Mungkin sekilas posting ini seperti rumus Fisika ataupun teori-teori tentang penciptaan alam gitu, namun sesungguhnya ini hanyalah pengamatan saya dari beberapa kejadian dan peristiwa yang telah menimpa hidup saya selama ini, dan minimal hal ini benar -benar terjadi kepada hidup saya,setidaknya.
Dalam dunia ini, ada dua hal yang diciptakan saling berpasangan, atau berlawanan, misalnya air dan api, dingin dan panas, baik dan buruk, mujur dan tidak mujur(mulai asal)hehe.Ya, intinya kita selalu menemukan dua hal yang berlawanan yang terjadi dalam hidup kita, dan itu memang benar kan?
Kalau saya coba runut dari jaman dahulu, dalam kehidupan saya selalu saya jumpai hal-hal yang menarik mengenai hal yang berkaitan dengan keterbalikan ini. Sebagai contoh, misalanya dalam suatu minggu saya telah mengalami hal-hal yang menyenangkan dalam suatu bidang yang saya geluti contohnya dalam karir musik saya, namun disatu sisi harus ada yang di "korbankan" dalam kehidupan saya, misalnya dalam hal asmara saya mengalami "ketidak-senangan", dalam hal pelajaran saya mengalami "kekurang-baikkan". Dan pada minggu depannya lagi saya mendapatkan nilai-nilai yang baik dalam pelajaran, namun disatu sisi kehidupan pertemanan saya justru "terganggu".
Ya, kadang memang kita tidak bisa menempatkan suatu kebahagiian secara absolut. Pasti tuhan telah merencanakan suatu hal dengan baik-buruknya, dan saya jadi mengingat suatu firman bahwa Tuham selalu menciptakan sesuatu berpasang-pasangan.Ya, mungkin saja itu berkaitan juga dengan segala sesuatu yang kita alami.Oleh karena itu janganlah kita merasa bahagia secara berlebihan, karena tuhan sesungguhnya telah menciptakan dan merencanakan sesuatu keterbalikan yang tidak dapat kita hindari.
Aga
Rabu, 18 Februari 2009
Hukum Keterbalikan
Jumat, 13 Februari 2009
Galau Gemilau
Entah kenapa kini terpikirkan olehku
"Kadang aku kurang pandai bersyukur"
aku terkadang lelah
hanya berucap serapah
aku terkadang iri
hanya bertatap diri
kini mereka, yang pernah ada
kini siapa? yang tak pernah ada
semuanya berkumpul di tengah2 lapangan bola
mereka hanya lupa, siapa saya
ya mereka hanya lupa
tuhan tidak pernah lupa
jadi untuk apa aku berteman?
lebih baik aku bertuhan
bukan berteman tuhan
tapi bertuhan
Jum'at, 13 Februari 2009
-Mataharibisu-
sedang galau
Hahaha Kalian!!
jangan jadi banci, saya salah langsung dikebiri
memangnya dunia ini milik diri sendiri?
seperti tidak tahu arti
dulu waktu bermain sepakbola
kau berlaku seenaknya
sekarang rasakan akibatnya!
jadi apa kalian semua?
haha, gagal
kurang ajar bermain binal
saya tendang gawang sendiri
kalian haha hihi sana sini
sekarang rasakan akibatnya!
untuk apa berbuat semena-mena
aku dulu bukan jagoan bola
kinipun bukan jagoan bola
esokpun mungkin bukan jagoan bola
tapi kalian untung saja masih sibuk tertawa
haha kalian!
rangkaian kata-kata, mari main kata-kata
Aga dan inovasi barunya
Sentuhan Hangat Di Pagi Hari Jakarta
Seperti biasa satu hari menjelang UAS saya pasti selalu membuat catatan-catatan tidak penting, namun harus diresapi untuk diwaspadai.Entah mengapa jiwa menulis saya selalu tinggi kalau menjelang UAS.Seperti catatan sejarah nge-band saya yang ditulis satu hari sebelum UAS character building, kali ini catatan dibuat satu hari sebelum UAS Statistika yang pasti mudah(songong).
Judul diatas bukan puisi, sebenarnya tulisan ini ingin saya post ke surat pembaca di Kompas, tapi mungkin ditolak karena terlalu ringan.Kalah berat sama surat seputar penipuan hadiah atau layanan pro-XL yang buruk.hehe.
Ini kejadian nyata yang menimpa saya sekitar beberapa bulan yang lalu, saat itu Rabu pagi kalau tidak salah, sekitar pukul 8 saya berangkat dari rumah menuju kampus yang letaknya sangat jauh, kejadian buruk pertama ialah motor saya seperti biasa tidak bersahabat sehingga keinginan saya untuk melenggang ke kampus dengan nyaman gagal, dan perjalanan harus dilalui melalui moda transportasi yang menurut saya tidak efisien untuk kehidupan di jakarta yang serba cepat, yaitu angkutan umum.
Untuk diketahui bahwa lama perjalanan dari rumah-kampus kalau menggunakan angkutan umum bisa mencapai satu setengah jam, hampir sama seperti jarak jakarta-bogor, saya agak menyesal kenapa tidak kuliah di IPB saja kalau begitu. catatan penting untuk gubernur DKI Jakarta, seharusnya beliau memberi perintah kepada dishub untuk melarang angkutan umum untuk ngetem, sebab dengan angkutan umum yang nge-tem sembarangan, kasian penumpangnya dong.Mau buru-buru tapi jadinya malah kesal sendiri dijalan.
Alhasil, saya mengalami perjalanan yang menjemukan.macet+ngetem adalah hal buruk yang menimpa saya pagi itu, jadi agak was-was apakah jadwal kuliah jam 9 akan terkejar.Akhirnya sekitar pukul setengah 9 lewat , saya baru sampai daerah Simprug(sekitar 20 menit lagi dari kampus).Disana pun saya harus kembali menunggu Metro Mini yang sangat Limited Edition. Saat itu menunggu Metro Mini ibarat menunggu bintang film pujaan, yang kalau lewat pasti dikejar2 dan dicium2 dan dimintai tanda tangan(ga sampe gitu sih)haha.
Setelah menunggu hingga pukul 9 lewat(udah hopeless telat kuliah shift pertama), akhirnya bintang film pujaan pun datang dengan gagahnya.Metro Mini 70 BlokM-Joglo datang! Saya senang bukan kepalang,para calon penumpang lain pun sama girangnya dengan saya, ada yang berlinang air mata, sujud syukur massal, dan saling berpelukan, yah euforia yang tidak berlebihan nampaknya, melihat perjuangan kami yang begitu gigih menunggunya. Tapi.. saya melihat ada yang aneh dengan Si Metro itu, ia miring! saya berpikir mengapa ia bisa miring, apakah ia mabuk? atau mengalami gangguan jiwa? ah tidak mungkin, Metro Mini kan kendaraan, saya lantas berpikir positif saja. Ternyata Metro itu sudah berisi penuh, sangat penuh. Penumpang didalam seperti sedang menonton konser.Untung saja tidak terjadi crowd Surfing di dalam metro mini.
Akhirnya saya memaksakan diri naik, soalnya kalau saya bermanja-manja dan berkata"Ah penuh ah mas" atau "Ah ngga mau ah, metronya bau" saya tidak akan kunjung sampai ke kampus.Dengan Kata Lain tidak ada pilihan. SAya masuk, dan benar saja , saya harus berdiri berdesakan.Saya sadar katanya di Metro Mini banyak Perampoknya, maka saya taruh tas di depan perut saya. Sebelumny saya mengamati orang2 disekitar saya, melihat orang2 yang berpotensi intuk saya nominasikan ke anugrah copet hari itu.Yang saya lihat hanyalah ibu2 muda yang duduk, dibelakang saya ada seorang bapak kantoran middle class dan arah jam tujuh saya ada seorang anak muda bergaya melayu kekinian(Polo Shirt Pink, Rambut Charlie Van Houten, Kulit selegam coklat van houten juga).dan tidak ada yang perlu dicurigai.
Saya tenang saja didalam bis yang lebih ramai daripada gigs itu,sampai akhirnya di depan Belezza Shopping Arcade Permata Hijau si Anak melayu kekinian itu mulai beranjak dari tempat duduknya.Saya pikir ini anak ngapain turun di mal pagi2 gitu. apa mau gaul namun kepagian? saya hanya berpikir positif saja , mungkin ia ingin menjadi pengunjung pertama mal tersebut dan mendapat piagam dari manajer mal, yah bisa saja terjadi. Dalam posisi berdesakan, saya mulai mencium gelagat aneh, mengapa ia tiba2 jadi berdiri mendesak-desak gitu, saya yang berdiri di depannya agak resah, bukan karena takut di copet, tapi karena di depan saya ada mbak2 spg yang memakai rok rada pendak, saya takut dikira cabul dan ditampar mbak2 itu. saya tegang dan mulai menjinakkan desakan2 dari belakang.Sampai akhirnya si Anak melayu kekinian itu mengetuk kaca MM dengan logam yang berbunyi nyaring, kontan bis berhenti secara tiba2 dan kedaan di dalam Bis agak kacau balau, terjadi dorong2an hebat seperti di konser Beside di Bandung.
Lalu ditengah Suasanan riot tersebut dan takut akan melakukan dosa dipagi hari dengan berlaku cabul dengan mbak2 SPG, saya tiba2 mendapatkan sebuah "cengkraman" yang tak terduga.Bokong saya di-grepe oleh si melayu kekinian tersebut, rasanya sungguh menyakitkan, saya agak shock dan sedikit menggelinjang.SAya lalu baru sadar ternyata si AMK itu dalah nominator copet yang saya cari daritadi, untung saja dompet sudah saya taruh di kantong depan, jadi pencopet itu langsung menyentuh "Dompet" pribadi saya. saya bersyukur kepada tuhan karena masih memeberikan saya kesempatan untuk jajan di kampus. Saya melihat muka si AMK di luar bis, mukanya tegang2 pucat gitu.kasihan sih emang, pagi-pagi malah asusila sama remaja pria.haha
Pesan moralnya, hati-hati ya kalau naik Metro Mini, naro dompet jangan di kantong belakang.
sekian
Aga
Opini Pribadi Saya Tentang GIGS Jakarta
Tulisan ini lagi-lagi saya buat karena iseng(iseng tapi nulis terus)haha..sekarang mungkin banyak pro kontra tentang Gigs(acara band berskala kecil biasanya di cafe atau restoran kecil) yang amat mewabah di jakarta, banyakk yang mulai muak dan tidak setuju karena frekuensinya yang sudah terlalu sering sehingga menjurus kearah membosankan , atau pengorganisasian acara yang buruk,ataupun sebab yang lainnya.Namun ada pula teman2 yang setuju karena di acara gigs ini lah scene indie di jakarta dapat berjalan terus.
Secara pribadi, saya juga mengalami main-main di gigs di seputaran jakarta akhir-akhir ini.Mungkin kalau dibilang bulan januari kemarin hampir setiap minggu saya bermain di gigs2 yang tersebar(hanya di beberapa tempat) di Jakarta, dan tanggapan saya ialah, acara-acara tersebut adalah sama saja pada dasarnya! ya, sama saja, walaupun namanya berbeda-beda, ambillah contoh ulang tahun salah satu band baru terbentuk di jakarta format acaranya sama seperti acara komunitas yang dibikin seminggu sebelumnya, nothing different, dari mulai band yang main, waktu acara, format acara, semuanya.Padahal saya berharap sesuatu yang lebih, minimal ada cara potong kue kek atau apa gitu, eh sama aja taunya.haha
Mungkin banyak temen-temen di scene indie jakarta sekarang melakukan serangkaian aksi protes dengan gigs yang sudah sangat menjamur dan mulai berjalan tanpa arah yang jelas, malah ada yang sampai bilang "Kalau ga berskill mendingan ngga usah main deh"..wtf?? siapa yang berani jamin orang ga berskill ga bisa menghibur? Kita mungkin bisa membandingkan band seperti minor threat, apa sih istimewanya skill mereka bila dibandingkan dengan level42, atau Emerson lake and palmer atau Incognito? ya tapi Minor Threat masih punya basis masa dan fans tersendiri yang loyal,karena para fans itu suka dengan musik Minor Threat, simple saja.Sebenarrnya masalah serius yang dihadapi sekarang BUKANLAH persoalan, band apa yang main, atau seberapa berskill kah yang main, atau seberapa hebatnya sebuah band mengatur amplifier, atau seberapa sok ngartisnya si band yang tampil.Namun masalah yang sebenarnya saya tangkap ialah..seberapa terampil dan cerdasnya EO dan Panitia yang membikin suatu acara itu bekerja.
Sebelumnya saya minta maaf kalau tulisan saya ini agak ekstrim, namun saya sesungguhnya inngin yang terbaik untuk scene kota kta tercinta ini. Ya sekali lagi saya tekankan, seberapa pandainya EO mengatur acara yang meraka buat agar berjalan dengan baik. Banyak acara yang saya lihat sekarang yang kurang lebih saya bisa menarik benag merahnya,yaitu kinerja panitia acak2an, tidak professional, membiarkan rundown ngaret hingga dua jam lebih, menyewa sound system kacangan, memuat terlalu banyak band kolektif sehingga muatan acara menurun, dan taktik mereka yang"memeras" duit dari para band2 kolektif. Ya itulah sebenarnya masalah yang saya tangkap.
Saya lihat teman2 juga banyak yang membandingkan gigs tahun ini dibandungkan dengan gigs jakarta medio 2000-2007, mereka menyebut ditahun itu gigs terlihat lebih asik dan lebih seru untuk dikunjungi..ya dan mereka bilang juga bhwa band yang main lebih berskil katanya.Saya pikir ngga juga sih, banyak jug band2 jaman itu yang skillnya pas2an(saya juga sempat mengikuti beberapa gigs indie di jakrta medio 2005-2008), namun perlu dicatat, seberapa terampilnya EO jaman dulu dalam mengorganisir acara, mereka membuat suatu acara dengan perencanaan matang. ambillah contoh Goodfest, atau Headbangers in Hell, launching album Friends Of Mine, yang saya cermati, acara-acara tesebut memiliki bobot lebih karena temanya jelas, Panitia bekerja sangat professional, mereka menjuunjung tinggi rundown, sehingga mereka tidak akan menarik band terlalu banyak, mereka malkukan pemilihan dulu terhadap band yang akan main, karena mereka memikirkan aspek kenyamanan penonton,dan juga band-band yang main, waktu2 tak terduga seperti gagal check sound atau apalah, ya mereka sangat memikirkannya, sehingga tidak mau ambil resiko. Itulah sebenarnya yang membuat gigs di jaman itu selalu asik untuk dinikmati.
Sebenarnya menurut saya sah-sah aja sih menarik band banyak2 dalam suatu acara, ya sebutlah Soundrenaline atau Woodstock, berapa ratus band yang tampil distu? Ya tapi itu semua tentu sudah dipersiapkan dengan matang, kalaupun dalam suatu gigs akan ditampilkan banyak band(lebih dari duapuluh) ya justru harusnya kinerja panitia malah dituntut lebih berat dan harus bisa lebih professonal (Ya, kata "PRofessional" adalah kata yang sering diucapkan panitia gigs apabila ada masalah dengan band yang akan tampil seperti telat datang, seharusnya panitia prepare dari awal dong tentang segala macam kemungkinan seperti telat dll, harusnya dibuat sanksi atau perjanjian apalah untuk si band nya).
Solusi saya untuk masalah ini sebernanya sudah sangat jelas sekali dibahas di paragraf atas, tinggal teman2 menarik kesimpulan sendiri.Sudah saatnya kita sebagai orang2 yang selalu mengikuti dan menikmati perkembangan indie scene di jakarta berbenah diri, terus menjadi lebih baik dan tetap support satu sama lain, semoga saya harap kualitas acara gigs kedepannya akan selalu menjadi lebih baik dan baik lagi.
dengan penuh hormat,
Aga