seluruh harga diri mereka turut jatuh ke Bumi.Budaya kekanakan seperti ini tidak COCOK untuk berdiskusi.Semua akan saya jelaskan pada tulisan berikutnya (udah keluar konteks nih.hehe)

Sekali lagi,akhirnya selama saya surfing diantara group2 sejenis ini.Tiada satupun solusi tepat yang keluar.Yang ada Cuma saling serang dan saling mengklaim “lo alay…!!!”, “lo yang alay,,an&*&g lo!!! “,sibuk memisahkan band mana yang alay dan “patut dibasmi” dari band yang dianggap “okay,fine..”. dan discussion board Cuma membahas sejauh “mengapa Kangen Band bermuka nelangsa? “ atau “Band-band yang diplagiasi D’Masiv” Saling kick (dikeluarkan dari group) terjadi dimana-mana.Absolutely ABSURD.Sekali lagi,hanya mengeluh,merepet,memaki,tiada solusi.

Padahal,apabila mereka berusaha fokus saja terhadap masalah ini (tanpa segala debat melelahkan tak berujung itu) dan tidak Cuma menyentuh permukaan dari fenomena gunung es ini,saya yakin solusi bisa cepat didapatkan.Maka dari itu,disini saya mencoba memberikan solusi masalah ini.Ini hanyalah analisa amatiran saya,tentu tidak didukung dengan data otentik.Hanya saya merasa ini lebih baik daripada sekedar membuang gerak jari mengetik caci maki tanpa solusi. Saya akan mulai dengan terlebih dahulu mengajak pembaca mengingat salah satu petuah orang bijak dahulu kala.”Sejarah selalu berulang..”

Mari kita flashback kembali ke pertengahan 70-an,era dimana Rahmat Kartolo,Panbers,Tetty Kadi,Obbie Messakh,D’Mercy’s (mengingatkan gua akan D’Masiv) adalah jawara blantika musik Indonesia.Pola musiknya mirip seperti sekarang,ketukan drum lesu,notasi minim kreativitas,dan (tentu) lirik yang menyayat hati setiap pendengar.Sekilas music Indonesia 70-an sudah mentok disini.Tetapi,disuatu lokasi di Jakarta bernama Gang Pegangsaan tersebutlah sekumpulan anak muda yang memilih jalur berbeda.mereka,dengan bakat diatas rata-rata,berusaha untuk melakukan breakthrough dengan segala cara.Kesempatan itu datang tatkala sutradara legend,Teguh Karya meminta seorang pemuda dari Gang Pegangsaan itu untuk mengisi score film terbarunya.Dengan berbekalkan peralatan seadanya,pemuda tersebut mengajak beberapa orang temannya untuk membantunya.Film itu sukses besar.Tetapi kesuksesan score filmnya jauh lebih dahsyat.Bahkan semenjak dirilis menjadi full-album langsung menjadi best-seller dan serta merta langsung meroketkan nama para penciptanya.Ya,benar.Nama album itu (seperti nama filmnya) adalah Badai Pasti Berlalu.Para penciptanya,Eros Djarot,Yockie Suryoprayogo,dan (terutama) Alm. Chrisye langsung menjadi household name musik local,menggeser nama-nama yang lebih dulu disebutkan.

Memasuki dekade 80-an sudah kita pahami semua.Godbless merajai music rock,Fariz RM dengan elektronika uniknya,jazz level dunia dari Krakatau,serta musik-musik kritik apik macam Harry Roesli,Iwan Fals,dan Ebiet G.Ade.Namun diakhir decade 80-an terlihat seperti terjadi pengulangan dari era 70-an.Musik-musik ‘lesu’ seperti Panbers dan Rahmat Kartolo muncul dalam bentuk Dian Piesesha,Nia Daniaty,dan kawan-kawan.Meroketnya musik ini kembali bahkan hingga membuat menteri penerangan saat itu,Harmoko,Membuat statement yang melarang TVRI menayangkan musik-musik ‘cengeng’.

Akan tetapi,trend ini tidak bertahan lama,bukan dikarenakan statement Harmoko tadi,melainkan segera munculnya nama lain yang berasal mula sama seperti anak-anak Gang Pegangsaan.Mereka memilki nama Gang yang berbeda,Gang Potlot.Slank dengan album debutnya yang eksplosif berhasil merebut perhatian khalayak dan kembali menempatkan musik rock ke tahtanya.Melihat bahwa anak-anak muda bisa melakukan terobosan hanya bermodalkan semangat dan kerja keras,Segeralah menyusul band-band yang terinspirasi .Muncullah band-band seperti Dewa 19,Kla Project,dan lain-lain.

Apakah anda sudah mengerti point saya dari serangkaian flashback yang dijabarkan diatas?.Intinya adalah,saya berpendapat bahwa untuk membunuh satu trend diperlukan trend lainnya yang berani menempatkan diri sejajar dengan trend tersebut.Untuk menghabisi satu culture diperlukan counter-culture.Seperti culture Rahmat Kartolo,Panbers dan lain-lain disapu bersih oleh musisi-musisi Gang Pegangsaan seperti Yockie S,Keenan Nasution,Chrisye.Seperti culture neo-sendu awal 90-an dihabisi D.I.Y anak-anak Gang Potlot.

Mari kita lihat apa saja amunisi kita untuk menggencarkan counter-culture dengan segera.Di ranah pop kita memiliki Efek Rumah Kaca,Sore,WSATCC,dan lain-lain.Di jalur rock ada Seringai,Polyester Embassy,The S.I.G.I.T.Hampir tak terhitung! Lalu mengapa perubahan belum terjadi ? seperti saya sebut diatas,counter-culture itu HARUS MENEMPATKAN DIRI SEJAJAR DENGAN CULTURE YANG AKAN DIHABISI.Apakah ini sudah terjadi? Jawabannya belum.Dan mustahil terjadi apabila para scenester kita kerap MENGHUJAT SETIAP BAND YANG INGIN MELEBARKAN SAYAP.

Masih ingat S.I.D ? di tahun 2002 mereka merilis album berjudul Kuta Rock City (masuk daftar majalah Rolling Stone sebagai salah satu album terbaik Indonesia sepanjang masa) dan langsung dihujani hujatan from the so-called Punk Rock Scene.Koil pun pada 2003 merilis Megaloblast dan langsung dicap “murtad”.Tidak usah jauh-jauh,Rocket Rockers baru-baru ini tampil di Dahsyat dan beberapa kawan saya serta merta mencemooh.Bagaimana caranya kita merubah trend apabila setiap band “indie” tetap tinggal di “bawah tanah” dan menolak pergi ke medan laga? Dan setiap band yang memutuskan pergi ke sana langsung kehilangan support dari rootsnya?.

Penyebab utama adalah memang major label sudah dicap negative sejak dahulu kala.Tetapi apakah dengan Indie Label yang notabene Cuma mencakup regional terbatas kita bisa memulai movement perubahan ? bukankah satu-satunya cara adalah MENGEKSPOS MUSIK KITA SEBESAR-BESARNYA? mari kita pikirkan seperti ini,coba kita bayangkan apabila The Beatles memilih main regular di kafe-kafe kecil Liverpool dan menolak tawaran rekaman.Atau Chuck Berry yang lebih suka menjadi street musician daripada go public.Pastilah musik yang kita dengarkan hari ini Cuma sejenis Motown dari The Supremes,Aretha Franklin,dan paling pol adalah boogie-woogie monoton.Bisa mengerti maksud saya?


PERUBAHAN BISA TERJADI APABILA KITA RUBAH JUGA DIRI KITA.Rubah paradigma! INDIE ITU HAKIKATNYA CUMA BATU LONCATAN,BUKAN JALAN HIDUP.Paradigma seperti itulah yang kita (terutama para musisi) butuhkan.Silakan menghujat saya sebagai sell-out bitch,dll.Tetapi apabila kita terus berdiam di “bawah tanah kita yang nyaman” kapan khalayak bisa mendapat option (dalam konteks ini,option karya musik yang dirilis ke pasar) dan tanpa option,kapankah perubahan yang kita semua idam-idamkan bisa terjadi? Bila kita tidak menunjukkan keberadaan kita,bukankah khalayak akan terus mengkonsumsi segala yang ditawarkan industry music kita? Ingat,masyarakat mainstream menyukai musik yang kita anggap sampah itu bukan karena lirik mendayu-dayu,ketukan lesu,kunci standar.Melainkan karena mereka tidak pernah memiliki alternatif musik lain untuk didengar. DAN INDUSTRI TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI MEMASOKNYA.Dilengkapi dengan kemalasan Indie untuk go-public..Lingkaran setan bukan?

Kita butuh untuk merebut ruang-publik itu dari mereka (para pengeruk kuntungan,minim kualitas rilisan),dengan cara mengirimkan segenap amunisi terbaik kita.Rocket Rockers yang sejak kemarin selalu dicemooh karena dianggap “sell-out” akibat tampilnya mereka di TV prime-time.Tapi bagi saya mereka telah melakukan hal yang berani.Mengapa? karena dengan begitu mereka telah berani mengekspos karya mereka ke depan publik mainstream.Mereka telah menunjukkan keberadaan mereka dan scene mereka ke khalayak luas.Inilah yang sesungguhnya kita butuhkan.Kita harus menyerang mereka tepat dimana mereka “bernafas”.Para musisi Indie haruslah beranjak dari “bawah tanah yang nyaman” menuju laga sesungguhnya berada.EKSPOS KARYAMU DIMANA-MANA.TAKE EVERY CHANCES OUT THERE.Tunjukkan bahwa musik seharusnya seperti apa.Hancurkan eksklusifisme dalam bermusik!

Maka dari itu,saya akan terus mensupport band-band Indie yang sudah “beranjak dewasa”.Yang berani menunjukan karya mereka kepada publik yang lebih luas.Inilah buah bakal perubahan.Bukan para musisi yang sok eksklusif,terlalu pengecut menunjukan karya untuk diadu dengan karya-karya yang selama ini mereka nistakan.Dan bukan pula para tukang nyampah di forum2 diskusi maya yang semata-mata Cuma menuju nihilisme akut minim substansi.

“sejarah selalu berulang..” dan kita tinggal memilih.



Rebut,Ubah,Nikmati

MIRZA FAHMI



[+/-] Baca selengkapnya...

Minggu, 08 Maret 2009

Time For A Change,Time To Move On,Pure Saturday Concert Review

Sebenarnya konser ini sudah lama digelar.Tetapi tidak ada salahnya toh saya membuat review yang kelewat telat ini.Saya hanya ingin sharing sedikit mengenai pengalaman saya menonton konser yang saya anggap luar biasa ini.Maaf kalau ada detail-detail yang terlewat.Maklum udah agak lupa.


Minggu malam,hujan tidak henti-hentinya mengguyur kota Bandung sejak menjelang magrib.Ini tidak menyurutkan niat saya untuk menonton konser tunggal salah satu band paling influensial di kancah Indie scene Indonesia,Pure Saturday.Eksistensi selama hampir 15 tahun menciptakan momentum yang cukup untuk menggelar konser tunggal ini.Dengan tajuk sama dengan album kompilasi Greatest Hits mereka yang dirilis tahun lalu,“Time For A Change,Time To Move On”.Informasi mengenai konser sejak jauh-jauh hari pun memudahkan banyak fans mengantisipasi konser ini.Saya lihat di Facebook,Bahkan ada fans dari Jawa Timur yang bela-belain untuk menonton konser yang cukup bersejarah ini.Sementara saya? saya cukup bersyukur konser ini digelar ketika saya kuliah di Bandung.haha

Konser ini digelar di GSG Itenas.Cukup jauh dari Kost saya yang terletak di bilangan Ciumbuleuit.Dengan naik motor kira-kira makan waktu 15 menit.Jadi,bisa dimaklumi keadaan saya yang agak basah kuyup ketika sampai di Venue.Ketika saya sampai,Venue belum dibuka.Duduk menunggu tanya loket dan penjaga,konser katanya akan dimulai jam 8 malam.Saya pun merokok sebentar,membeli tiket,dan membeli satu kaos Pure Saturday yang cukup jarang saya temui.Tak lama,kira-kira pada jam 19:50 venue dibuka.Para penonton yang sudah bergerombol sejak pukul 19:00,masuk ke dalam venue secara tertib.Begitu menjejakkan kaki ke dalam,segera terlihat set panggung yang cukup minimalis.Cukup sederhana untuk ukuran sebuah konser tunggal.Tinggi panggung kira-kira hanya sekitar setengah meter,dan tak ada barikade sama sekali antara panggung dengan 'kubu' penonton.Mungkin Pure Saturday ingin menciptakan suasana intim dengan para fans dan penonton pada konser malam ini.Kita lihat saja.

