Tuan yang terhormat,
Saya telah mendengar tentang Konferensi Tuan yang amat sukses tempo hari. London kota yang bagus bukan? melihat foto Tuan lagi tadi pagi (maksud saya foto setelah konferensi, Tuan dan kawan-kawan Tuan itu sepertinya memang amat menikmati London. Saya harus mencatat itu,apabila berkesempatan pergi kesana (semoga!). Cuaca teduhnya memang pas sekali. Ah, saya bukan hendak mengaitkan keberhasilan Tuan dengan cuaca, haha. Saya yakin apabila digelar di Darfur pun akan tetap lancar-lancar saja.
Tuan, saya tidak akan lama berbasa basi. Saya akan mengatakan dengan langsung. Selamat datang di mimpi buruk. Segala dagelan Konferensi Tuan mungkin menenangkan tiap pikiran gundah sejak krisis ekonomi global ini. Agreement diteken, MOU disahkan, Kebijakan dirancang. Tapi disini saya memperingatkan,sistem Tuan akan hancur berantakan. Korporasi akan rontok,kontrol kuasa akan diambil alih, uang akan mengalir di jalur seharusnya, pencoleng akan ditangkapi.Hari-hari Tuan kedepan, seperti saya sudah bilang, mimpi buruk.
Ah, tak perlulah Tuan mengomel seperti itu,apa? Nama saya? Itupun bukan soal. Anggaplah saya sekedar pembawa berita sederhana,suatu perantara. Nah,sekarang giliran saya berbicara lagi bukan? Terimakasih. Sampai dimana tadi? Ah,ya..Sistem Tuan yang seakan begitu menjunjung tinggi kerja keras, keberanian,dan kejujuran ternyata suatu fatamorgana belaka. Seperti layaknya kolam ikan, Tuan berkata bahwa jumlah ikan yang kita peroleh sebanding dengan usaha kita memancingnya. Nyatanya,bila kita sempatkan menyelam kedalam kolam itu, niscaya didapati kolam itu telah disekat-sekat, jauh dari penglihatan kita di permukaan. Sekat itu membagi-bagi kolam,yang juga otomatis membagi ikan-ikan didalamnya. Si miskin di pojok sana,meski menghabiskan seumur hidupnya untuk memancing pun paling hanya akan mendapat seember ikan,itupun yang cere. Ia mendapat ruang sekat kolam yang begitu kecil. Sementara Tuan dan kawan Tuan, tidak memancing pun ikan akan berlompatan ke daratan, hinggap di pangkuan Tuan,minta disantap. Tuan dan kawan Tuan segelintir, menikmati ikan yang tak cukup untuk dihabiskan walau berabad-abad. Si miskin yang berduyun-duyun ke kolam mencari penghidupan,mendapat ikan yang langsung habis seiring beberapa suapan. Itulah sistem sebenarnya Tuan, itulah cara kerjanya, itulah moralitasnya.
Seperti lolongan pejuang Zapatista di rimba Lacandon,dengan ini saya nyatakan CUKUP SUDAH ! Sistem Tuan yang telah bercokol sedemikian lama dan mengatasnamakan kebebasan hak asasi sudah sepatutnya diakhiri. Sesuai konsep Adam Smith? Invisible Hand katamu? Izinkan saya mengutip pendapat ahli ekonomi pemenang nobel yang mungkin kita berdua sudah kenal betul, Joseph Stiglitz : “Invisible Hand itu benar-benar invisible,antara lain,karena seringkali memang tidak ada……”. Tanpa kontrol Pemerintah,pasar Tuan akan berderap begitu kencang layaknya topan. Tetapi, sekaligus meninggalkan kerusakan besar di tiap jalur yang dilaluinya. Penghisapan, eksploitasi,pendudukan,semua menjadi kata yang dihaluskan menjadi “Pemberdayaan”, ”Akuisisi”, ”Perluasan lapangan kerja”.
