Berikut adalah pengalaman saya yang terjadi belum lama ini.Nama pihak-pihak yang terlibat sengaja disamarkan atas permintaan yang bersangkutan.
Kost dikala hujan adalah rumus ampuh untuk tidur nyenyak,itulah yang saya alami pada jumat petang tanggal 13 kemarin.Friday the 13th memang gimmick yang pas untuk menggambarkan keadaan kost-an saya ketika itu.suasana agak senyap,adzan magrib si muadzin gaek masih bergulir di gendang telinga.terbangun setelah tidur sejak sore dengan ceana becek (becek? Becek celana saya tak sebecek pikiran kotormu!),saya mendapati kamar kost yang berantakan seperti kabin KRI Macan Tutul sebelum di-torpedo,dan kepala pening karena tidur sejak Kochikame (dan dubbing-nya yang brilian) masih tayang.
Mengecek internet sejenak,hanya untuk menemukan pesan macam “karena-besok-mau-valentine-jadi –kirim-coklat-ke-cinta-sejatimu-mmmuaahhh” berseliweran dimana-mana hingga hampir memenuhi screen.saya sendiri agak kurang antusias dengan ritual Ganteng-dapet-coklat-jelek-dapet-kata-kata-jahat (sinetron yang menjelaskan,bukan?) tahunan ini.Toh tidak akan ada yang berubah dengan dunia,Bangun esok hari pun hanya akan menemukan televisi dipenuhi oleh sinetron macam Ftv remaja (indahnya bintang muda dengan rok SMA yang dipapas mau nyusul be-ha) tema valentine.
Sebenarnya sih,ingin juga merayakan valentine,nonton Valkyrie,mungkin di PVJ,Sayang budget hanya cukup untuk Midnight movies di Niagara Theatre.mungkin menonton film yang sudah berusia puluhan tahun (gue pernah liat Niagara muterin Pocahontas,kebayang ga supir kopaja nonton midnight dengan si kenek dan filmnya ternyata Pocahontas?.).Tetapi sudahlah,saya akan tetap munafik dengan berkata saya masih mengalami kesulitan mencampur-adukkan tanggal eksekusi buronan jaman Romawi dengan hari cinta sedunia.
Mulas di perut mengantarkan saya ke kamar mandi,haaaahh.setelah beberapa senyawa kekuningan terjun bebas dari tabung reaksi.,saya merasakan lapar,dan adiksi rokok yang tak tertahankan.Yah ambil uang dari dompet lalu turun kebawah (kamar saya di lantai 2) untuk membeli rokok dan gorengan.Hawa magrib masih terasa,kebanyakan penghuni sedang di kamar masing-masing.lalu menuruni tangga dengan bersenandung lagu top 40 (thx to kamar sebelah yang selalu memutarkan music sejenis).ujung tangga sudah tiba,biasanya saya akan lompat gaya Mario-Bros pada anak tangga terakhir.Urung dilaksanakan karena sesuatu yang saya lihat di keset tangga..”aaaaaaaaaaahhhhh,uuaanjingggg !!! ulerRRRR!!!!”..
Histeria saya ampuh mendatangkan beberapa penghuni kost-an yang langsung bergegas ke tempat kejadian.”kenapa..kenapa???”..”itu apaaan tuh?”.ular itu sebenernya kecil,mungkin Cuma 40cm,Yang menakutkan saya adlah warna kuning cerahnya (sempat mikir,”kyaknya tadi berak udah di-flush deh”..)Dan gesture kepalanya yang siap mematuk.Gila..seperti terdesak,ia sudah bertekad melancarkan serangan jibaku,Saya yang terintimidasi,tidak bisa bergerak selangkahpun,Sudah seperti dunia koboi saja,Saya dan si ular seakan-akan ditengah duel senjata ala wild west dimana untuk sesaat,waktu seakan berhenti berputar.Hingga akhirnya salah satu kawan berkata “itu kan ularnya si A.”..benar juga,baru inget.memang terlihat familiar lawan duel saya kali ini
Si A memang terkenal di kost karena koleksi reptilnya.Saya yang agak takut memasuki kamarnya biasanya hanya berani mengntip dari jendela,Dan ya..ia memiliki ular kuning kesayangan.Yang ia beri makan curut tiap seminggu sekali.Tapi,kemanakah si A? ternyata,setelah diteiisik lebih jauh.Ia ternyata pergi main basket tanpa mengunci kamarnya!!! Itulah mengapa ularnya sedang kami kepung di lantai bawah.Terbayang di kepala saya rute Ular itu hingga sampai ke lantai bawah.