Para penonton pun,melihat panggung yang rendah,segera memutuskan untuk lesehan saja di lantai.Dengan lesehan pun saya merasa bisa mengamati sekeliling dengan leluasa.Tampak GSG tidak terisi penuh sehingga udara terasa lega.Nampaknya ini akan menjadi salah satu kunjungan konser saya yang paling nyaman,pikir saya.Diatas panggung terlihat para kru sedang mengeset alat-alat dan sound-system.Para penonton tampak amat antusias.Menurut info,konser kali ini tidak memakai band pembuka.karenanya,tak sampai 20 menit menunggu,Terdengar suara perwakilan E.O dari pengeras suara,menyambut Pure Saturday naik keatas panggung.And the crowd went wild at the same time!.Seiring dengan naiknya para personil,penonton meneriaki nama mereka satu persatu.Sementara para personil lain sibuk menyetel alat-alat mereka,Iyo sang vokalis menyapa sejenak para penonton,berterimakasih atas kedatangannya serta rela berhujan-hujan demi konser yang cukup sederhana ini.

Selepas sambutan singkat,seketika lampu venue dan panggung dimatikan.Penonton yang belum sempat mengucap sepatah kata pun,dibuat tertegun dengan suara Hi-Hat,Udhie sang drummer memainkan notasi drum yang sangat familiar.Banyak penonton yang menebak-nebak.,"oh gue tau nih...pasti.." tebakan yang tepat,sound fuzzy delaying gitar Adhie yang dreamy dengan sigap bersinergi dengan melodi-melodi Arief yang sederhana tetapi cepat menyangkut di telinga.Keduanya segera menimbuhi permainan drum tadi.Crowd langsung menyanyikan verse pertama dari lagu yang mereka sudah hafal benar ini.”I don’t know why we do it like this,oh,so strange….” Koor massal serentak membahana di dalam venue.”Pathetic Waltz” adalah pembuka konser yang sangat cantik.

Terlihat sejak lagu pertama para personil PS sibuk dengan instrument mereka masng-masing dan tidak banyak bergerak.Mungkin mereka memang mengutamakan kualitas permainan pada konser kali ini.ini ditunjang oleh kualitas sound yang sangat prima dan akustik venue yang pas.Terbukti dengan mulusnya permainan mereka pada lagu-lagu berikutnya,seperti “Sajak Melawan Waktu”, “Mereka”,dan “Kaca”.satu hal lagi yang patut diberikan kredit lagi disini adalah permainan lighting apik dan Film-film pendek yang diproyeksikan pada layar putih besar dibelakang para personil.Masing-masing film mewakili tiap lagu yang dimainkan.

Pikiran langsung berusaha mencari jejak 15 tahun kebelakang.Pure Saturday menyeruak bersama Puppen dan Pas Band memulai suatu movement yang bertahan hingga kini.Yaitu Indonesian Indie Culture.Dengan music yang sudah established di luar negeri tetapi masih langka di Indonesia mereka segera menarik perhatian banyak khalayak.Terutama ketika album pertama mereka rilis sebagai bonus majalah Hai pada medio 1994.Album yang memang nampak sangat terinfluens The Cure,Ride,Stone Roses ini segera menempatkan lagu-lagu mereka pada airplay radio di banyak kota.Banyak band-band serupa segera bermunculan.Dan gerakan ini belum berhenti hingga sekarang.Memang suatu konser tunggal sangat pantas sebagai tribute untuk mereka.

Konser ini pun menelurkan banyak momen menarik.salah satunya adalah tampilnya Rekti The S.I.G.I.T sebagai vokalis tamu pada lagu “Nyala”.Kolaborasi yang menarik karena Rekti tampak menyanyikan “nyala” dengan vocal seperti pada lagu-lagu The S.I.G.I.T.Haha.Nyala dengan vocal ala Robert Plant memang Menjadikan lagu ini jadi ‘ugal-ugalan’.Selain itu,selepas kolaborasi,tampak para personil PS bercanda dengan memainkan intro “Whole Lotta Love”nya Led Zeppelin.ajakan jamming dadakan ini segera disambut Rekti.Jadilah satu nomor dari Led Zeppelin tiba-tiba masuk dalam repertoire konser.Penonton pun jadi terbawa gila-gilaan.Sing-along liar,sesuatu yang langka pada konser PS,terjadi di lagu ini.Bahkan salah satu pemuda dibelakan saya,meminta saya mengangkat badan dia,mau body-surf.haha.Sehabis lagu ini,Rekti yang turun panggung disambut tepuk tangan membahana crowd yang kelelahan tetapi terus tertawa mengingat kejadian tadi.

Bukan itu saja kolaborasi yang ada.Agung Burgerkill juga diajak pada satu jeda antar lagu.Dengan menenteng gitar akustik dan sekaleng bir,Ia naik ke panggung dan memainkan secara instrumental medley dari lagu-lagu Pure Saturday.Sungguh mengasyikan melihat Agung yang biasa memainkan nada-nada 'horor' Burgerkill sekarang memainkan nomor-nomor akustik instrumental dengan tingkat presisi yang tinggi.Permainannya ditutup dengan intro dari “Silence”.Intro ini Agung biarkan menggantung seraya ia meninggalkan panggung,tetapi tak lama intro 'terbengkalai'ini segera disambung dengan intro 'Silence' yang sesungguhnya oleh Adhie.Penonton yang sejak awal konser sudah lesehan pun mulai serentak berdiri menyambut lagu ini.Lagu dari album pertama ini adalah salah satu favorit saya.Sound gitar yang noisy dan wah-wah pedal penuh feedback dipadukan,sehingga menimbulkan “keberisikan” yang liar tetapi indah secara bersamaan.Teknik ini mengingatkan pada Ride era “Nowhere”.Dan apabila anda menyempatkan melihat foto-foto konser itu.mungkin anda bisa melihat saya merangsek ke depan panggung kala lagu “Silence” dan bernyanyi asal-asalan sambil mengepalkan tangan ke udara.Hope you’ll never find it,though.aha.

Pertengahan konser,Iyo menyempatkan berterimakasih kepada seluruh keluarga Pure Saturday.Ia pun tak lupa menyapa para ‘penonton’ di pinggir panggung seperti Ucok Homicide dengan khas “Hey Motherfucker! Motherfucker! Respect yo…”dengan logat seperti rapper gangsta bersiap menuju peperangan East Coast-West Coast.Sebuah bentuk candaan terhadap Ucok yang memang telah mencapai status militan di ranah hip-hop bawah tanah.Belum habis tawa penonton,Ia segera menyambung candaan dengan berterimakasih kepada penonton karena telah menonton band Indie seperti mereka,“Bukan band-band yang ada di TV,yang memiliki nama aneh,dan diusahakan seaneh mungkin”..HAHA.Sehabis sambutan,Iyo dan PS pun pamit untuk jeda.

Satu hal yang agak mengganjal pada konser ini adalah jeda.Jadi konser ini dibagi pada 3 ‘babak’.Jeda antar babak ini memang agak membuat bosan.alangkah baiknya agar jeda itu diisi dengan documenter PS misalnya,but after all.Jeda itu terbayar oleh setiap kejutan yang menanti setiap usai jeda.Antara lain diundangnya Muhammad Suar Nasution,vokalis lama mereka (tetapi sekarang mulai bergabung lagi?) keatas panggung sejak lagu “Sirkus” hingga akhir konser.

Suar sendiri menurut banyak kritikus sudah mencapai pendewasaan sejak album pertama bersama PS.Terlihat pada Album “Time For A Change,Time For Move On”,Suar telah menemukan ciri khas vokalnya.Dimana pada album pertama dan kedua,Ia lebih sering berpatron pada gaya vocal Robert Smith.Pada “Sirkus” ia bernyanyi dengan wajah sumringah dan senantiasa mengajak sing-along penonton.Kelasnya terlihat pada lagu-lagu album kedua yang cukup kompleks aransemennya macam “Labirin”,”Belati”,dan “Gala”.

Lagu-lagu tanpa terasa terus bergulir.Tanpa terasa,2 jam hampir habis.setelah ”Coklat” kelar dibawakan.Intro yang sudah dihafal seluruh crowd terdengar dimainkan Adhie.Sebuah intro lagu yang revolusioner.Lagu yang sempat menjadi 'raja' pada chart-chart radio anak muda medio 1994-1996an.Dan apabila kita pernah melihat Mtv pada masa itu (medio 1996).Maka kita akan terkejut melihat satu video klip yang beda.Disaat band-band lain berlomba-lomba mempercantik penampilan mereka di video dan berusaha disorot sesering mungkin oleh kamera,ada satu band pendatang baru memainkan music yang agak janggal,dengan vocal samar menyanyikan lirik yang abstrak.Video clipnya pun cuma menampilkan satu ruangan berpenerangan redup,dan sosok-sosok siluet yang bergerak tidak teratur mengikuti alur lagu.”Kosong” dibawakan PS.Iyo dan Suar hampir tak pernah bernyanyi.Penonton mengambil semua jatah nyanyian mereka tanpa sisa.

2 jam tak terasa sudah berlalu.”Enough” pun dibawakan PS sebagai lagu terakhir.Penonton yang tentu masih belum puas segera berteriak-teriak “lagi!lagi!lagi!....” taktik yang cukup berhasil,PS bersedia memainkan satu lagu lagi.Sebuah cover song.”Boys Don’t Cry” The Cure.Lagu yang sudah dapat dikategorikan sebagai lagu 'wajib nasional'.Para penonton dengan liar merangsek ke naik ke panggung berebutan mic Suar dan Iyo.PS pun tidak tampak risih melihat penonton yang semakin berjubel di panggung,Malah,mereka memprovokasi satu koor massal yang seru pada tiap bait "Boys Dont Cry".Sebuah penutup yang memorable.Dimana semua crowd memenuhi panggung sembari berjoget-joget,benyanyi seadanya,berpeluh bahagia,mengakhiri konser yang akan terus berada di benak saya untuk waktu yang lama.



Salut,
MIRZA FAHMI memberi konser ini 4 bintang.satu bintang lg ga dikasih karena PS ga bawain “Langit Terbuka Luas,Mengapa Tidak Pikiranku Pikiranmu”



[+/-] Baca selengkapnya...

Selasa, 03 Maret 2009

Zapa..who?

Jumpa lagi,yah sebenarnya saya sudah agak capek menulis tentang topik berat terus-menerus.Sesekali,ingin juga menulis tentang kenangan masa lampau era SD,SMP,dan SMA.Tetapi saya seolah terganjal oleh satu topik ‘hutang’ yang belum dijabarkan.Mungkin setelah ini saya bisa menulis tentang kejadian yang ringan-ringan lagi.Kali ini,seperti janji saya tempo hari,saya akan membahas mengenai gerakan Zapatista di provinsi Chiapas,Meksiko.Wah..wah..apa itu?

Sebagai pembuka,saya akan meminta pembaca untuk membayangkan barang sejenak.
Bayangkanlah,

Jika dunia ini adalah suatu kampung global yang terdiri dari 100 orang,70 diantaranya buta huruf,dan hanya 1 yang menjalani pendidikan tinggi.Lebih dari 50 orang kekurangan gizi,lebih dari 80 hidup di gubuk-gubuk reot.Dan 6 diantaranya adalah orang Amerika.Keenam orang itu mengambil,menguasai,dan menikmati lebih dari separuh pendapatan dan kekayaan orang seluruh kampung.

Lho! Mengapa keenam orang kaya ini bisa tetap ‘damai’ dengan penduduk kampung lain?

Karena ternyata keenam orang itu menciptakan dan mengajarkan semacam tarian dan nyanyian ‘senam massal’,hingga sebagian dari 94 orang itu rela menjadi pengikut setianya setiap pagi dengan sukarela.Meskipun banyak diantara yang 94 itu tidak ikut senam,namun mreka dengan senang hati ikut menyanyikan lagu itu.

Keenam orang sisanya ini mempersenjatai diri untuk menaklukkan orang-orang yang sedang sibuk senam ini.Bahkan,ada yang menjual senjata kepada beberapa orang diantara 94 orang itu-untuk saling menyerang antar sesama-untuk menguij kekuatan senjata mereka.Tetapi,entah bagaimana,senjata-senjata itu pada gilirannya sampai kepada para Zapatista…………yang memakainya untuk menciptakan letusan yang mengagetkan keenam orang tersebut.Letusan itu,ternyata merupakan bagian dari nyanyian yang kemudian mulai dinyanyikan oleh orang-orang lain yang terpesona olehnya.

(Diadaptasi dari “Globalization from Above and from Below: a Dialectical Process” karya Gerrit Huizer)

Tentara Pembebasan Nasional Zapatista (EZLN/Ejercito Zapatista de Liberacion Nacional) memulai aksinya beberapa menit sesudah tahun baru 1 Januari 1994.Mereka keluar dari hutan raya Lacandon lalu menduduki Kota San Cristobal de Las Casas,dan juga kota-kota Ocosingo,Menyerang kantor-kantor tentara yan semuanya berada di provinsi Chiapas,Meksiko tenggara.Mereka bukan tentara biasa,mereka tentara pemberontak ! ratusan petani bersenjata dan memakai topeng ski hitam (balaclava).Menduduki posisi strategis Chiapas secepat kilat.

“masalah perang bukanlah masalah siapa yang mempunyai senjata lebih banyak,peluru lebih banyak,dan orang lebih banyak,melainkan siapa yang benar!” demikian kalimat yang sering diutarakan juru bicara EZLN,Subcomandante Marcos.

Tetapi,kebenaran apakah yang mereka perjuangkan? Suara pertama Zapatista adalah :
“Kami adalah pewaris dari para pendiri bangsa.kami adalah jutaan orang yang kehiangan harta,dan kami menghimbau semua saudara laki dan perempuan bergabung bersama dalam panggilan mulia ni,satu-satunya cara mencegah kelaparan karena keserakahan tanpa akhir dari kediktatoran yang bercokol lebih dari 70 tahun,dibawah kepemimpinan sekelompok pengkhianat yang mengabdi pada kaum konservatif yang telah menjual bangsa.pada deklarasi dari rimba Lacondon ini,kami nyatakan YA BASTA!! (cukup sudah)!!....”

Satu hal yang bisa ditangkap dari pernyataan diatas,pertama-tama,kita tidak menemukan kalimat kalimat pendahuluan dengan rujukan ideologis manapun,seperti mengutip Marx,Lenin,Bakunin,maupun Che; Kedua,Zapatista memayungi pemberontakannya sebagai pemberontakan konstitusional.Mereka mengutip UUD Meksiko pasal 39 yang berbunyi “Rakyat mempunyai hak,hak yang tak dapat dihilangkan,kapan pun untk mengubah atau memperbaiki bentuk pemerintahannya” ketiga,Itu adalah deklarasi perang,bukan melawan pemerintahan,tetapi hanya melawan segelintir korporat dan pemimpin eksekutif.lalu memohon pada bahan legislatif dan yudikatif untuk menggunakan wewenang konstitusionalnya,melucuti presiden Meksiko saat itu,Carlos Salinas,dan menggantinya dengan pemerintahan yang demokratis,desentralistis,dan mengangkat harkat martabat para indigenous people (penduduk asli Meksiko,orang Indian).

Mereka mengambil timing 1 januari 1994 sesuai dengan tanggal berlakunya NAFTA (North American Free Trade Agreement) yang pada 1992 ditandatangani oleh Presiden Amerika,George Bush Sr,Perdana Menteri Kanada Brian M.,dan presiden Meksiko Carlos Salinas De Gortari. NAFTA kurang lebih menekankan pada eksploitasi segala sumber daya alam meksiko dengan dibebaskannya segala peraturan perbatasan untuk perdagangan.Korporasi yang mendapat keuntungan hanya memberikan upah kecil kepada penduduk di tempat sumber daya.NAFTA dipandang Zapatista sebagai sabda kematian pemerintah meksiko tanpa harus menggunakan senjata.Mereka menganggap kebijakan berat sebelah itu akan membunuhi rakyat. Meksiko secara perlahan-lahan.

Zapatista semata-mata memperjuangkan hak-hak rakyat Meksiko terhadap segala sumber daya alamnya.Basis di Chiapas adalah pilihan yang cocok.karena,Chiapas,walaupun memiliki kekayaan alam berlimpah,menjadi provinsi yang paling miskin di Meksiko.setelah diduduki,Mereka pun menerapkan hukum Zapatista di Chiapas.dimana hukum itu menekankan pada keadilan jual beli,penjaminan hak-hak perempuan,dan pendidikan wajib untuk anak-anak..

Pemerintah Meksiko tentu tidak tinggal diam.Dalam satu serangan balik,pasukan Zapatista berhasil dipukul mundur.Lalu bertahan kepayahan di rimba raya Lacandon.Disinilah pasukan Zapatista mulai menunjukkan ciri mereka yang paling khas.Mereka,diwakili sang juru bicara Subcomandante Marcos (belakangan diangkat jadi komandan penuh) yang memakai nama samaran Delegate Zero,mulai mengeluarkan komunike-komunike (semacam prosa harian menjelaskan tentang perkembangan perjuangan,tujuan mereka,dll) yang rata-rata diterbitkan di surat kabar setempat.Tak lama kemudian,komunike yang Subcomandante Marcos tulis secara regular,mencapai luar negeri.disinilah basis dukungan untuk mereka mulai mewabah ke seluruh dunia.

Langkah ini dipandang brilian.mengukir militansi tanpa senjata konvensional (yang sudah pasti kalah jumlah dengan pemerintah) melainkan dengan prosa-prosa tentang gerakan mereka yang humoris,energik,inspiratif,dan imajinatif.Hal ini dijelaskan oleh Subcomandante Marcos; “Seorang prajurit adalah seorang absurd yang harus menggunakan senjata untuk meyakinkan orang lain;dan dalam arti itu gerakan ini tak punya masa depan jika masa depannya adalah militer”.Ini membuat Zapatista begitu menarik perhatian para ahi,bukan hanya karena metode uniknya,melainkan juga karena keahlian sastrawi pemimpin-pemimpinnya yang amat diatas rata-rata.

Tulisan-tulisan itu bisa bermacam-macam,terkadang kritik pedas yang penuh humor sinis,cacian,provokasi yang membara.namun,bisa juga renungan spiritual,puisi romantik,dongeng tua meksiko,bahkan bisa berwujud sebagai cerita khayalan liar sang komandan belaka.Khayalan yang paling sering diperbincangkan adalah epos mengenai Don Durito,kumbang galak yang gemar merokok pipa sembari mengkritik neoliberalisme (menganggapnya sebagai ideologi bom waktu.Analisa yang tepat melihat kondisi krisis global saat ini).Support yang dihasilkan berkat komunike-komunike ini luar biasa.Banyak kalangan kemudian memberikan dukungan moral.Band-band politikal seperti Rage Against The Machine,Rise Against,Brujeria,dan Anti-Flag sering membuat konser amal untuk kemudian disumbangkan kepada pergerakan,atau sekedar memberikan dukungan moral melalui lirik-lirik lagunya.

Zaman internet pun datang,Zapatista semakin memperkuat aikonisasinya dengan merilis situs-situs Zapatista dan segala hal tentang kampanye melawan neoliberalisme.Pada tahun 1999 mereka membuat petisi di 32 negara,termasuk Indonesia,menanyakan perihal kampanye anti-neoliberalisme mereka dan apakah pergerakan ke depan perlu dilanjutkan.Jutaan orang di Meksiko dan ratusan ribu aktivis di seluruh dunia memberikan dukungan mereka kepada Zapatista.Aktivis-aktivis di Indonesia yang menandatangani petisi ini antara lain Alm. Munir dan Teten Masduki.

Kini,15 tahun setelah deklarasi Lacandon.Zapatista masih menempati pos terpencilnya di rimba raya pegunungan.Masih bergulat nyawa sepanjang hari ditengah bidikan para penembak jitu tentara federal,dibawah bidikan laras-laras meriam aneka bentuk yang diimpor pemerintah Meksiko dari negara kerabatnya.Tetapi,semangat itu terlihat masih ada.Komunike-komunike terus dikirim ke dunia luar dari sunyinya pegunungan hutan hujan.Mengabarkan semua hal yang berabad-abad mereka dambakan.Perjuangan terlihat tak ada ujungnya.

Mungkin suatu hari pun komunike akan berhenti sama sekali.Tak ada lagi Don Durito dan segala kritik-kritiknya dan segala Kalimat-kalimat provokatif menggelora.Saat segala mesin perang yang mengepung hutan Lacandon berhasil melumpuhkan satu demi satu pekik perlawanan.Berhasil menuntaskan dominasi.Sekedar mengulangi repetisi standar sejak berabad-abad yang lalu.Kita tidak tahu itu.

Mungkin juga Zapatista bukan Cuma nama yang hanya terkait dengan rimba raya Lacandon.Bukan Cuma sekedar goresan pena pada setiap komunikenya,bukan Cuma setiap peluru untuk melumpuhkan kepungan mesin perang.Bisa jadi itu adalah hasrat,hasrat yang kian menular dewasa ini.Bisa jadi hasrat itu juga kita miliki.Setiap hari kita tekuni,renungi,dan ahirnya kita yakini.Kita tidak tahu itu.Suatu hari mungkin kita bangun,duduk di sofa empuk sambil menghirup aroma kopi yang telah tersaji,dan melihat berita yang sama.Sama dengan berita di TV 15 tahun yang lalu.Apa yang terjadi di Lacandon,mungkin terjadi lagi di kampung halaman kita sendiri.Mungkin di desa-desa terpencil yang selama ini hanya menjadi tujuan pelesir tuan-tuan saudagar? Tujuan pelesir kita? Selama ini kita konsumsi hasil alamnya? tanpa tahu derita warganya,yang lama lama berubah jadi hasrat angkat senjata?.Sekali lagi Saya tidak tahu.Tapi,mungkin cuma soal waktu.

NB :Info lebih lanjut mengenai Gerakan Pembebasan Nasional Zapatista dapat dilihat pada http://www.ezln.net. Atau mengenai kumpulan komunike-komunike Zapatista bisa dibaca pada buku “Bayang Tak Berwajah –Dokumen Perlawanan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista 1994-2002” terbitan Insist Press Yogyakarta.
Lawan!


Salut,
MIRZA FAHMI sedang menyusun dokumen juga,tapi mengenai aksi bolos-bolos era SMP.






[+/-] Baca selengkapnya...

Minggu, 22 Februari 2009

Academy Award yang (masih) Klise

Sudah lama saya ingin mencoba jadi movie reviewer,Mungkin review mengenai ajang penghargaan Academy Award bisa menjadi start yang bagus,.Berikutnya,saya mungkin akan menuliskan beberapa review film disini.
Academy Award yang ke-81 tadi malam telah digelar di Kodak Theatre.Hampir tak ada kejutan.Slumdog Millionaire memenangi 8 Oscar dari 10 nominasi.


Sangat sesuai perkiraan saya,Mengingat klise-klise Academy Award yang selalu berulang dari tahun ke tahun.Mengenai itu,saya akan berusaha menjelaskannya pada tulisan saya kali ini.

Slumdog Millionaire mengalahkan film-film seperti The Reader,The Curious Case Of Benjamin Button,Changeling,dan lain-lain.Mengapa kemenangan itu saya bilang klise? Bukankah Slumdog memang film yang brilian? Saya tidak menyangkal kejeniusan Slumdog garapan Danny Boyle ini.Tetapi kalau dibilang sebagai film yang terbaik,saya tidak sependapat.

Slumdog mengisahkan mengenai anak gelandangan di India yang berhasil mengikuti acara semacam Who Wants To Be A Millonaire? Di sana.Secara mengejutkan,Ia berhasil menjawab segala pertanyaan sampai ke pertanyaan terakhir,Tetapi sebelum menjawab pertanyaan terakhir,Ia dibekuk oleh polisi yang dating atas permintaan penyelenggara (karena disangka main curang,masa gelandangan jadi jenius gitu?)).Ia lalu diinterogasi oleh kepolisian setempat,saat itulah ia menjelaskan bahwa segala jawaban dari pertanyaan kuis itu ia ketahui selama ia menggelandang bertahun-tahun.Dari segala pengalamannya,dan pertemuannya dengan berbagai orang.

Lantas,kenapa saya mempermasalahkan film dengan cerita unik ini? Klise apa yang saya maksud diatas? Yang saja mau tekankan pada tulisan ini adalah kecenderungan (sering sekali) Academy Award untuk memenangkan film-film yang memiliki feel-good tone (optimis dan penuh harapan).yang bombastis.ceritanya WOW!.Film-film dengan skala besar.Dan kecenderungannya untuk tidak memilih film-film dengan isu controversial,Gelap,real,artsy,dan sederhana.

“(Academy Award) its just a sympathy vote…..” (taken from Trainspotting,film Danny Boyle tahun 1996,sekarang malah Danny Boyle yang menang Oscar tadi malam,ironis)

Seperti yang dikatakan quote diatas.Kecenderungan Academy Award hanya menjadi Sympathy Vote semakin menjadi-jadi dari tahun ke tahun.contoh :

1. Forrest Gump (tentang orang idiot yang jadi sukses,kaya raya) mengalahkan Pulp Fiction-nya Quentin Tarantino yang stylish,Revolusioner,yang bahkan telah
memenangkan Palme D’or dari Cannes film festival.

2. Shakespeare In Love (ketauan dari judulnya ini tentang apa) mengalahkan Saving Private Ryan yang real,brutal,dan memiliki sad-ending yang ambigu.

3. Film-film Stanley Kubrick yang rumit,Art-oriented,penuh simbolisasi (contoh: 2001:a Space Odyssey,The Shining) terbukti mayoritas masuk daftar 100 film terbaik dari American Film Institute,tetapi tak pernah memenangkan Oscar sekalipun.

4. Dances With Wolves-nya Kevin Costner (mengenai kisah Kapten era perang sipil yang kolosal) mengalahkan Goodfellas-nya Mertin Scorsese yang ironis,sadis,memiliki dark humor yang unik

5. Crash (tentang rasialisme) mengalahkan Brokeback Mountain yang mengangkat isu ‘sensitive’(pasti tau kan? Hehe)

Masih banyak contoh lainnya,seperti kegagalan Taxi Driver-nya Scorsese pada Academy Award tahun 1977 (menandai era bermulanya klise2 itu),Apocalypse Now-nya Francis Ford Coppola yang sama sekali ga dilirik,Dan lain-lain.Tetapi saya hanya memberikan sedikit contoh diatas hanya sebagai gambaran.Betapa suatu ajang yang mayoritas orang pikir sebagai ajang nomor wahid,ternyata dikuasai klise-klise seperti ini.

Mari kita lihat lagi Academy Award tadi malam,Slumdog yang memiliki feel-good tone (semua penonton tahu bahwa pada akhirnya,si protagonist akan baik-baik saja) mengalahkan Changeling yang memiliki kontroversi cerita (cari tau sendiri apa ceritanya,males jelasin lagi),Benjamn Button yang ceritanya agak absurd (kalo gue bilang sih brilian).Doubt tentang pencabulan jemaat gereja oleh pastor bejat,Milk tentang politikus gay yang menuntut persamaan hak kaum gay (lalu akhirnya mati dibunuh),The Reader tentang perselingkuhan anak 15 tahun-an dengan penjaga gerbang kamp konsentrasi era Nazi.Dan terakhir Changeling mengenai ibu yang mendapati anaknya yang kembali sejak diculik,ternyata bukan anaknya.dan lalu membawanya kepada serangkaian konspirasi pemerintah.

Sudah lihat perbedaan cerita dan tone dari nominasi-nominasi itu? Secara teknis,memang slumdog layak keluar sebagai pemenang.Tetapi bukankah ini akan mendiskreditkan film-film yang budgetnya tidak sebesar slumdog dan bergantung pada kekuatan cerita dan tema ? Bagaimana dengan film indie keren Darren Arronofsky,The Wrestler (masuk nominasi best film aja engga)? yang budgetnya sangat kecil tetapi dengan personal dan menyentuh menceritakan tentang pegulat tua kesepian yang berkeinginan untuk meninggal di ring,lalu menjalin hubungan dengan stripper sepuh? Atau The Reader yang mengenai cinta terlarang?.Tema yang jarang sekali diangkat. tema sederhana tentang kemanusiaan seperti itu memang telah lama luput dari pandangan Academy Award ,yang mulai sering beralih ke tema-tema berbau ‘dongeng’ yang jauh dari konteks realita tetapi sempurna secara teknis.

Kecenderungan Academy Award yang lebih memihak terhadap film-film ‘tear-jerking’ memang telah disorot banyak pihak sejak lama,banyak yang bertanya Apakah ini karena para juri Academy Award yang (maaf) sudah sepuh? Sehingga terkadang nilai-nilai/norma baku mereka yang kolot membuat mereka menolak mendalami intisari film-film bertema controversial (the reader,dll),hingga akhirnya mempengaruhi objektifitas penilaian?

Saya sendiri sempat menangkap preseden baik ketika film-film ‘gelap’ seperti The Departed dan No Country For Old Men menang pada Academy Award yang sudah-sudah,Tetapi melihat result tahun ini.Kekhawatiran saya muncul lagi.Kekhawatiran bahwa lama kelamaan Academy Award kehilangan kewibawaan dan keobjektifannya (puncak keemasannya era 1950an-1970an).Berubah menjadi sekedar penghargaan komersialitas hollywood belaka.sebagai sarana penarik selera pasar belaka.Dengan senantiasa memenangkan film-film yang ‘mudah dicerna’.Oscar pun turun pangkat jadi alat iklan.karisma penghargaan hilang total.Tak lagi dianggap sebagai panutan.Padahal panutan (kiblat) apa lagi bagi film lokal kita kalau bukan dari Academy Award?

Tapi,sudahlah.Toh banyak juga poin-poin menarik dari Oscar kali ini.Lagipula ngapain sih memperhatikan pengamatan amatir seperti saya yang tinggal terima jadi film? hehe,Mickey Rourke gagal dapat best actor (gue ga terima banget).Kate Winslet menang best actress (setuju).Kekocakan Hugh Jackman yang jadi MC.Heath Ledger menang best supporting actor (totally predictable)disambut penonton dengan standing ovation yang mengharukan.Dan Slumdog mendapatkan 8 Oscar atas nama pasar.Lalu sembari mengetik tulisan ini,saya berharap sudut pandang juri Academy Award ditahun-tahun kedepan bisa berganti.

Salut,


MIRZA FAHMI yang pernah beranggapan kalau kemenangan besar Lord Of The Ring: Return Of The King adalah Aib (dengan ‘a’ kapital) memalukan buat setiap juri film.Sekalian aja menangin Lion King!






[+/-] Baca selengkapnya...

Sabtu, 21 Februari 2009

TVone?

Saya menemukan topik menarik ini dari email Ayah saya,Sengaja saya post disini sebagai penyeimbang berbagai opini tentang Gaza.

Dalam Apa Kabar Indonesia Pagi Senin 5 Januari 2009, dengan halus Indriarto Priyadi dan terutama Grace Natalie mencoba menggiring opini pemirsa bahwa Israel "terpaksa" menyerang. Mereka berbincang bahwa Israel tak akan berhenti menyerang jika serangan roket Hamas tak dihentikan. Dalam sesi pertama dengan pengamat Bantarto Bandoro, pembicaraan berkutat pada Hamas yang memang mengganggu dan "memancing" serangan Israel dengan serangan roket ke negeri zionis itu.

Pengamat internasional CSIS itu juga menyebut bahwa perang akan berlangsung lama karena -tidak seperti agresi Israel ke Lebanon yang dipukul Hizbullah dan "ditengahi" pasukan PBB- Hamas menolak kehadiran pasukan perdamaian. Opini pemirsa pun tergiring kepada kesimpulan: Israel menyerang karena kesalahan Hamas dan serangan akan terus berlanjut karena Hamas dengan degil menolak campur tangan internasional PBB. Kerja tim yang baik antara Indriarto, Grace dan sang pengamat CSIS.

Menjelang sesi berikutnya, wawancara dengan KH. Ahmad Satori dari Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Indriarto membuka dengan menyebutkan seruan boikot produk "yang katanya" dari Amerika oleh beberapa kelompok (Muslim tentu saja). Ungkapan agak sinis ini kemudian ditimpali Grace, "padahal mereka suka menggunakan produk itu." Sebuah judgement bahwa kelompok Muslim yang menyerukan boikot produk Amerika sebenarnya justru pecinta produk itu.

Sekitar dua hari sebelumnya, dalam sebuah ilustrasi tentang sejarah konflik di Palestina, narator TV One menyebutkan bahwa tanah Palestina dikuasai Israel setelah gerilyawan Israel berhasil memaksa Inggris-yang diberi mandat oleh PBB- hengkang dari sana. Ini adalah kedustaan yang bodoh dan buta sejarah. Kenyataannya Inggris sejak 1917 memang berencana memberikan tanah Palestina untuk dijadikan negara Israel oleh kelompok zionis Yahudi. Deklarasi Balfour dengan jelas membuktikan kedustaan ini.

Ada juga penayangan rekaman video dari pihak Israel yang mengebom sebuah masjid. Serangan keji yang menghancurkan rumah ibadah dan menewaskan jamaahnya ini dilakukan dengan alasan masjid menjadi gudang penyimpanan roket-roket Al-Qassam. Ada cuplikan menarik dalam video itu, setelah ledakan bom pertama ada ledakan kedua ( secondary explosion ) yang diberi tanda dan catatan oleh editor video Israel. Hal itulah yang diklaim sebagai "bukti" adanya roket di dalam masjid. Yang menggelitik, cuplikan itu selalu diulang-ulang oleh TV One dalam tayangan berita tentang serangan Israel.

Beberapa poin di atas menunjukkan adanya upaya penggiringan opini oleh TV One. Yaitu agar publik di Indonesia, termasuk umat Muslim, yang mengutuk serangan brutal dan keji Israel menjadi "memaklumi." Pertanyaannya, kenapa hal itu dilakukan TV One?

Jauh sebelumnya, Grace Natalie juga melakukan penggiringan opini dalam berita kasus terorisme Palembang. Grace, yang "meninjau" lokasi pesantren yang dituduh menjadi sarang dan tempat latihan tersangka teroris Palembang, melengkapi laporannya dengan ilustrasi bahwa pesantren itu "aneh" karena hanya memiliki sepuluh santri.

Kalau saja Grace seorang Muslim, atau rajin mengamati pesantren-pesantren kecil di pedesaan, niscaya ia akan menemukan pesantren (rintisan tentu saja) yang hanya memiliki lima, empat, tiga atau bahkan satu santri saja. Keheranan seorang Grace yang bukan Muslim dan tidak memahami dunia pesantren memang wajar. Namun komentar bodohnya bahwa hal itu "aneh" memberi bobot bagi penggiringan opini bahwa pesantren adalah sarang teroris.

Tapi terlepas dari hal tadi, Grace Natalie dan TV One memang hebat. Liputan mereka tentang kasus terorisme selalu berhasil mencapai level eksklusif. Saat para wartawan di Yogyakarta tak bisa mendekati rumah tempat Mbah alias Zarkasih ditangkap, Grace malah terlihat ada di mobil Densus 88 yang melakukan penangkapan. Tak heran jika dalam pemberitaan penangkapan tersangka teroris di Palembang pun Grace bisa masuk rumah salah satu tersangka dan memamerkan "temuannya," sebilah pedang samurai yang biasa dijajakan di kakilima. Tak begitu dahsyat, tapi lumayan, bisa menambah bobot penggiringan opini bahwa itu memang rumah teroris.

Bos Grace, Karni Ilyas, malah lebih hebat lagi. Pada saat penangkapan Amrozi, ia melaporkan langsung dari TKP, padahal posisinya waktu itu Pemred SCTV. Demikian juga saat penyerbuan di Batu yang berakhir dengan kematian Dr. Azahari, Karni yang waktu itu Pemred Anteve melaporkan langsung dari TKP. Di mana ada kasus terorisme besar yang terungkap, di situ pasti ada Karni Ilyas atau anak buahnya -salah satunya Grace Natalie. Hubungan Karni yang dekat dengan Komjen. Gories Mere membuatnya selalu mendapatkan liputan eksklusif tentang operasi Densus 88.

Jangan lupa juga bagaimana reporter TV One (waktu itu masih bernama Lativi) Alfito Deannova berhasil mengajak Ali Imron -terpidana seumur hidup kasus Bom Bali yang seharusnya meringkuk dalam penjara- jalan-jalan menapaktilasi lokasi persiapan dan pelaksanaan Bom Bali. Ali memang fenomenal, saat kawan-kawannya meringkuk dalam sel, ia malah bisa ngopi bareng Gories Mere di Kafe Starbucks yang di yakini salah sebuah usaha milik jaringan zionis internasional.

Ketika hal itu memicu kegemparan, Gories beralasan bahwa Ali dibon untuk mengungkap jaringan teroris. Ini masih masuk akal, Gories memang berwenang melakukan berbagai upaya dalam penyidikan. Namun bagaimana bisa TV One "mengebon" Ali yang napi untuk acara eksklusifnya? Lagi-lagi stasiun televisi yang sahamnya dimiliki oleh taipan media keturunan Yahudi Rupert Murdoch -melalui Star TV Group- ini memang hebat.

Okelah, bisa jadi Karni Ilyas berniat baik, memfasilitasi Polri dengan stasiun televisi tempatnya bekerja dalam kampanye pembentukan opini memerangi terorisme di Indonesia. Biarlah kelompok Muslim dan pesantren yang sempat menjadi sasaran kampanye itu marah dan sedih, toh mereka masih bisa membantah, ini negeri demokrasi tempat pendapat bebas diumbar kan?

Tapi sangat jahat kalau Hamas, Muslim Palestina dan bangsa terjajah itu kemudian dihalangi dari dukungan Muslim dan bangsa Indonesia. Yaitu dengan membentuk opini bahwa Israel tidak salah kalau menyerang mereka. Salah mereka sendiri melakukan perlawanan terus-menerus pada penjajah zionis yang jauh lebih kuat. Ini adalah kampanye terselubung mendukung kekejian zionisme.(dikutip dari muslimdaily.net)

Lawan!

salut

MIRZA FAHMI




[+/-] Baca selengkapnya...

Rabu, 18 Februari 2009

Curious Boy

Terkadang,saya banyak mendengar masukan tentang aktivitas tulis-menulis saya selama beberapa minggu terakhir ini.yah banyak yang bilang "gila..masih bocah nulisnya ngeri begitu!!!"..."yah masih bocah sok tau"...."wah parah tulisan lo,eling,wahhhh mau kiamat nih!!mulai banyak orang-orang kayak lo soalnya!!!"..dan masih banyak lagi 'nasihat' sejenis.

Memang saya sering sekali membahas topik-topik 'tak terjamah' dalam tulisan-tulisan saya.Beberapa waktu lalu,saya sempat ikut debat mengenai eksistensi akhirat di salah satu notes teman.Saya menanyakan perihal Tuhan secara nalar,akhirat secara nalar.Pertanyaan-pertanyaan yang mendatangkan 'cemoohan' seperti "astagfirullah,liat quran ja,lu sesat banget,tanda-tanda kiamat nih" dan sejenisnya.

Topik tulisan saya kali ini bukan ingin membahas kembali topik debat akhirat seperti diatas (i dont wanna get involved in the brutal debate again..heheh).Melainkan sedikitnya menjelaskan motivasi saya untuk menanyakan hal-hal yang 'tak boleh dipertanyakan' seperti diatas.

Mungkin anda pernah lihat di pusat perbelanjaan,Anak-anak balita yang di tiap pemberhentian ibunya mau ambil barang pasti selalu tanya-tanya "ma..kok ikan lele berkumis? apakah ia mengikuti sunnah rasul?" atau "ma,kepiting itu seorang junkies ya? mulutnya berbusa! " dan lain-lain.poin saya adalah mereka memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa.Bertanya tentang segala hal kepada setiap orang,walaupun pada beberapa kesempatan mereka dibohongi apabila pertanyaannya kelewat "ga balita".tetapi itulah keunggulan mereka sesungguhnya,Bisa dibilang setengah pengetahuan kita sekarang terhadap dunia,didapatkan ketika kita masih balita yang selalu bertanya.

Tetapi,ketika kita dewasa,pertanyaan entah kenapa semakin jarang kita keluarkan.Entah karena kita semakin terbiasa dengan pengajaran satu arah di sekolah (duduk rapih,ga boleh motong guru,dll).Atau karena keingintahuan kita yang semakin pudar kemudian hilang sama sekali? Terutama pertanyaan tabu macam "apakah guna kita hidup di dunia" dan seterusnya.Kita seakan menerima segala kebenaran begitu saja.Dari sumber-sumber yang kata kebanyakan orang 'sahih' dan 'tak patut dipertanyakan'.budaya sistem "jangan tanya,tapi lakukan!" pun lalu kita telan mentah-mentah.Kita menjalani itu semua dengan patuh tanpa mengetahui makna-makna keharusan kita melakukan itu.

Padahal,kebenaran yang sudah dicap "absolut" dan "haram dipertanyakan" seperti itu justru malah menunjukkan lemahnya fondasi kebenaran itu sendiri,Tetapi,akibat guru yang mengajar satu arah,Orang tua yang tidak suka berdiskusi dengan anknya secara egaliter,serta lingkungan yang juga "patuh 100 %".Mengakibatkan kita pun menelan mentah klaim yang ada,Sampai akhirnya diujung hari tua kita menyadari bahwa sebenarnya kita tidak mengetahui hidup yang dijalani berpuluh-puluh tahun itu bermakna apa.

Saya pun berusaha menerapkan kembali keingintahuan saya semasa balita di kehidupan saya sekarang dan seterusnya."ah masih ingusan aja..ga tau apa-apa." kata orang.Biarlah,daripada saya harus menyadari ketika renta nanti,Menyesali bahwa saya telah menyia-nyiakan hidup yang masih buram maknanya.Bukankah ini adalah pertanyaan semua orang? tak peduli umurnya.

Saya lalu berusaha menanyakan segalanya,Mengajak semua klaim yang ada untuk diadu dengan argumen saya,Semata-mata demi memperoleh kebenaran agung yang (saya yakin) dikehendaki semua orang."i think therefore i am" kata Descartes,"saya berpikir ,maka saya ada" dengan bertanya,maka kita sudah menunjukkan definisi eksistensi kita sebagai manusia yang menginjak dunia yang penuh dengan tanda tanya dan misteri ini.Dengan bertanya-tanya,saya sebenarnya hanya berusaha memaknai hidup saya yang singkat ini.By being a curious boy,till the day i die.

"Hidup yang tak pernah dipertanyakan,adlah kehidupan yang tak layak diteruskan.."
-Socrates


Stay curious,
salut,

MIRZA FAHMI

[+/-] Baca selengkapnya...

Senin, 16 Februari 2009

Lawan!

“…Dan kau iman yang menghamba pada keabadian pusara.Kubacakan serat korporat yang mengglobalkan angkara,rahim samsara yang terjaga pasca bencana,pasca iman disilaukan kilatan C-4 dan surga…..” -Megatukad (Homicide)

Salut,

Saya akan sedikit menceritakan apa yang sedang terjadi pada dunia kita sekarang ini.Kawan,Kita dijerat Neoliberalisme (sorry,no joke in my notes today..).Mungkin kita pernah dengar istilah ini sejak lama.Bahkan sudah hingga fase klise.Pasca 9/11 dunia memang selalu diperingatkan oleh banyak pihak dengan istilah ini.Dan saya sekarang menjadi salah satu dari pihak itu.tanpa bermaksud membuat pembaca bosan saya akan kembali mengingatkan apa Neoliberalisme itu dan dampaknya kepada kehidupan kita manusia merdeka.Singkat saja kok..

Tanpa maksud berlama-lama,saya akan langsung menjelaskan secara singkat,mengefisienkan kata tanpa bertele-tele bau tele.Neoliberalisme singkatnya adalah tatanan global ekonomi baru yang sedang berjalan di dunia yang kita tempati.Karakter utamanya adalah keserakahan tanpa batas,Kebijakan lintas tata aturan territorial dan nasional,Dilepasnya hak modal dari tangan negara ke tangan segelintir pemegang modal korporat multinasional.Sebuah new world order yang dikuasai Korporasi-korporasi raksasa dengan Amerika Serikat sebagai tukang pukul utamanya.

Pasca 9/11,Kita terlalu teralihkan perhatian kita kepada aksi-aksi ekspansif Amerika,Dan segala hal yang mereka klaim sebagai “War Against Global Terror”.Tanpa sadar bahwa pasca 9/11 sebenarnya tiada yang berbeda dengan aksi Amerika ini.Bukankah sejak dulu mereka selalu mengekspansi kekuasaan? Hanya alasan dan lokasi yang berbeda.Coba kita cek,Pasca PD II,Amerika mencanangkan “War Against Communism” dengan dilancarkannya Perang Korea,Perang Vietnam,Dan invasi ke Teluk Babi Kuba yang gagal (yang sejak itu selalu dicover-up oleh media).Soviet runtuh (berganti dengan Rusia yang lebih patuh terhadap pasar bebas).Amerika menginvasi Panama,Kolumbia,Nikaragua pada dekade 90-an karena untuk menggulingkan pemerintahan kiri yang berkuasa disana dan diganti oleh pemerintahan boneka.Mereka menamakan aksi itu dengan “War Against Drugs”.Dan terakhir,Invasi ke Irak,Afghanistan (entah kenapa kok ke negara sumber daya terus ya? hehe) dengan tajuk keren dan macho “War Against Global Terror”.Alasan mereka untuk dominasi global dan hegemoni kekuasaan selalu ditutupi tajuk yang heroik.

Dan berita bagusnya,Disetiap penaklukan barbarik itu selalu ada pihak-pihak yang membonceng.Para korporasi multinasional (including IMF,WTO,World Bank).dengan agenda mulia, antara lain Membuka lapangan kerja dan membagikan manfaat-manfaat sumber daya secara merata.Tanpa sadar bahwa kemudian negara yang ditaklukkan diubah haluannya sesuai keinginan segelintir korporat,Dihisap sumber dayanya besar-besaran dan hanya menyisakan sedikit untuk pribumi,Dan perjanjian-perjanjian dagang yang sekilas adil tapi kalo ditelaah sangat vampirik,diteken resmi untuk jangka waktu sekian dekade.Mission Accomplished.begitu terus terjadi berulang-ulang.

-Kebijakan ekonomi tiap korporasi multinasional bisa mengubah kebijakan suatu negara,Haluan negara,Bahkan konstitusinya-


Bahkan tidak usah jauh jauh,silakan lihat ke negara kita.Betapa kuat pengaruh mereka dalam kehidupan kita,Para mahasiswa yang sedang “kiri-kirinya” mungkin bisa berjalan-jalan dengan berteriak “ganyang modal asing!!!” hingga mereka kehausan dan (karena ga mau produk asing) membeli Aqua hasil dari mata air Gn. Salak (lokal banget,pikir mereka),tanpa sadar,mereka tak membaca label kemasan,Bahwa aqua diproduksi Danone,Korporasi multinasional Prancis.Bahkan saya yang sedang mengetik tulisan ini pun tidak memungkiri bahwa dikamar saya ada banyak barang-barang produksi korporasi yang bercokol di negara kita,antara lain: Lampu neon Phillips,Jeans Wrangler,Kipas Panasonic,rokok sampoerna (milik tuan Morris) etc.

Maka,kita melihat hari ini di negara kita,bahwa semuanya menjadi “industri”.Pelayanan kesehatan menjadi ‘industri kesehatan’.Penyediaan pangan menjadi ‘Industri pangan,pertanian ,dan agrobisnis’.Singkatnya,Segala neoliberalisme dan globalisasi ini sudah berarti penjajahan ruang hidup.Ideologi korporasi simple saja,LABA SEBESAR-BESARNYA.Melalui dominasi pasar dan sumber daya.Bukan pemenuhan lapangan pekerjaan,atau pemerataan manfaat,atau persaingan yang adil yang selama ini mereka gembor-gemborkan.Lewat manipulasi total terhadap segala perkembangan teknologi media dan informasi jugalah mereka mencitrakan diri sebagai agen yang mendorong kesejahteraan masyarakat.

Mereka sudah merangsek ke segala arah (McD di bandung,radius 1 km dari kost gue aja udah ada 3 outlet besar),Membuat segala hal diatas selumrah hujan dan matahari pagi.Bagaimana dengan pemerintahan kita Indonesia?(dengan pemimpin yang selalu mengusung “nasionalisme kerakyatan”).Setali tiga uang kawan,Negara kita hari ini lebih berkewajiban untuk mengontrol investasi global yang datang.Dan sebaliknya menelantarkan kewajiban untuk menyejahterakan rakyatnya yang (atas anjuran perjanjian dengan korporasi-korporasi) harus diserahkan kepada ‘pasar’.

Pemimpin yang sedari dulu mengaku nasionalis sebenarnya tak lebih dari tai kucing bunting (maaf).Megawati mengamandemen UUD 1945 yang pasal ekonomi sosialistis Bung Hatta,dengan pasal-pasal yang membolehkan masuknya modal asing dalam jumlah yang tidak ditentukan (pasalnya lupa,maaf).Dan ia masih PeDe membawa-bawa nama bapaknya ke setiap temu khalayak,Dan memajang nasionalisme pro-wong cilik sebagai tema partai.Prabowo support tani pada kampanye pemilu skrg,Apa dia udah lupa peristiwa represif kopassus kepada pengusaha mandiri jaman orba (menolak modal dan insentif asing) yang lalu dicap ‘kiri’? ,Dan ada yang masih bertanya kenapa saya memilih golput?

Kita pun melihat penyeragaman di kehidupan sehari-hari.Akibat brainwash bawah sadar tiada henti,Kita membeli produk itu,lagi,lagi,dan lagi.Produk yang akrab dimata setiap hari.Sementara kaum miskin semakin termarjinalkan,kaum saudagar sibuk mandi uang.Para petani Dipaksa menggarap tanah turun temurun yang ditinggali sejak zaman kuda gigit besi,tapi sekarang jadi milik korporasi.Melawan berarti militer siap menghampiri.Dan sudah tidak bisa dihitung lagi korban represi militer sejak zaman Orba dulu.pemerintah sekali lagi tak peduli,selama asset asing terlindungi,rakyat dikangkangi.Para petani beras hanya bisa makan gabah.Dan akhirnya banyak mati kelaparan tiap harinya di tanah yang kaya sumber daya.

Okay Wake up! Pahami yang terjadi!!! Sekarang!!! Buat perubahan!!! Saya tidak akan memaksa kita membuang barang-barang korporasi pribadi yang kita miliki.Saya sekarang Cuma ingin kita semua sadar dahulu apa yang terjadi di sekeliling kita.Negara kita negara kaya,Kalau tidak dikatakan terkaya.Masih bertanya kenapa banyak yang miskin?.Apakah semua itu masuk akal diterima logika?.lagi-lagi,saya ingatkan bahwa saya tidak menuntut perubahan gaya hidup yang ekstrem.Tidak meminta kalian memakai baju Che Guevara lalu turun ke jalan bakar foto Korporat dan blokir jalan protocol sambil membakar outlet-outlet McD sepanjang perjalanan.tidak.Hanya sedikit meminta kalian memikirkan kenapa ini bisa terjadi.saya rasa,sebagai langkah awal,satu-satunya cara melawan ketidakadilan ini adalah Identifikasilah diri sendiri dan komunitas sekeliling kita,Lalu pahami sebisa mungkin apa yang salah dan bisa diperbaiki untuk kedepan.And I’ll keep writing about this subject whether you like it or not.Mari kita lawan dominasi dari titik paling kecil! Waspadai tiap gejala!! Rebut kembali ruang hidup publi!! Perlahan tapi pasti!! (Maaf tidak detail bahasannya ,capek abis main smack-down..hehe)Sorry for any offensive words.
Seperti kata homicide :

“Organize our community,Empower our surrounding,Power to the people!”

Nb :kok dengan teknologi secanggih satelit mirip film Enemy Of The State,Eagle Eye (saya yakin teknologi itu eksis) Osama Bin Laden ga ketemu-ketemu ya? Pernah dipikirkan? Niat cari ga sih? Atau jangan-jangan…hehe..
Salut,


MIRZA FAHMI baru sadar bahwa Facebook juga korporasi.tapi mau gimana lagi dong?
(next topic: Mereka-mereka Yang Berani Melawan Hegemoni)


Btw,gue beberapa lalu udah nemuin motif utama Amerika melancarkan perang Vietnam,Pernah bertanya kenapa Amerika repot-repot melancarkan Serangan membabi buta kepada negara miskin? Cuma karena ideology? Benar,tetapi apakah Vietnam begitu strategis? Sehingga mati-matian diperjuangkan hingga pihak korban amerika sampai 56.000 org? lalu pergi begitu saja setelah kekalahan kecil?.Saya lalu melihat kondisi dunia saat seranga pertama tahun 1964-1965.Kebenaran tidak jauh.tinggal liat tetangga2 vietnam.Saya menarik kesimpulan invasi itu dilancarkan untuk sebisa mungkin menjauhkan falsafah komunis resistansi dari negara incaran sumber daya utama mereka.Indonesia tercinta.saat dimulai tahun 1965 indonesia diambang revolusi komunis (kapan2 gue jelasin soal G30s-analisis pribadi tapi- hehe).amerika panik,menyerang Vietnam hingga 1973 pasca pemilu yang dimenangkan telak Soeharto dan golongan karyanya yang sangat pasar-bebas.mereka tidak butuh Vietnam lagi ,Indonesia sudah ‘aman dari gangguan’.Any question? Hehe./span>

[+/-] Baca selengkapnya...

Minggu, 15 Februari 2009

"Mirza!!!..Pegang ekornya!!.."

Berikut adalah pengalaman saya yang terjadi belum lama ini.Nama pihak-pihak yang terlibat sengaja disamarkan atas permintaan yang bersangkutan.

Kost dikala hujan adalah rumus ampuh untuk tidur nyenyak,itulah yang saya alami pada jumat petang tanggal 13 kemarin.Friday the 13th memang gimmick yang pas untuk menggambarkan keadaan kost-an saya ketika itu.suasana agak senyap,adzan magrib si muadzin gaek masih bergulir di gendang telinga.terbangun setelah tidur sejak sore dengan ceana becek (becek? Becek celana saya tak sebecek pikiran kotormu!),saya mendapati kamar kost yang berantakan seperti kabin KRI Macan Tutul sebelum di-torpedo,dan kepala pening karena tidur sejak Kochikame (dan dubbing-nya yang brilian) masih tayang.

Mengecek internet sejenak,hanya untuk menemukan pesan macam “karena-besok-mau-valentine-jadi –kirim-coklat-ke-cinta-sejatimu-mmmuaahhh” berseliweran dimana-mana hingga hampir memenuhi screen.saya sendiri agak kurang antusias dengan ritual Ganteng-dapet-coklat-jelek-dapet-kata-kata-jahat (sinetron yang menjelaskan,bukan?) tahunan ini.Toh tidak akan ada yang berubah dengan dunia,Bangun esok hari pun hanya akan menemukan televisi dipenuhi oleh sinetron macam Ftv remaja (indahnya bintang muda dengan rok SMA yang dipapas mau nyusul be-ha) tema valentine.

Sebenarnya sih,ingin juga merayakan valentine,nonton Valkyrie,mungkin di PVJ,Sayang budget hanya cukup untuk Midnight movies di Niagara Theatre.mungkin menonton film yang sudah berusia puluhan tahun (gue pernah liat Niagara muterin Pocahontas,kebayang ga supir kopaja nonton midnight dengan si kenek dan filmnya ternyata Pocahontas?.).Tetapi sudahlah,saya akan tetap munafik dengan berkata saya masih mengalami kesulitan mencampur-adukkan tanggal eksekusi buronan jaman Romawi dengan hari cinta sedunia.

Mulas di perut mengantarkan saya ke kamar mandi,haaaahh.setelah beberapa senyawa kekuningan terjun bebas dari tabung reaksi.,saya merasakan lapar,dan adiksi rokok yang tak tertahankan.Yah ambil uang dari dompet lalu turun kebawah (kamar saya di lantai 2) untuk membeli rokok dan gorengan.Hawa magrib masih terasa,kebanyakan penghuni sedang di kamar masing-masing.lalu menuruni tangga dengan bersenandung lagu top 40 (thx to kamar sebelah yang selalu memutarkan music sejenis).ujung tangga sudah tiba,biasanya saya akan lompat gaya Mario-Bros pada anak tangga terakhir.Urung dilaksanakan karena sesuatu yang saya lihat di keset tangga..”aaaaaaaaaaahhhhh,uuaanjingggg !!! ulerRRRR!!!!”..

Histeria saya ampuh mendatangkan beberapa penghuni kost-an yang langsung bergegas ke tempat kejadian.”kenapa..kenapa???”..”itu apaaan tuh?”.ular itu sebenernya kecil,mungkin Cuma 40cm,Yang menakutkan saya adlah warna kuning cerahnya (sempat mikir,”kyaknya tadi berak udah di-flush deh”..)Dan gesture kepalanya yang siap mematuk.Gila..seperti terdesak,ia sudah bertekad melancarkan serangan jibaku,Saya yang terintimidasi,tidak bisa bergerak selangkahpun,Sudah seperti dunia koboi saja,Saya dan si ular seakan-akan ditengah duel senjata ala wild west dimana untuk sesaat,waktu seakan berhenti berputar.Hingga akhirnya salah satu kawan berkata “itu kan ularnya si A.”..benar juga,baru inget.memang terlihat familiar lawan duel saya kali ini

Si A memang terkenal di kost karena koleksi reptilnya.Saya yang agak takut memasuki kamarnya biasanya hanya berani mengntip dari jendela,Dan ya..ia memiliki ular kuning kesayangan.Yang ia beri makan curut tiap seminggu sekali.Tapi,kemanakah si A? ternyata,setelah diteiisik lebih jauh.Ia ternyata pergi main basket tanpa mengunci kamarnya!!! Itulah mengapa ularnya sedang kami kepung di lantai bawah.Terbayang di kepala saya rute Ular itu hingga sampai ke lantai bawah.

Jadi begini,Kost saya terdiri dari dua sayap koridor,2 lantai,Kamar si A terletak di koridor sayap kanan palg ujung,Saya terletak di koridor sayap kiri.Tangga terletak di tengah-tengah kedua sayap tersebut.Jadi,Bisa dibayangkan rute melarikan diri si ular adalah melewati 4 kamar sayap kanan yang para penghuninya sedang ayik mendengarkan lagu top 40 dikamarnya masing-masing (kebayang lagi sing-along kyak “seperti ular..seperti ular…” tiba-tiba ada ular beneran di pintu siap matok..)