Seperti pekikan buruh mogok kerja di petang Catalunya era Franco,dengan ini saya nyatakan CUKUP SUDAH ! Media Tuan adalah berkah penguasa. Menampilkan hiburan hampa dan menghasilkan rakyat jinak seperti retriever dikebiri. Pernahkah media Tuan meliput kampung Indian Chiapas yang digempur Tank dari segala penjuru? Terpikirkah media Tuan untuk mengangkat sejarah Biro Pinkerton bentukan korporasi yang membunuhi keluarga aktivis buruh negara Tuan diakhir abad 19?
Seperti tangisan ibu-ibu meratapi jasad suaminya dipertambangan emas Peru, kami nyatakan CUKUP SUDAH! Tuan sudah melacurkan kata politik sampai derajat terendahnya . Menjadikannya sinonim dengan “kebohongan”,”kekotoran”,”Keserakahan” belaka. Membuat tiap individu menganut sikap skeptis belaka. Satu kemenangan besar lagi untuk Tuan. Demokrasi Tuan adalah kebohongan. Hampir seluruh warga dunia menyatakan anti terhadap negara Tuan karena kegemaran Tuan menjatuhkan pemerintahan yang terpilih secara demokratis dan mengangkat diktator, hanya karena ia patuh melindungi kepentingan Tuan.
Dan oh! Betapa negara Tuan akan dengan senang hati melanggengkan itu semua. Hukum didesain dengan maksud melindungi ambisi Tuan. Elit-elit Tuan adalah staf-staf yang merumuskan aturan itu tiap harinya tanpa perundingan berlama-lama. Ekspansi korporasi ke negara lain dilancarkan dengan kedok perjanjian multilateral. Rakyat negara Tuan dengan kebanggaan pun menyebut, “inilah negaraku,negara kaum bebas,pula mengayomi yang menderita di seluruh dunia..penjaga dunia!! “ CUKUP SUDAH !!
Tuan, sekarang angin sudah berbalik arah, buritan kami hampir terangkat seluruhnya dari dasar samudera. Sekarang biarlah terbuka mata tiap warga dunia, ada yang salah dengan hari-hari mereka. Bahwa penganiayaan terhadap martabat manusia terjadi di penjuru dunia akibat sistem yang sama. Biarlah para petani, buruh, wiraswasta, mahasiswa, semua yang percaya, terorganisir dalam barisan rapat menuju satu arah.
Sekarang krisis telah menunjukkan semua, sistem yang bertopang pada penghisapan sepihak hanya pantas ditinggalkan. Segelintir Tuan akan merasakan tiap pekik diteriakkan, semakin lama semakin kencang. Sebuah pekikan tidak terima,tidak percaya, tidak rela berdiam lebih lama lagi. Kegagalan sistem Tuan sudah nyata diambang mata,segala usulan Tuan di Konferensi tempo hari hanya ibarat menambal bendungan bocor dengan semen murahan. Kamilah air bah yang Tuan takuti.
Silakan Tuan tertawa, toh saya Cuma perantara, tak perlu dianggap serius. Tapi Tuan,mungkin suatu hari Tuan tergelitik untuk melongok sebentar dari jendela gedung Konferensi. Lihatlah kami,segelintir kami yang percaya, berteriak CUKUP SUDAH! Hingga parau,hingga dagelan Tuan kami duduki.Saat itulah kata “Demokrasi”, “Kebebasan”, ”Keadilan” bukan hanya sekedar menjadi topik pidato dan buku-buku acuan Tuan, melainkan desakan, dan Tuan akan terhimpit dibawahnya.
Sekian saja Tuan, semoga Tuan bisa menangkap maksud saya,dan ingatlah, setiap tabir akan dibukakan mulai sekarang. Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu bersama Tuan,
Selamat Hari Buruh, Dan siapkan parasut untuk jurang yang menganga di hari depanmu.
Garda Depan Penentangan.
Jumat, 01 Mei 2009
Mayday Letter
Selasa, 03 Maret 2009
Zapa..who?
Jumpa lagi,yah sebenarnya saya sudah agak capek menulis tentang topik berat terus-menerus.Sesekali,ingin juga menulis tentang kenangan masa lampau era SD,SMP,dan SMA.Tetapi saya seolah terganjal oleh satu topik ‘hutang’ yang belum dijabarkan.Mungkin setelah ini saya bisa menulis tentang kejadian yang ringan-ringan lagi.Kali ini,seperti janji saya tempo hari,saya akan membahas mengenai gerakan Zapatista di provinsi Chiapas,Meksiko.Wah..wah..apa itu?
Sebagai pembuka,saya akan meminta pembaca untuk membayangkan barang sejenak.
Bayangkanlah,
Jika dunia ini adalah suatu kampung global yang terdiri dari 100 orang,70 diantaranya buta huruf,dan hanya 1 yang menjalani pendidikan tinggi.Lebih dari 50 orang kekurangan gizi,lebih dari 80 hidup di gubuk-gubuk reot.Dan 6 diantaranya adalah orang Amerika.Keenam orang itu mengambil,menguasai,dan menikmati lebih dari separuh pendapatan dan kekayaan orang seluruh kampung.
Lho! Mengapa keenam orang kaya ini bisa tetap ‘damai’ dengan penduduk kampung lain?
Karena ternyata keenam orang itu menciptakan dan mengajarkan semacam tarian dan nyanyian ‘senam massal’,hingga sebagian dari 94 orang itu rela menjadi pengikut setianya setiap pagi dengan sukarela.Meskipun banyak diantara yang 94 itu tidak ikut senam,namun mreka dengan senang hati ikut menyanyikan lagu itu.
Keenam orang sisanya ini mempersenjatai diri untuk menaklukkan orang-orang yang sedang sibuk senam ini.Bahkan,ada yang menjual senjata kepada beberapa orang diantara 94 orang itu-untuk saling menyerang antar sesama-untuk menguij kekuatan senjata mereka.Tetapi,entah bagaimana,senjata-senjata itu pada gilirannya sampai kepada para Zapatista…………yang memakainya untuk menciptakan letusan yang mengagetkan keenam orang tersebut.Letusan itu,ternyata merupakan bagian dari nyanyian yang kemudian mulai dinyanyikan oleh orang-orang lain yang terpesona olehnya.
(Diadaptasi dari “Globalization from Above and from Below: a Dialectical Process” karya Gerrit Huizer)
Tentara Pembebasan Nasional Zapatista (EZLN/Ejercito Zapatista de Liberacion Nacional) memulai aksinya beberapa menit sesudah tahun baru 1 Januari 1994.Mereka keluar dari hutan raya Lacandon lalu menduduki Kota San Cristobal de Las Casas,dan juga kota-kota Ocosingo,Menyerang kantor-kantor tentara yan semuanya berada di provinsi Chiapas,Meksiko tenggara.Mereka bukan tentara biasa,mereka tentara pemberontak ! ratusan petani bersenjata dan memakai topeng ski hitam (balaclava).Menduduki posisi strategis Chiapas secepat kilat.
“masalah perang bukanlah masalah siapa yang mempunyai senjata lebih banyak,peluru lebih banyak,dan orang lebih banyak,melainkan siapa yang benar!” demikian kalimat yang sering diutarakan juru bicara EZLN,Subcomandante Marcos.
Tetapi,kebenaran apakah yang mereka perjuangkan? Suara pertama Zapatista adalah :
“Kami adalah pewaris dari para pendiri bangsa.kami adalah jutaan orang yang kehiangan harta,dan kami menghimbau semua saudara laki dan perempuan bergabung bersama dalam panggilan mulia ni,satu-satunya cara mencegah kelaparan karena keserakahan tanpa akhir dari kediktatoran yang bercokol lebih dari 70 tahun,dibawah kepemimpinan sekelompok pengkhianat yang mengabdi pada kaum konservatif yang telah menjual bangsa.pada deklarasi dari rimba Lacondon ini,kami nyatakan YA BASTA!! (cukup sudah)!!....”
Satu hal yang bisa ditangkap dari pernyataan diatas,pertama-tama,kita tidak menemukan kalimat kalimat pendahuluan dengan rujukan ideologis manapun,seperti mengutip Marx,Lenin,Bakunin,maupun Che; Kedua,Zapatista memayungi pemberontakannya sebagai pemberontakan konstitusional.Mereka mengutip UUD Meksiko pasal 39 yang berbunyi “Rakyat mempunyai hak,hak yang tak dapat dihilangkan,kapan pun untk mengubah atau memperbaiki bentuk pemerintahannya” ketiga,Itu adalah deklarasi perang,bukan melawan pemerintahan,tetapi hanya melawan segelintir korporat dan pemimpin eksekutif.lalu memohon pada bahan legislatif dan yudikatif untuk menggunakan wewenang konstitusionalnya,melucuti presiden Meksiko saat itu,Carlos Salinas,dan menggantinya dengan pemerintahan yang demokratis,desentralistis,dan mengangkat harkat martabat para indigenous people (penduduk asli Meksiko,orang Indian).
Mereka mengambil timing 1 januari 1994 sesuai dengan tanggal berlakunya NAFTA (North American Free Trade Agreement) yang pada 1992 ditandatangani oleh Presiden Amerika,George Bush Sr,Perdana Menteri Kanada Brian M.,dan presiden Meksiko Carlos Salinas De Gortari. NAFTA kurang lebih menekankan pada eksploitasi segala sumber daya alam meksiko dengan dibebaskannya segala peraturan perbatasan untuk perdagangan.Korporasi yang mendapat keuntungan hanya memberikan upah kecil kepada penduduk di tempat sumber daya.NAFTA dipandang Zapatista sebagai sabda kematian pemerintah meksiko tanpa harus menggunakan senjata.Mereka menganggap kebijakan berat sebelah itu akan membunuhi rakyat. Meksiko secara perlahan-lahan.
Zapatista semata-mata memperjuangkan hak-hak rakyat Meksiko terhadap segala sumber daya alamnya.Basis di Chiapas adalah pilihan yang cocok.karena,Chiapas,walaupun memiliki kekayaan alam berlimpah,menjadi provinsi yang paling miskin di Meksiko.setelah diduduki,Mereka pun menerapkan hukum Zapatista di Chiapas.dimana hukum itu menekankan pada keadilan jual beli,penjaminan hak-hak perempuan,dan pendidikan wajib untuk anak-anak..
Pemerintah Meksiko tentu tidak tinggal diam.Dalam satu serangan balik,pasukan Zapatista berhasil dipukul mundur.Lalu bertahan kepayahan di rimba raya Lacandon.Disinilah pasukan Zapatista mulai menunjukkan ciri mereka yang paling khas.Mereka,diwakili sang juru bicara Subcomandante Marcos (belakangan diangkat jadi komandan penuh) yang memakai nama samaran Delegate Zero,mulai mengeluarkan komunike-komunike (semacam prosa harian menjelaskan tentang perkembangan perjuangan,tujuan mereka,dll) yang rata-rata diterbitkan di surat kabar setempat.Tak lama kemudian,komunike yang Subcomandante Marcos tulis secara regular,mencapai luar negeri.disinilah basis dukungan untuk mereka mulai mewabah ke seluruh dunia.
Langkah ini dipandang brilian.mengukir militansi tanpa senjata konvensional (yang sudah pasti kalah jumlah dengan pemerintah) melainkan dengan prosa-prosa tentang gerakan mereka yang humoris,energik,inspiratif,dan imajinatif.Hal ini dijelaskan oleh Subcomandante Marcos; “Seorang prajurit adalah seorang absurd yang harus menggunakan senjata untuk meyakinkan orang lain;dan dalam arti itu gerakan ini tak punya masa depan jika masa depannya adalah militer”.Ini membuat Zapatista begitu menarik perhatian para ahi,bukan hanya karena metode uniknya,melainkan juga karena keahlian sastrawi pemimpin-pemimpinnya yang amat diatas rata-rata.
Tulisan-tulisan itu bisa bermacam-macam,terkadang kritik pedas yang penuh humor sinis,cacian,provokasi yang membara.namun,bisa juga renungan spiritual,puisi romantik,dongeng tua meksiko,bahkan bisa berwujud sebagai cerita khayalan liar sang komandan belaka.Khayalan yang paling sering diperbincangkan adalah epos mengenai Don Durito,kumbang galak yang gemar merokok pipa sembari mengkritik neoliberalisme (menganggapnya sebagai ideologi bom waktu.Analisa yang tepat melihat kondisi krisis global saat ini).Support yang dihasilkan berkat komunike-komunike ini luar biasa.Banyak kalangan kemudian memberikan dukungan moral.Band-band politikal seperti Rage Against The Machine,Rise Against,Brujeria,dan Anti-Flag sering membuat konser amal untuk kemudian disumbangkan kepada pergerakan,atau sekedar memberikan dukungan moral melalui lirik-lirik lagunya.
Zaman internet pun datang,Zapatista semakin memperkuat aikonisasinya dengan merilis situs-situs Zapatista dan segala hal tentang kampanye melawan neoliberalisme.Pada tahun 1999 mereka membuat petisi di 32 negara,termasuk Indonesia,menanyakan perihal kampanye anti-neoliberalisme mereka dan apakah pergerakan ke depan perlu dilanjutkan.Jutaan orang di Meksiko dan ratusan ribu aktivis di seluruh dunia memberikan dukungan mereka kepada Zapatista.Aktivis-aktivis di Indonesia yang menandatangani petisi ini antara lain Alm. Munir dan Teten Masduki.
Kini,15 tahun setelah deklarasi Lacandon.Zapatista masih menempati pos terpencilnya di rimba raya pegunungan.Masih bergulat nyawa sepanjang hari ditengah bidikan para penembak jitu tentara federal,dibawah bidikan laras-laras meriam aneka bentuk yang diimpor pemerintah Meksiko dari negara kerabatnya.Tetapi,semangat itu terlihat masih ada.Komunike-komunike terus dikirim ke dunia luar dari sunyinya pegunungan hutan hujan.Mengabarkan semua hal yang berabad-abad mereka dambakan.Perjuangan terlihat tak ada ujungnya.
Mungkin suatu hari pun komunike akan berhenti sama sekali.Tak ada lagi Don Durito dan segala kritik-kritiknya dan segala Kalimat-kalimat provokatif menggelora.Saat segala mesin perang yang mengepung hutan Lacandon berhasil melumpuhkan satu demi satu pekik perlawanan.Berhasil menuntaskan dominasi.Sekedar mengulangi repetisi standar sejak berabad-abad yang lalu.Kita tidak tahu itu.
Mungkin juga Zapatista bukan Cuma nama yang hanya terkait dengan rimba raya Lacandon.Bukan Cuma sekedar goresan pena pada setiap komunikenya,bukan Cuma setiap peluru untuk melumpuhkan kepungan mesin perang.Bisa jadi itu adalah hasrat,hasrat yang kian menular dewasa ini.Bisa jadi hasrat itu juga kita miliki.Setiap hari kita tekuni,renungi,dan ahirnya kita yakini.Kita tidak tahu itu.Suatu hari mungkin kita bangun,duduk di sofa empuk sambil menghirup aroma kopi yang telah tersaji,dan melihat berita yang sama.Sama dengan berita di TV 15 tahun yang lalu.Apa yang terjadi di Lacandon,mungkin terjadi lagi di kampung halaman kita sendiri.Mungkin di desa-desa terpencil yang selama ini hanya menjadi tujuan pelesir tuan-tuan saudagar? Tujuan pelesir kita? Selama ini kita konsumsi hasil alamnya? tanpa tahu derita warganya,yang lama lama berubah jadi hasrat angkat senjata?.Sekali lagi Saya tidak tahu.Tapi,mungkin cuma soal waktu.
NB :Info lebih lanjut mengenai Gerakan Pembebasan Nasional Zapatista dapat dilihat pada http://www.ezln.net. Atau mengenai kumpulan komunike-komunike Zapatista bisa dibaca pada buku “Bayang Tak Berwajah –Dokumen Perlawanan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista 1994-2002” terbitan Insist Press Yogyakarta.
Lawan!
Salut,
MIRZA FAHMI sedang menyusun dokumen juga,tapi mengenai aksi bolos-bolos era SMP.
Senin, 16 Februari 2009
Lawan!
“…Dan kau iman yang menghamba pada keabadian pusara.Kubacakan serat korporat yang mengglobalkan angkara,rahim samsara yang terjaga pasca bencana,pasca iman disilaukan kilatan C-4 dan surga…..” -Megatukad (Homicide)
Salut,
Saya akan sedikit menceritakan apa yang sedang terjadi pada dunia kita sekarang ini.Kawan,Kita dijerat Neoliberalisme (sorry,no joke in my notes today..).Mungkin kita pernah dengar istilah ini sejak lama.Bahkan sudah hingga fase klise.Pasca 9/11 dunia memang selalu diperingatkan oleh banyak pihak dengan istilah ini.Dan saya sekarang menjadi salah satu dari pihak itu.tanpa bermaksud membuat pembaca bosan saya akan kembali mengingatkan apa Neoliberalisme itu dan dampaknya kepada kehidupan kita manusia merdeka.Singkat saja kok..
Tanpa maksud berlama-lama,saya akan langsung menjelaskan secara singkat,mengefisienkan kata tanpa bertele-tele bau tele.Neoliberalisme singkatnya adalah tatanan global ekonomi baru yang sedang berjalan di dunia yang kita tempati.Karakter utamanya adalah keserakahan tanpa batas,Kebijakan lintas tata aturan territorial dan nasional,Dilepasnya hak modal dari tangan negara ke tangan segelintir pemegang modal korporat multinasional.Sebuah new world order yang dikuasai Korporasi-korporasi raksasa dengan Amerika Serikat sebagai tukang pukul utamanya.
Pasca 9/11,Kita terlalu teralihkan perhatian kita kepada aksi-aksi ekspansif Amerika,Dan segala hal yang mereka klaim sebagai “War Against Global Terror”.Tanpa sadar bahwa pasca 9/11 sebenarnya tiada yang berbeda dengan aksi Amerika ini.Bukankah sejak dulu mereka selalu mengekspansi kekuasaan? Hanya alasan dan lokasi yang berbeda.Coba kita cek,Pasca PD II,Amerika mencanangkan “War Against Communism” dengan dilancarkannya Perang Korea,Perang Vietnam,Dan invasi ke Teluk Babi Kuba yang gagal (yang sejak itu selalu dicover-up oleh media).Soviet runtuh (berganti dengan Rusia yang lebih patuh terhadap pasar bebas).Amerika menginvasi Panama,Kolumbia,Nikaragua pada dekade 90-an karena untuk menggulingkan pemerintahan kiri yang berkuasa disana dan diganti oleh pemerintahan boneka.Mereka menamakan aksi itu dengan “War Against Drugs”.Dan terakhir,Invasi ke Irak,Afghanistan (entah kenapa kok ke negara sumber daya terus ya? hehe) dengan tajuk keren dan macho “War Against Global Terror”.Alasan mereka untuk dominasi global dan hegemoni kekuasaan selalu ditutupi tajuk yang heroik.
Dan berita bagusnya,Disetiap penaklukan barbarik itu selalu ada pihak-pihak yang membonceng.Para korporasi multinasional (including IMF,WTO,World Bank).dengan agenda mulia, antara lain Membuka lapangan kerja dan membagikan manfaat-manfaat sumber daya secara merata.Tanpa sadar bahwa kemudian negara yang ditaklukkan diubah haluannya sesuai keinginan segelintir korporat,Dihisap sumber dayanya besar-besaran dan hanya menyisakan sedikit untuk pribumi,Dan perjanjian-perjanjian dagang yang sekilas adil tapi kalo ditelaah sangat vampirik,diteken resmi untuk jangka waktu sekian dekade.Mission Accomplished.begitu terus terjadi berulang-ulang.
-Kebijakan ekonomi tiap korporasi multinasional bisa mengubah kebijakan suatu negara,Haluan negara,Bahkan konstitusinya-
Bahkan tidak usah jauh jauh,silakan lihat ke negara kita.Betapa kuat pengaruh mereka dalam kehidupan kita,Para mahasiswa yang sedang “kiri-kirinya” mungkin bisa berjalan-jalan dengan berteriak “ganyang modal asing!!!” hingga mereka kehausan dan (karena ga mau produk asing) membeli Aqua hasil dari mata air Gn. Salak (lokal banget,pikir mereka),tanpa sadar,mereka tak membaca label kemasan,Bahwa aqua diproduksi Danone,Korporasi multinasional Prancis.Bahkan saya yang sedang mengetik tulisan ini pun tidak memungkiri bahwa dikamar saya ada banyak barang-barang produksi korporasi yang bercokol di negara kita,antara lain: Lampu neon Phillips,Jeans Wrangler,Kipas Panasonic,rokok sampoerna (milik tuan Morris) etc.
Maka,kita melihat hari ini di negara kita,bahwa semuanya menjadi “industri”.Pelayanan kesehatan menjadi ‘industri kesehatan’.Penyediaan pangan menjadi ‘Industri pangan,pertanian ,dan agrobisnis’.Singkatnya,Segala neoliberalisme dan globalisasi ini sudah berarti penjajahan ruang hidup.Ideologi korporasi simple saja,LABA SEBESAR-BESARNYA.Melalui dominasi pasar dan sumber daya.Bukan pemenuhan lapangan pekerjaan,atau pemerataan manfaat,atau persaingan yang adil yang selama ini mereka gembor-gemborkan.Lewat manipulasi total terhadap segala perkembangan teknologi media dan informasi jugalah mereka mencitrakan diri sebagai agen yang mendorong kesejahteraan masyarakat.
Mereka sudah merangsek ke segala arah (McD di bandung,radius 1 km dari kost gue aja udah ada 3 outlet besar),Membuat segala hal diatas selumrah hujan dan matahari pagi.Bagaimana dengan pemerintahan kita Indonesia?(dengan pemimpin yang selalu mengusung “nasionalisme kerakyatan”).Setali tiga uang kawan,Negara kita hari ini lebih berkewajiban untuk mengontrol investasi global yang datang.Dan sebaliknya menelantarkan kewajiban untuk menyejahterakan rakyatnya yang (atas anjuran perjanjian dengan korporasi-korporasi) harus diserahkan kepada ‘pasar’.
Pemimpin yang sedari dulu mengaku nasionalis sebenarnya tak lebih dari tai kucing bunting (maaf).Megawati mengamandemen UUD 1945 yang pasal ekonomi sosialistis Bung Hatta,dengan pasal-pasal yang membolehkan masuknya modal asing dalam jumlah yang tidak ditentukan (pasalnya lupa,maaf).Dan ia masih PeDe membawa-bawa nama bapaknya ke setiap temu khalayak,Dan memajang nasionalisme pro-wong cilik sebagai tema partai.Prabowo support tani pada kampanye pemilu skrg,Apa dia udah lupa peristiwa represif kopassus kepada pengusaha mandiri jaman orba (menolak modal dan insentif asing) yang lalu dicap ‘kiri’? ,Dan ada yang masih bertanya kenapa saya memilih golput?
Kita pun melihat penyeragaman di kehidupan sehari-hari.Akibat brainwash bawah sadar tiada henti,Kita membeli produk itu,lagi,lagi,dan lagi.Produk yang akrab dimata setiap hari.Sementara kaum miskin semakin termarjinalkan,kaum saudagar sibuk mandi uang.Para petani Dipaksa menggarap tanah turun temurun yang ditinggali sejak zaman kuda gigit besi,tapi sekarang jadi milik korporasi.Melawan berarti militer siap menghampiri.Dan sudah tidak bisa dihitung lagi korban represi militer sejak zaman Orba dulu.pemerintah sekali lagi tak peduli,selama asset asing terlindungi,rakyat dikangkangi.Para petani beras hanya bisa makan gabah.Dan akhirnya banyak mati kelaparan tiap harinya di tanah yang kaya sumber daya.
Okay Wake up! Pahami yang terjadi!!! Sekarang!!! Buat perubahan!!! Saya tidak akan memaksa kita membuang barang-barang korporasi pribadi yang kita miliki.Saya sekarang Cuma ingin kita semua sadar dahulu apa yang terjadi di sekeliling kita.Negara kita negara kaya,Kalau tidak dikatakan terkaya.Masih bertanya kenapa banyak yang miskin?.Apakah semua itu masuk akal diterima logika?.lagi-lagi,saya ingatkan bahwa saya tidak menuntut perubahan gaya hidup yang ekstrem.Tidak meminta kalian memakai baju Che Guevara lalu turun ke jalan bakar foto Korporat dan blokir jalan protocol sambil membakar outlet-outlet McD sepanjang perjalanan.tidak.Hanya sedikit meminta kalian memikirkan kenapa ini bisa terjadi.saya rasa,sebagai langkah awal,satu-satunya cara melawan ketidakadilan ini adalah Identifikasilah diri sendiri dan komunitas sekeliling kita,Lalu pahami sebisa mungkin apa yang salah dan bisa diperbaiki untuk kedepan.And I’ll keep writing about this subject whether you like it or not.Mari kita lawan dominasi dari titik paling kecil! Waspadai tiap gejala!! Rebut kembali ruang hidup publi!! Perlahan tapi pasti!! (Maaf tidak detail bahasannya ,capek abis main smack-down..hehe)Sorry for any offensive words.
Seperti kata homicide :
“Organize our community,Empower our surrounding,Power to the people!”
Nb :kok dengan teknologi secanggih satelit mirip film Enemy Of The State,Eagle Eye (saya yakin teknologi itu eksis) Osama Bin Laden ga ketemu-ketemu ya? Pernah dipikirkan? Niat cari ga sih? Atau jangan-jangan…hehe..
Salut,
MIRZA FAHMI baru sadar bahwa Facebook juga korporasi.tapi mau gimana lagi dong?
(next topic: Mereka-mereka Yang Berani Melawan Hegemoni)
Btw,gue beberapa lalu udah nemuin motif utama Amerika melancarkan perang Vietnam,Pernah bertanya kenapa Amerika repot-repot melancarkan Serangan membabi buta kepada negara miskin? Cuma karena ideology? Benar,tetapi apakah Vietnam begitu strategis? Sehingga mati-matian diperjuangkan hingga pihak korban amerika sampai 56.000 org? lalu pergi begitu saja setelah kekalahan kecil?.Saya lalu melihat kondisi dunia saat seranga pertama tahun 1964-1965.Kebenaran tidak jauh.tinggal liat tetangga2 vietnam.Saya menarik kesimpulan invasi itu dilancarkan untuk sebisa mungkin menjauhkan falsafah komunis resistansi dari negara incaran sumber daya utama mereka.Indonesia tercinta.saat dimulai tahun 1965 indonesia diambang revolusi komunis (kapan2 gue jelasin soal G30s-analisis pribadi tapi- hehe).amerika panik,menyerang Vietnam hingga 1973 pasca pemilu yang dimenangkan telak Soeharto dan golongan karyanya yang sangat pasar-bebas.mereka tidak butuh Vietnam lagi ,Indonesia sudah ‘aman dari gangguan’.Any question? Hehe./span>