Jadi begini,Kost saya terdiri dari dua sayap koridor,2 lantai,Kamar si A terletak di koridor sayap kanan palg ujung,Saya terletak di koridor sayap kiri.Tangga terletak di tengah-tengah kedua sayap tersebut.Jadi,Bisa dibayangkan rute melarikan diri si ular adalah melewati 4 kamar sayap kanan yang para penghuninya sedang ayik mendengarkan lagu top 40 dikamarnya masing-masing (kebayang lagi sing-along kyak “seperti ular..seperti ular…” tiba-tiba ada ular beneran di pintu siap matok..)
Kembali ke TKP,Hampir semua penghuni kost sudah mengerubungi si ular (kecuali beberpa penghuni yang masih dikamar,tak sadar si ular hampir mampir ke kamar mereka).Ada yang membawa ember untuk memasukkan si ular kedalam sana dan mengurungnya.tepat ketika saya mengira dia yang akan mengeksekusi aksi pengurungan,dia berkata.. “Mirza,,pegang ekornya!!!”..woah,fuck you very much.hell no!.Anak-anak kost yang lain pun menyemangati.”ayo ja..kan lu yang nemuin ulernya,tanggung jawab men!..” “anjing men,knapa jadi gua yang tanggung jawab..gua Cuma mau beli rokok!”..”udah,laksanakan,ini perintah bung,! kau mau disangka desersi?!?..” anjing..saya seketika diposisikan sebagai tumbal.
Saya ambil posisi kuda-kuda seperti yang saya pelajari dari komik tinju Joe Yabuki.Terlihat bahwa ular itu bergerak aneh,ia seperti kelojotan,Mungkinkah sebenarnya ia keluar dari kandang karena kondisinya ini? Ia terlihat kelaparan.terkutuklah si A,sepertinya ini ular hanya mengikuti naluri bertahan hidupnya dengan melarikan diri mencari makanan.Ember telah disiapkan,semua menahan napas karena sebentar lagi akan menyaksikan aksi-aksi seperti di animal planet (yang kalo ga singa kawin,pasti nangkep buaya).rencananya,Kita akan menunggu ular itu terus berjalan sampai ke undakan tangga,dimana mulut ember telah menanti dibawahnya.Lalu,apabila si kepala ular telah masuk,saya akan mendorong ekornya,hingga seluruh badannya masuk ke ember.Manusia boleh berencana,tapi Tuhan berkeluarga.Inilah saatnya.
Si ular sudah mendekati mulut ember,Mengendap-ngendap dari belakang,saya tinggal tunggu kepalanya masuk.Kepalanya sudah masuk! Aba-aba menggema, “sekarang ja!!!!!”..ngomong sih gampang,Dengan gerakan gagap saya ambil ekornya,Sekejap saya merasakan kulit licin si ular,bulu kuduk berdiri tegak,Tapi saya tidak buang waktu lagi,dengan kelenturan pergelangan tangan ala pendekar Kho-Ping-Hoo,saya hentakkan si ular ke dalam ember.”woi..udah masuk nih.hahaha!!!!” Tapi malah,”eh pantat lu belah pinggir udah masuk!!,tuh palanya keluar lagi,tidaaaaaaakkkkkk!!!” mampus gua,kepalanya keluar lagi dari mulut ember!,sebuah pertunjukkan kekuatan otot leher yang luar biasa dari si ular (ular emang ada lehernya?).Namun,pahlawan sejati memang selalu datang belakangan,Salah satu kawan dengan agak gegabah kembali mendorong kepala si ular masuk ke ember,dan dengan sigap menutup embernya dengan keranjang cucian nganggur (ga tau cucian siapa) yang ada didekat situ.Mission accomplished.
Anak-anak memutuskan untuk menaruh si ember ular yang telah disegel dengan keranjang cucian dan ditempeli kertas bertuliskan La illa ha ilallah (beneran dikasih kertas beginian,mungkin terinspirasi segel Mak Lampir di Misteri Gunung Merapi).Benar-benar seperti Tim pemburu hantu dengan setting animal planet kami meletakkan si ember ular didekat kamar si A.dan memutuskan untuk meninggalkannya disana,Dengan niatan kalo siA pulang,kami semua akan menyidangnya akibat kelalaiannya.