Kembali ke TKP,Hampir semua penghuni kost sudah mengerubungi si ular (kecuali beberpa penghuni yang masih dikamar,tak sadar si ular hampir mampir ke kamar mereka).Ada yang membawa ember untuk memasukkan si ular kedalam sana dan mengurungnya.tepat ketika saya mengira dia yang akan mengeksekusi aksi pengurungan,dia berkata.. “Mirza,,pegang ekornya!!!”..woah,fuck you very much.hell no!.Anak-anak kost yang lain pun menyemangati.”ayo ja..kan lu yang nemuin ulernya,tanggung jawab men!..” “anjing men,knapa jadi gua yang tanggung jawab..gua Cuma mau beli rokok!”..”udah,laksanakan,ini perintah bung,! kau mau disangka desersi?!?..” anjing..saya seketika diposisikan sebagai tumbal.

Saya ambil posisi kuda-kuda seperti yang saya pelajari dari komik tinju Joe Yabuki.Terlihat bahwa ular itu bergerak aneh,ia seperti kelojotan,Mungkinkah sebenarnya ia keluar dari kandang karena kondisinya ini? Ia terlihat kelaparan.terkutuklah si A,sepertinya ini ular hanya mengikuti naluri bertahan hidupnya dengan melarikan diri mencari makanan.Ember telah disiapkan,semua menahan napas karena sebentar lagi akan menyaksikan aksi-aksi seperti di animal planet (yang kalo ga singa kawin,pasti nangkep buaya).rencananya,Kita akan menunggu ular itu terus berjalan sampai ke undakan tangga,dimana mulut ember telah menanti dibawahnya.Lalu,apabila si kepala ular telah masuk,saya akan mendorong ekornya,hingga seluruh badannya masuk ke ember.Manusia boleh berencana,tapi Tuhan berkeluarga.Inilah saatnya.

Si ular sudah mendekati mulut ember,Mengendap-ngendap dari belakang,saya tinggal tunggu kepalanya masuk.Kepalanya sudah masuk! Aba-aba menggema, “sekarang ja!!!!!”..ngomong sih gampang,Dengan gerakan gagap saya ambil ekornya,Sekejap saya merasakan kulit licin si ular,bulu kuduk berdiri tegak,Tapi saya tidak buang waktu lagi,dengan kelenturan pergelangan tangan ala pendekar Kho-Ping-Hoo,saya hentakkan si ular ke dalam ember.”woi..udah masuk nih.hahaha!!!!” Tapi malah,”eh pantat lu belah pinggir udah masuk!!,tuh palanya keluar lagi,tidaaaaaaakkkkkk!!!” mampus gua,kepalanya keluar lagi dari mulut ember!,sebuah pertunjukkan kekuatan otot leher yang luar biasa dari si ular (ular emang ada lehernya?).Namun,pahlawan sejati memang selalu datang belakangan,Salah satu kawan dengan agak gegabah kembali mendorong kepala si ular masuk ke ember,dan dengan sigap menutup embernya dengan keranjang cucian nganggur (ga tau cucian siapa) yang ada didekat situ.Mission accomplished.

Anak-anak memutuskan untuk menaruh si ember ular yang telah disegel dengan keranjang cucian dan ditempeli kertas bertuliskan La illa ha ilallah (beneran dikasih kertas beginian,mungkin terinspirasi segel Mak Lampir di Misteri Gunung Merapi).Benar-benar seperti Tim pemburu hantu dengan setting animal planet kami meletakkan si ember ular didekat kamar si A.dan memutuskan untuk meninggalkannya disana,Dengan niatan kalo siA pulang,kami semua akan menyidangnya akibat kelalaiannya.

Yah,segala ketegangan aksi pawang tadi membuat saya kebelet pipis.Sembari merenungkan yang baru saja terjadi,saya berderap ke WC dekat kamar.Berpikir kembali,Apakah motivasi si ular meloloskan diri? Bukankah dunia diluar kandangnya adalah dunia yang tidak ia mengerti? Apakah lapar adalah satu-satunya dorongan hingga ia menempuh perjalanan yang pasti berbahaya?

Saya membayangkan mungkin saja si ular itu mengerti esok adalah valentine’s day yang sakral.Dan ia hanya ingin mencari pasangan ular kuninguntuk menemani kesehariannya di kanadang kaca miskin udara,Mungkin pasangan yang selalu diimpikan ada di pet shop di Ciwalk,atau jalan Merdeka,Kasihan sekali.Terkadang dorongan untuk suatu kebebasan mungkin tak hanya dimiliki manusia.Mungkin ular juga,apabila senantiasa terkurung dalam kandang kacanya,ingin bebas untuk memahami dunia luar,pergi sejauh nalarnya bisa mencerna.tetapi,pelarian itu sudah berakhir seiring saya menemukannya diujung tangga.too bad….

Yah peduli setan,kenapa saya jadi kebawa pikiran mengenai motivasi reptile? Bodoh sekali.hingga tanpa sengaja saya menyadari fakta yang mengejutkan pikiran yang sejak tadi terfokus kepada keberadaannya dibawah tangga.Bagaimana caranya si ular bisa lolos?!? Bukankah walaupun tak dikunci,pintu kamar si A tertutup rapat?!? Dan kandang kaca itu pastilah juga terkunci.terkejut setelah menyadari ini,Bagaikan Sherlock Holmes saya berderap ke kamar si A,berusaha mencari celah di pintu maupun jendela,celah yang bisa dipakai si ular untuk melarikan diri,suatu celah yang bisa memuaskan rasa penasaran saya.saya gagal total,Tidak ada penjelasan logis yang bisa ditarik,Kandang tertutup rapat,Pintu tertutup (masa uler bisa buka kenop pintu?),jendela hanya terbuka di bilah kaca yang paling atas,Tidak mungkin ular lemah sepanjang 40 cm bisa menjangkaunya.

Seketika,hawa Friday the 13th menyelimuti benak saya.Mungkinkah si ular itu ternyata???Tidak,tidak,,pasti ada penjelasan logis yang bisa diambil! Saya hanya harus tenang,lalu dirunut secara perlahan-lahan kronologis ceritanya,mungkin dengan si A nanti.Ah,ya! Beli rokok! Hampir saya lupa,itu kan tuuan saya sejak awal tadi,beli rokok lalu hisap sebatang sambil berpikir secara logis,pasti rokok bisa membantu.Sebelum beranjak,saya melihat ember itu didepan kamar si A,ember yang saya yakini masih berisi si ular kuning yang penuh semangat.hahaha.pasti ada penjelasan logis! Pikir saya sembari menuruni tangga,yang lalu diakhiri dengan lompat Mario-bros seperti sediakala.

Haha.Rokok sudah ditangan,sembari menyalakan sebatang,saya langsung masuk ke areal kostan lagi.Saya akan berpikir lagi,mungkin sembari didiskusikan dengan kawan,Tetapi sebaiknya ketika sekalian menyidang si A.hehe…Masuk ke kostan,terlihat kawan-kawan berseliweran kesana kemari.wah..Biasanya ini pertanda anak-anak kostan akan main nih,Asik,tepat sekali saatnya,Setidaknya bisa membantu saya melupakan perkara ular-ularan tadi.bertanya saya serta merta.”woi..mau pada kemana? ngikut dong!!!”..”anjing tai! Ini lagi sibuk nyet,Ularnya kabur lagi,!!!!embernya kosong!!” Friday the 13th indeed…

Salut Goosebumps,

MIRZA FAHMI menolak nonton animal planet lagi

[+/-] Baca selengkapnya...

Hujan Hari Ini

Maka izinkan aku bertanya tentang mati
Karena Hujan hari ini,tiba kelewat dini
Muramkah mereka bila suatu saat terlupa?
waktu terbit tawa lagi ditengah kita.

Maka izinkan aku bertanya pada mati
Karena hujan hari ini,datang hampiri seperti lempari
Bilakah daun gugur telah diinjak lagi?
Tiap senyap tangis toh pasti berganti..

Maka izinkan aku bertanya pada mati
Karena hujan hari ini ,mungkin hingga sore nanti
Sampaikah Tanya ke telinga mereka?
Atau pun akhirnya tak soal lagi disana..tahu ini cukup buat yang pergi saja..

Maka izinkan aku bertanya tentang mati
Karena hujan hari ini tidak dikehendaki
Bila sisa yang mati selalu teriak lantang..bergaung ditepi tiap kehilangan,,
“Lihat ke atas,sinar yang terang..…lihat ke atas,sinar yang terang……..”

Maka izinkan aku bertanya tentang mati.
Karena hujan hari ini tidak aku nikmati..



R.I.P Mukhlis Ashari




MIRZA FAHMI

[+/-] Baca selengkapnya...

Kamis, 12 Februari 2009

dji sam soe

Setan,lagi-lagi kesiangan..
Rokok habis,tak ada lagi di genggaman..
Tak suka aku dji sam soe..
Tembakau nyelip di gigi aku tak mau..

Nyalakan tv,ada berita pagi
Pertandingan live Persib-Manchester city
Gila! Bisa-bisanya sekarang ada pertandingan eksibisi!
Siliwangi dipenuhi biru-biru..
Ada orange satu,lambai kamera sekali,langsung diburu
Pertandingan seru sekali
Saling ganti serang menyerang antar lini
Bahkan,Ahmad si security tuli ikut bernyanyi

Ia kelahiran Nagrek,Tuli kupingnya ketumpahan bandrek
Lorenzo Cabanas ditekel bek City!
“ayo semangat” penonton meneriaki..
kuping Ahmad kira “awas Granat!”..fatal sekali.
Ahmad yang panic berondong kanan-kiri
Bobotoh disangka Amrozi
"makan..ini teroris!!!
pekik Ahmad,penonton mati berbaris-baris

Penonton tak sudi
Mereka buru ahmad si security tuli
Ahmad terdesak semakin babi-buta
Berondongan ia kena semuanya
Bahkan pemain City semua regang-nyawa
Hingga malam turun,ahmad masih berjaga-jaga
Takut ada serangan kedua
Tuli kupingnya tajam hatinya

Rupa-rupanya negara kita dikecam dimaki
Oleh Inggris,yang kehilangan pemain City
Ultimatum 24 jam,ahmad harus dihukum rajam
Indonesia tidak janji
Wong tentara saja mati lawan si tuli
“Bisa tentara Cuma main gaplek
Bukan lawan yang tuli gara-gara bandrek!”
PBB buat resolusi tetap tak jadi-jadi
diusir kita dari PBB karena si security
Inggris murka lancarkan tentara
Buat habisi Ahmad dan kuping lancangnya
Negara lawan sekuat tenaga
Tak mau kita dijajah lagi,kita bela si tuli sampai mati!!!

Bom F-16 bergelegaran di Jakarta
Dibalas Sukhoi utang yang baru servis bautnya
Pilot tak terlatih,dikejar rudal tertatih-tatih
Niat rudal ke kapal perang,malah rudal ke negeri seberang
Tambah musuh,tambah rusuh
Amerika invasi masuk dari Aceh,
“halo kami datang mau kasi oleh-oleh,,”
Oleh-olehnya berlebihan,rakyat Aceh bergelimpangan
zikir doa tak berguna
Tuhan sedang tak bawa senjata
dan motornya sedang dipinjam anaknya
untuk digadai,bayar SPP SMA
Singapura datang dari utara
Rudal satu,Jakarta belah dua

Para petinggi saksikan dari udara
biasa..Yang muda sengsara,yang tua tetap bicara
Ah,stasiun TV telah diduduki!! Tv ku tak nyala lagi
Dengar-dengar tentara kini tiba di gerbang bandung
Sial,ngotot aku tak mau murung
Lebih baik keluar,cari rokok kiranya mampu bantu
Mau juga aku dji sam soe
Karena aku dengar itu nama cina
Bukan
Nama
Jawa.

[+/-] Baca selengkapnya...

Rabu, 11 Februari 2009

"gua setut lu!!"

Oke..ketemu lagi.sudah siap dgn flashback selanjutnya? Jujur ini adalah flashback titipan seseorang..haha.mari kita selesaikan agar saya tidak ada hutang lg kpd yg bersangkutan,sekaligus menuntaskan sejumput dendam lama kepada yg akan saya bahas pd cerita dibawah.sejumput dendam,juga misteri.dan diakhir cerita,saya akan minta bantuan saudara pembaca.

Mari kita menaiki mesin waktu kita,kembali ke era saya.kurg lebih kelas 1 SMP,yah taroh aja 6- 7 tahun yg lalu.sejujurnya cerita2 sewaktu SMP mustahil untuk semuanya dituangkan disini,,Selain karena jumlahnya yg diluar satuan jumlah,Juga karena ingatan pribadi dan memori komputer saya tidak akan kuat untuk menampung semua cerita yg ada. Mungkin seiring berlalunya waktu,saya akan mengusahakan semua cerita2 td bisa tertuang di notes ini.

SMP saya terletak di Jalan Otto Iskandar Dinata
(biasa disingkat otista saja).Merupakan jalan pilihan utama yg dilalui Apabila kita akan ke ciputat dari arah Pamulang.Bila anda melewati jalan tersebut,Dan lalu melihat Toko Pemancingan Rizky (hehe) di sebelah kanan dan Optik kecil,maka anda akan menemukan gang kecil tepat disamping bengkel mobil yg cukup besar.Masuk ke dalam gang,kurang lebih 150meter anda akan menemukan palang penyambutan,Gerbang hijau,Dan warung nasi kecil2an milik ibu2 yg telah uzur,beserta pembantunya yg jauh lebih uzur. Disitulah SMP saya terletak,Cukup strategis (akses cabut banyak).

Oke,cukup latar belakangnya.Alkisah,saya masih duduk di bangku kelas 1.Sedang berjalan pulg dari sekolah (siang2,gtau ada acara apa,biasanya pulg sore) dengan 2 org karib saya.sebut saja Pranda dan Aga.Selayaknya anak kelas 1 SMP yg lagi lucu2nya,saya rasa adalah kewajiban saya terlebih dahulu utk menjelaskan gmana ciri2 kita pada saat itu.

Saya saat Itu sedang tergila2 dengan sepatu Homyped dilengkapi perekat Velcro tahan basah warna hitam,karena saat dipakai terasa amat ringan dikaki.Saya sewaktu itu hampir tidak pernah memakai kaos kaki krn menurut saya tidak efisien (di kelas nyeker,solat juga ga dpake kan?,main bola terus lagi,guna kaos kaki jd buat apa dong?).Baju rapih dimasukkan,dasi hijau sekolah kebanggaan bergantung2 di leher saya.saya yg sewaktu itu sudah br-minus cukup besar selalu memakai kacamata ber merk MICKEY MOUSE (sumpah ga boong) krn desainnya yg unik.

Pranda Mulya Putra Garniwa setai tiga uang,Baju rapih,rambut belah tengah ga niat,rambut kecoklatan,memakai sepatu Kodachi (merk negara mana wallahualam) yg hampir dijadikan sarang oleh kecoa rumahnya.Tas backpack biasa(palg isinya 1 buku buat main liga2an ama tool-box tamiya,maklum lagi booming berat).ciri fisik palg khas dari Pranda sampai skrg masih bisa ditemui,jadi tidak usah saya bahas(haha).Yg palg menarik perhatian adalah karib terakhir.

Aga Rasyidi Sukandar yg memakai sepatu kappa (ringannya kyak sepatu kungfu) dan kaos kaki selutut (maen bola dimana,tong?),Baju rapih bukan alang kepalang(ke sekolah bawa setrikaan kali),Rambut belah tengah pantat Madonna (kalo ini niat belah tengahnya),dan tampang alim seperti lulusan pesantren di Kairo,tas pastilah berisi segala macam buku (rumus cepat fisika,kimia ,biologi,teknik nuklir,dll haha ).benar2 kebanggaan keluarga Sukandar.

Mungkin ada yg nanya Kenapa saya harus repot2 menjelaskan karakteristik karib2 saya? Terutama si Aga?karena ini amat berkaitan dengan situasi yg akan saya jabarkan segera.Jadi di hari yg cukup terik itu,kami berjalan berdamping2an selayaknya karib2 yg masih jernih pikirannya.Mengobrol ttg apa saja,mau SMA dimana,persiapan menyambut liga sepakbola internal sekolah,tamiya,smack-down,dll.tanpa menyadari ada espass meluncur dr arah sekolah (belakang kita)r dgn kec. Kurg lebih 15 km/jam (ga seru ya? Silahkan tambahkan sendiri 1 nol dibelakangnya,mungkin anda bisa merasakan kepuasan tersendiri)

Obrolan sedang asyik2nya,Kami baru menyadari keberadaan si espass ketika semua sudah terlambat…braaakkkk (sebenernya ga segini bgt suaranya).si Aga ketabrak!!! (kaki lemasnya berbuah ia tersungkur 2 jngkal ke depan) Lucunya,setelah menabrak,barulah si sopir membunyikan klaksonnya (kebalik babi!).Si aga yg terlihat agak shock marapikan pakaiannya yg agak kusut sembari berusaha memahami apa yg baru terjadi (mungkin juga istighfar beberapa kali dlm hati,atau mungkin juga baca juz amma sekalian menyempurnakan hafalan yg diujikan minggu depan).Mukanya yg terkejut pus belah tengah kusut mungkin memancing kemarahn si sopir (lho kok dia yg marah?)….”woooiii..lu udah SMP bukannya tambah pinter malah tambah bego!!!! liat2 klo jalan (emang gua punya spion?,kontol)..” terlihat anak2 SD yg dia angkut tersenyum geli melihat para kakak2nya dihakimi si sopir (yg jelas2 pelakunya).Si Aga yg (dulu)bermoral mengikuti sunnah nabi segera meminta maaf kepada si sopir licik (muka si sopir kalo diinget2 kyak sersan jahat di film PLATOON)..”iya maaf pak,ga liat (emang ga liat lah kan dibelakang lu ga,you fucking geek!)…” sopir tidak menjawab,ia memilih injak kopling,ayun perseneling.lgsg jalan lagi.

Haha,bencana telah berlalu pikir kita bertiga.saya dan pranda serta merta mencela,”bego sih lo ga! Hahaha..kalo diceritain ama anak2 pasti pd ketawa…haha”.Tetapi mengapa espass didepan berhenti? Mungkinkah azab bisa menimpa dalam waktu begtu cepat? Mungkinkah tiba2 si sopir muntah belatung lalu meledak seperti telur bebek dlm microwave? (hidayah lg nge-hype abis).ternyata tidak,Ia memundurkan mobil,kembali ke posisi semula,dan penuh angkara ia berkata…”gua setut lu!!! Lu ngomongin gua!?! Ngatain gua bego!?!?!...”. setut? Apa itu setut? Ada hubungan darah apa dia dengan tutut (siti hardiyanti rukmana)? Lagian Cuma ditabrak ko jd urusan dgn kel.cendana bgini? Apa dikira kita telah berlaku makar dengan ditabrak espass ijo?

Apapun artinya,kita yg sudah ciut segala nyalinya pun mengelakkan tuduhan yg diajukan “engga pak..engga kok,kita ngatain dia.(sembari nunjuk si aga .”..”awas lu ya ngatain gua!!! Gua setut lu?!?!” another setut.another mystery.dan mobil espass pun pergi,kyaknya yg mendengar kita mengucapkan kata bego adalah anak2 sd itu,lalu mereka bilang kata bego itu kita tujukan kpd si sopir.(anak SD biadab,katanya SD islam,,,).Kita pulang penuh dgn kebingungan,selain dendam kepada sopir yg sejak itu kita panggil “si setut”.

Waktu berlalu,hampir semua kawan SMP sudah mengetahui kejadian yg melibatkan kita bertiga,dan si setut.Kita tidk pernah bertemu lg dengan si setut sejak kejadian itu,ada yg bilang mobinya jatuh ke danau pamulang lah,dirampok lah,Sakit misterius lah,dll.yg pasti,kita sering liat mobil espass nya terparkir tak berpenghuni saat kita istirahat siang (biasanya kita coretin gambar mr.P di jendelanya,dilepas2 pentil bannya,di ludah2in,dll).sampai pd waktu kelas 3 saya meihat a melintas ketika duduk di bangku milik TK sekolah kami,saya yg agak dendam,berteriak “woiiiii..kera!! dajjal! (makian islami bgt)..”tetapi itu hanya berbuah saya ditegur oleh guru TK yg jaga,dan saya tidak pernah ketemu si setut lg sejak itu.

Akhir kata,misteri masih berkata,saya sampai skrg pun masih bertanya.apakah arti setut itu sebnerny? Saya pernah meihat kawan kehabisan bensin mtornya,yg lalu minta di”setut” oleh kawan saya yg satu lg.Kawan saya segera mendorong footstep mtor yg habis bensin dengan kaki seiring dia mengendarai mtor juga mengiringi si “korban” habis bensin.

bila itu arti setut,trus apa makna si setut dulu?, apakah “gua setut lu!!” bermakna :”gua bkal dorong dgn kaki footstep lu,biar lu cpet nyampe rumah,seiring gua kendarai ini espass ijo”.Berarti bahwasanya itu bukan makian,melainkan tawaran pulg bareng,yg walaupun kedengaran kurang aman metodenya,tp patut diprtimbagkan.tetapi,apakh dia tidak menyadari bahwa seculun2nya kita dulu,tak mungkin kita memakai footstep mtor sbg aksesoris pakaian? Jadi,apa yg hrus didorong??apakah ikat piggang hitam saya yg kepanjangan ia asumsikan sbg footstep? Kenapa ia bisa salah? Apakh ia rabun? Kalo rabun,kenapa diterima jadi sopir anak SD yg notabene rata2 tidak berdosa dan tak patut dibahyakan?apakah ini konspirasi SD skolah saya utk menghabisi anak2 SD “tertentu”???dengan mengumpankan mereka pd oknum sopir rabun??

Nah,kita cross-check.bagaimana kalo yg dia maksud dgn setut itu adalah “pukul” atau “tabok” atau “smack!” atau “hajar,bakar,sepak,terjang,berang-berang” ? maka kita akan menemukan keanehan pd contoh teman saya yg kehabisan bensin.ia kehabisan bensin lalu minta “eh,setutin gua dong”,apakah berarti ia minta “eh,pukul gua dong” atau “eh,hajar gua dong”.kenapa ia harus berbuat destruktif seperti itu? Sebegitu putus asakah ia sehingga ingin bunuh diri karena habis bensin motornya? Ataukah ia mempunyai janji sehidup semati dgn si motor? (motor mati = pemilik mati)? Apakh ini trend terbaru? Sejenis trend bunuh diri massal bermotif motor sebagai spiritualitas (mungkin nama nabinya jadi Lia Motor)?

Lalu,nama apakah yg seharusnya kita pakai utk menggantikan nama si ‘setut’? apakah si “tabok,hajar,terjang,sepak” atau si “gua bkal dorong dgn kaki footstep lu,biar lu cpet nyampe rumah,seiring gua kendarai ini espass ijo”.?????misteri yg benar2 pelik..

Mengerti kebingungan saya? Help,anyone?

Tetapi,dibalik itu,berkat insiden ‘setut’.selain mempererat persahabatan saya,aga,dan pranda (terikat tali hubungan per’setut’an),saya pun bisa mengenang masa2 dahulu sesekali,kala terik siang Aga ditabrak dari belakang..dan si sopir berkata penuh angkara (dan segala misteri kata2nya)… “gua setut lu!!!!”..

Salut tangan kiri,

MIRZA FAHMI yg kemarin tdur ga pake kolor,lalu kejatuhan jam dinding tepat di si “fredo”nya..


[+/-] Baca selengkapnya...