“…Dan kau iman yang menghamba pada keabadian pusara.Kubacakan serat korporat yang mengglobalkan angkara,rahim samsara yang terjaga pasca bencana,pasca iman disilaukan kilatan C-4 dan surga…..” -Megatukad (Homicide)
Salut,
Saya akan sedikit menceritakan apa yang sedang terjadi pada dunia kita sekarang ini.Kawan,Kita dijerat Neoliberalisme (sorry,no joke in my notes today..).Mungkin kita pernah dengar istilah ini sejak lama.Bahkan sudah hingga fase klise.Pasca 9/11 dunia memang selalu diperingatkan oleh banyak pihak dengan istilah ini.Dan saya sekarang menjadi salah satu dari pihak itu.tanpa bermaksud membuat pembaca bosan saya akan kembali mengingatkan apa Neoliberalisme itu dan dampaknya kepada kehidupan kita manusia merdeka.Singkat saja kok..
Tanpa maksud berlama-lama,saya akan langsung menjelaskan secara singkat,mengefisienkan kata tanpa bertele-tele bau tele.Neoliberalisme singkatnya adalah tatanan global ekonomi baru yang sedang berjalan di dunia yang kita tempati.Karakter utamanya adalah keserakahan tanpa batas,Kebijakan lintas tata aturan territorial dan nasional,Dilepasnya hak modal dari tangan negara ke tangan segelintir pemegang modal korporat multinasional.Sebuah new world order yang dikuasai Korporasi-korporasi raksasa dengan Amerika Serikat sebagai tukang pukul utamanya.
Pasca 9/11,Kita terlalu teralihkan perhatian kita kepada aksi-aksi ekspansif Amerika,Dan segala hal yang mereka klaim sebagai “War Against Global Terror”.Tanpa sadar bahwa pasca 9/11 sebenarnya tiada yang berbeda dengan aksi Amerika ini.Bukankah sejak dulu mereka selalu mengekspansi kekuasaan? Hanya alasan dan lokasi yang berbeda.Coba kita cek,Pasca PD II,Amerika mencanangkan “War Against Communism” dengan dilancarkannya Perang Korea,Perang Vietnam,Dan invasi ke Teluk Babi Kuba yang gagal (yang sejak itu selalu dicover-up oleh media).Soviet runtuh (berganti dengan Rusia yang lebih patuh terhadap pasar bebas).Amerika menginvasi Panama,Kolumbia,Nikaragua pada dekade 90-an karena untuk menggulingkan pemerintahan kiri yang berkuasa disana dan diganti oleh pemerintahan boneka.Mereka menamakan aksi itu dengan “War Against Drugs”.Dan terakhir,Invasi ke Irak,Afghanistan (entah kenapa kok ke negara sumber daya terus ya? hehe) dengan tajuk keren dan macho “War Against Global Terror”.Alasan mereka untuk dominasi global dan hegemoni kekuasaan selalu ditutupi tajuk yang heroik.
Dan berita bagusnya,Disetiap penaklukan barbarik itu selalu ada pihak-pihak yang membonceng.Para korporasi multinasional (including IMF,WTO,World Bank).dengan agenda mulia, antara lain Membuka lapangan kerja dan membagikan manfaat-manfaat sumber daya secara merata.Tanpa sadar bahwa kemudian negara yang ditaklukkan diubah haluannya sesuai keinginan segelintir korporat,Dihisap sumber dayanya besar-besaran dan hanya menyisakan sedikit untuk pribumi,Dan perjanjian-perjanjian dagang yang sekilas adil tapi kalo ditelaah sangat vampirik,diteken resmi untuk jangka waktu sekian dekade.Mission Accomplished.begitu terus terjadi berulang-ulang.
-Kebijakan ekonomi tiap korporasi multinasional bisa mengubah kebijakan suatu negara,Haluan negara,Bahkan konstitusinya-
Bahkan tidak usah jauh jauh,silakan lihat ke negara kita.Betapa kuat pengaruh mereka dalam kehidupan kita,Para mahasiswa yang sedang “kiri-kirinya” mungkin bisa berjalan-jalan dengan berteriak “ganyang modal asing!!!” hingga mereka kehausan dan (karena ga mau produk asing) membeli Aqua hasil dari mata air Gn. Salak (lokal banget,pikir mereka),tanpa sadar,mereka tak membaca label kemasan,Bahwa aqua diproduksi Danone,Korporasi multinasional Prancis.Bahkan saya yang sedang mengetik tulisan ini pun tidak memungkiri bahwa dikamar saya ada banyak barang-barang produksi korporasi yang bercokol di negara kita,antara lain: Lampu neon Phillips,Jeans Wrangler,Kipas Panasonic,rokok sampoerna (milik tuan Morris) etc.
Maka,kita melihat hari ini di negara kita,bahwa semuanya menjadi “industri”.Pelayanan kesehatan menjadi ‘industri kesehatan’.Penyediaan pangan menjadi ‘Industri pangan,pertanian ,dan agrobisnis’.Singkatnya,Segala neoliberalisme dan globalisasi ini sudah berarti penjajahan ruang hidup.Ideologi korporasi simple saja,LABA SEBESAR-BESARNYA.Melalui dominasi pasar dan sumber daya.Bukan pemenuhan lapangan pekerjaan,atau pemerataan manfaat,atau persaingan yang adil yang selama ini mereka gembor-gemborkan.Lewat manipulasi total terhadap segala perkembangan teknologi media dan informasi jugalah mereka mencitrakan diri sebagai agen yang mendorong kesejahteraan masyarakat.
Mereka sudah merangsek ke segala arah (McD di bandung,radius 1 km dari kost gue aja udah ada 3 outlet besar),Membuat segala hal diatas selumrah hujan dan matahari pagi.Bagaimana dengan pemerintahan kita Indonesia?(dengan pemimpin yang selalu mengusung “nasionalisme kerakyatan”).Setali tiga uang kawan,Negara kita hari ini lebih berkewajiban untuk mengontrol investasi global yang datang.Dan sebaliknya menelantarkan kewajiban untuk menyejahterakan rakyatnya yang (atas anjuran perjanjian dengan korporasi-korporasi) harus diserahkan kepada ‘pasar’.
Pemimpin yang sedari dulu mengaku nasionalis sebenarnya tak lebih dari tai kucing bunting (maaf).Megawati mengamandemen UUD 1945 yang pasal ekonomi sosialistis Bung Hatta,dengan pasal-pasal yang membolehkan masuknya modal asing dalam jumlah yang tidak ditentukan (pasalnya lupa,maaf).Dan ia masih PeDe membawa-bawa nama bapaknya ke setiap temu khalayak,Dan memajang nasionalisme pro-wong cilik sebagai tema partai.Prabowo support tani pada kampanye pemilu skrg,Apa dia udah lupa peristiwa represif kopassus kepada pengusaha mandiri jaman orba (menolak modal dan insentif asing) yang lalu dicap ‘kiri’? ,Dan ada yang masih bertanya kenapa saya memilih golput?
Kita pun melihat penyeragaman di kehidupan sehari-hari.Akibat brainwash bawah sadar tiada henti,Kita membeli produk itu,lagi,lagi,dan lagi.Produk yang akrab dimata setiap hari.Sementara kaum miskin semakin termarjinalkan,kaum saudagar sibuk mandi uang.Para petani Dipaksa menggarap tanah turun temurun yang ditinggali sejak zaman kuda gigit besi,tapi sekarang jadi milik korporasi.Melawan berarti militer siap menghampiri.Dan sudah tidak bisa dihitung lagi korban represi militer sejak zaman Orba dulu.pemerintah sekali lagi tak peduli,selama asset asing terlindungi,rakyat dikangkangi.Para petani beras hanya bisa makan gabah.Dan akhirnya banyak mati kelaparan tiap harinya di tanah yang kaya sumber daya.
Okay Wake up! Pahami yang terjadi!!! Sekarang!!! Buat perubahan!!! Saya tidak akan memaksa kita membuang barang-barang korporasi pribadi yang kita miliki.Saya sekarang Cuma ingin kita semua sadar dahulu apa yang terjadi di sekeliling kita.Negara kita negara kaya,Kalau tidak dikatakan terkaya.Masih bertanya kenapa banyak yang miskin?.Apakah semua itu masuk akal diterima logika?.lagi-lagi,saya ingatkan bahwa saya tidak menuntut perubahan gaya hidup yang ekstrem.Tidak meminta kalian memakai baju Che Guevara lalu turun ke jalan bakar foto Korporat dan blokir jalan protocol sambil membakar outlet-outlet McD sepanjang perjalanan.tidak.Hanya sedikit meminta kalian memikirkan kenapa ini bisa terjadi.saya rasa,sebagai langkah awal,satu-satunya cara melawan ketidakadilan ini adalah Identifikasilah diri sendiri dan komunitas sekeliling kita,Lalu pahami sebisa mungkin apa yang salah dan bisa diperbaiki untuk kedepan.And I’ll keep writing about this subject whether you like it or not.Mari kita lawan dominasi dari titik paling kecil! Waspadai tiap gejala!! Rebut kembali ruang hidup publi!! Perlahan tapi pasti!! (Maaf tidak detail bahasannya ,capek abis main smack-down..hehe)Sorry for any offensive words.
Seperti kata homicide :
“Organize our community,Empower our surrounding,Power to the people!”
Nb :kok dengan teknologi secanggih satelit mirip film Enemy Of The State,Eagle Eye (saya yakin teknologi itu eksis) Osama Bin Laden ga ketemu-ketemu ya? Pernah dipikirkan? Niat cari ga sih? Atau jangan-jangan…hehe..
Salut,
MIRZA FAHMI baru sadar bahwa Facebook juga korporasi.tapi mau gimana lagi dong?
(next topic: Mereka-mereka Yang Berani Melawan Hegemoni)
Btw,gue beberapa lalu udah nemuin motif utama Amerika melancarkan perang Vietnam,Pernah bertanya kenapa Amerika repot-repot melancarkan Serangan membabi buta kepada negara miskin? Cuma karena ideology? Benar,tetapi apakah Vietnam begitu strategis? Sehingga mati-matian diperjuangkan hingga pihak korban amerika sampai 56.000 org? lalu pergi begitu saja setelah kekalahan kecil?.Saya lalu melihat kondisi dunia saat seranga pertama tahun 1964-1965.Kebenaran tidak jauh.tinggal liat tetangga2 vietnam.Saya menarik kesimpulan invasi itu dilancarkan untuk sebisa mungkin menjauhkan falsafah komunis resistansi dari negara incaran sumber daya utama mereka.Indonesia tercinta.saat dimulai tahun 1965 indonesia diambang revolusi komunis (kapan2 gue jelasin soal G30s-analisis pribadi tapi- hehe).amerika panik,menyerang Vietnam hingga 1973 pasca pemilu yang dimenangkan telak Soeharto dan golongan karyanya yang sangat pasar-bebas.mereka tidak butuh Vietnam lagi ,Indonesia sudah ‘aman dari gangguan’.Any question? Hehe./span>
Senin, 16 Februari 2009
Lawan!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Test
BalasHapus_gani_
ja baca notes lo langsung mengingatkan gw akan "NAZI UFO CONSPIRACY" pas mereka "membuat" suatu fakta untuk menutupi fakta yang sebenarnya, yah kaya teori2 lo yang lo tulis lah dimana tajuk/judul hanya sebagai topeng
BalasHapusapaan tuh nazi ufo? bru denger gue..hehe
BalasHapusgini bay,gue rasa sih ini sudah bukan teori lagi,melainkan sudah menjadi suatu sistem baku yang dipraktekkan sejak beberapa dekade kebelakang..yah gimana lagi,pemerintah juga ga ngapa2in..apalagi wapresnya saudagar..bahkan korporasi-korporasi lokal mulai kayak memegang kendali negara (Bakrie,dll)
gw tunggu yg 30S ja.he
BalasHapusivel
hahaha, bener juga si ja klo diliat dari dlu sampe sekarang yang udah2, korporasi-korporasi lokal di indonesia udah bisa mengatur keperluan mereka sendiri tanpa harus ada "campur tangan" pemerintah
BalasHapus@bayu..bahkan sebisa mungkin mengatur kebijakan pemerintah agar tidak ada yang menghalangi kepentingan mereka.
BalasHapus@ivel wah ivel mintanya berat nih..haha..tar vel..gue kalo bikin notes itu bukan notes lg namanya..bsa jadi makalah..haha
mengambil contoh bakrie, mereka dengan mudah membabat habis hutan-hutan di Indonesia dengan dalih "biofuel untuk udara yang lebih bersih" & pemerintah Indonesia dengan gampangnya setuju begitu aja, ikut mensponsori & merelakan kurang lebih 80% hutan di Sumatra untuk ini, hanya mendapat untung "bersih" tidak lebih dari seperempatnya, sangat tidak masuk akal jika tidak ada pelicin dalam usaha ini.
BalasHapusyang tadinya indonesia masuk 5 besar dalam penghasil oksigen terbanyak malah beralih menjadi 5 besar dalam penghancuran hutan tercepat, pemerintah? tutup mata, telinga & mulut.
iya bay,kmrn juga gua ntn BBC gtu..kan bio-fuel pake kelapa sawit kan,Sedangkan satu pohon menghasilkan sangat sedikit buah..jadi terpaksa disetiap plantation ditanan ribuan..bahkan taman nasional tanjung puting yang menjadi sarang terakhir orang utan,sepertiganya udah plantation kelapa sawit,padahal dampak bio-fuel sendiri masih buram..tapi kita sudah kehilangan berjuta hektar...terkadang pemerintah dan korporasi membuat kebijakan yang tidak lebih cerdas dari anak TK tukang ngelem..
BalasHapusia ja gw sendiri udah ngedatengin ladang kelapa sawit mereka yang didaerah sukabumi pas gw sampe sana yang gw liat cuma tanah lapang, panas, kerasa banget gundulnya bener2 kaya ga ada apa2
BalasHapusia, kebijakan pemerintah kerasa banget cuma demi mendapatkan kebanggaan sesaat atau obsesi kosong doang
begitu gw liat laporan kemana kayu yang ditebangin itu pada ilang, gw bener nyesek, hampir semuanya dikirim keluar negeri, keuntungannya? diambil korporasi-korporasi tersebut
korporasi=anihilasi
BalasHapus