Yah,segala ketegangan aksi pawang tadi membuat saya kebelet pipis.Sembari merenungkan yang baru saja terjadi,saya berderap ke WC dekat kamar.Berpikir kembali,Apakah motivasi si ular meloloskan diri? Bukankah dunia diluar kandangnya adalah dunia yang tidak ia mengerti? Apakah lapar adalah satu-satunya dorongan hingga ia menempuh perjalanan yang pasti berbahaya?
Saya membayangkan mungkin saja si ular itu mengerti esok adalah valentine’s day yang sakral.Dan ia hanya ingin mencari pasangan ular kuninguntuk menemani kesehariannya di kanadang kaca miskin udara,Mungkin pasangan yang selalu diimpikan ada di pet shop di Ciwalk,atau jalan Merdeka,Kasihan sekali.Terkadang dorongan untuk suatu kebebasan mungkin tak hanya dimiliki manusia.Mungkin ular juga,apabila senantiasa terkurung dalam kandang kacanya,ingin bebas untuk memahami dunia luar,pergi sejauh nalarnya bisa mencerna.tetapi,pelarian itu sudah berakhir seiring saya menemukannya diujung tangga.too bad….
Yah peduli setan,kenapa saya jadi kebawa pikiran mengenai motivasi reptile? Bodoh sekali.hingga tanpa sengaja saya menyadari fakta yang mengejutkan pikiran yang sejak tadi terfokus kepada keberadaannya dibawah tangga.Bagaimana caranya si ular bisa lolos?!? Bukankah walaupun tak dikunci,pintu kamar si A tertutup rapat?!? Dan kandang kaca itu pastilah juga terkunci.terkejut setelah menyadari ini,Bagaikan Sherlock Holmes saya berderap ke kamar si A,berusaha mencari celah di pintu maupun jendela,celah yang bisa dipakai si ular untuk melarikan diri,suatu celah yang bisa memuaskan rasa penasaran saya.saya gagal total,Tidak ada penjelasan logis yang bisa ditarik,Kandang tertutup rapat,Pintu tertutup (masa uler bisa buka kenop pintu?),jendela hanya terbuka di bilah kaca yang paling atas,Tidak mungkin ular lemah sepanjang 40 cm bisa menjangkaunya.
Seketika,hawa Friday the 13th menyelimuti benak saya.Mungkinkah si ular itu ternyata???Tidak,tidak,,pasti ada penjelasan logis yang bisa diambil! Saya hanya harus tenang,lalu dirunut secara perlahan-lahan kronologis ceritanya,mungkin dengan si A nanti.Ah,ya! Beli rokok! Hampir saya lupa,itu kan tuuan saya sejak awal tadi,beli rokok lalu hisap sebatang sambil berpikir secara logis,pasti rokok bisa membantu.Sebelum beranjak,saya melihat ember itu didepan kamar si A,ember yang saya yakini masih berisi si ular kuning yang penuh semangat.hahaha.pasti ada penjelasan logis! Pikir saya sembari menuruni tangga,yang lalu diakhiri dengan lompat Mario-bros seperti sediakala.
Haha.Rokok sudah ditangan,sembari menyalakan sebatang,saya langsung masuk ke areal kostan lagi.Saya akan berpikir lagi,mungkin sembari didiskusikan dengan kawan,Tetapi sebaiknya ketika sekalian menyidang si A.hehe…Masuk ke kostan,terlihat kawan-kawan berseliweran kesana kemari.wah..Biasanya ini pertanda anak-anak kostan akan main nih,Asik,tepat sekali saatnya,Setidaknya bisa membantu saya melupakan perkara ular-ularan tadi.bertanya saya serta merta.”woi..mau pada kemana? ngikut dong!!!”..”anjing tai! Ini lagi sibuk nyet,Ularnya kabur lagi,!!!!embernya kosong!!” Friday the 13th indeed…
Salut Goosebumps,
MIRZA FAHMI menolak nonton animal planet lagi
Minggu, 15 Februari 2009
"Mirza!!!..Pegang ekornya!!.."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar