Pernah merasa begitu jatuh cinta dengan suatu lagu? setidaknya itulah yang saya rasakan kini.Jatuh cinta dengan Vapour Trail-nya Ride.Entah kenapa,Liriknya juga ga ngerti padahal.
Mungkin ini sejenis siklus.Ibu saya bilang sewaktu saya bayi saya tergila-gila dengan 'Tomorrow Never Knows'nya Beatles.Dan sering nyanyi-nyanyi sendiri di box bayi dengan lidah seadanya.beranjak ke Tk,Saya tergila-gila dengan Phil Collins "Another Day In Paradise".Mungkin karena sering disetel di tape mobil.Tentu tidak lupa Ebiet G. Ade dengan 'Menjaring Matahari"nya yang megah.
Masuk SD,Saya tergila-gila dengan album kompilasi "The Best Of 1997" terutama Blur "Song 2" dan Spice Girls yang "When 2 Become 1".haha.kalo dulu sih ga malu sama sekali.Masih ada yang inget lagu judulnya Macarena? wah kawan,itu lagu ada di album yang sama,dan saya bisa ngambek besar kalo pas setel album itu Lagu Macarena ga mulai duluan.hahaha
Haha.Dan beranjak dewasa saya pun mulai mendengarkan musik musik yang semakin beraneka ragam.dari musik metal ke musik portal,Rock And roll hingga keroncong protol.Dan sebagainya.
Tetapi,selama beberapa bulan mendengarkan album 'Nowhere"nya Ride.saya jatuh cinta dengan lagu ini ,literally.Ada perasaan yang sama ketika saya menyanyikan lagu ini dan sewaktu saya menyanyikan lagu-lagu Phil Collins,Blur,Spice Girls,Dan Macarena dengan suara lantang (tanpa malu) bersanding dengan tape mobil yang uzur.Dan perasaan itu sulit dijelaskan.Dan saya pun tak perlu membuang-buang waktu mencari maknanya.karena toh saya lebih suka menyanyikan lagu itu sekali lagi..hehe
Vapour trail
First you look so strong
Then you fade away
The sun will blind my eyes
I love you anyway
Thirsty for your smile
I watch you for a while
You are a vapour trail
In a deep blue sky
Tremble with a sigh
Glitter in your eye
You seem to come and go
I never seem to know
And all my time Is yours as much as mine
We never have enough
Time to show our love
Salut,
MIRZA FAHMI sedang "First you look so strong,then you fade away.."
Selasa, 24 Februari 2009
Sedang Vapour Trail
Minggu, 22 Februari 2009
Academy Award yang (masih) Klise
Sudah lama saya ingin mencoba jadi movie reviewer,Mungkin review mengenai ajang penghargaan Academy Award bisa menjadi start yang bagus,.Berikutnya,saya mungkin akan menuliskan beberapa review film disini.
Academy Award yang ke-81 tadi malam telah digelar di Kodak Theatre.Hampir tak ada kejutan.Slumdog Millionaire memenangi 8 Oscar dari 10 nominasi.
Sangat sesuai perkiraan saya,Mengingat klise-klise Academy Award yang selalu berulang dari tahun ke tahun.Mengenai itu,saya akan berusaha menjelaskannya pada tulisan saya kali ini.
Slumdog Millionaire mengalahkan film-film seperti The Reader,The Curious Case Of Benjamin Button,Changeling,dan lain-lain.Mengapa kemenangan itu saya bilang klise? Bukankah Slumdog memang film yang brilian? Saya tidak menyangkal kejeniusan Slumdog garapan Danny Boyle ini.Tetapi kalau dibilang sebagai film yang terbaik,saya tidak sependapat.
Slumdog mengisahkan mengenai anak gelandangan di India yang berhasil mengikuti acara semacam Who Wants To Be A Millonaire? Di sana.Secara mengejutkan,Ia berhasil menjawab segala pertanyaan sampai ke pertanyaan terakhir,Tetapi sebelum menjawab pertanyaan terakhir,Ia dibekuk oleh polisi yang dating atas permintaan penyelenggara (karena disangka main curang,masa gelandangan jadi jenius gitu?)).Ia lalu diinterogasi oleh kepolisian setempat,saat itulah ia menjelaskan bahwa segala jawaban dari pertanyaan kuis itu ia ketahui selama ia menggelandang bertahun-tahun.Dari segala pengalamannya,dan pertemuannya dengan berbagai orang.
Lantas,kenapa saya mempermasalahkan film dengan cerita unik ini? Klise apa yang saya maksud diatas? Yang saja mau tekankan pada tulisan ini adalah kecenderungan (sering sekali) Academy Award untuk memenangkan film-film yang memiliki feel-good tone (optimis dan penuh harapan).yang bombastis.ceritanya WOW!.Film-film dengan skala besar.Dan kecenderungannya untuk tidak memilih film-film dengan isu controversial,Gelap,real,artsy,dan sederhana.
“(Academy Award) its just a sympathy vote…..” (taken from Trainspotting,film Danny Boyle tahun 1996,sekarang malah Danny Boyle yang menang Oscar tadi malam,ironis)
Seperti yang dikatakan quote diatas.Kecenderungan Academy Award hanya menjadi Sympathy Vote semakin menjadi-jadi dari tahun ke tahun.contoh :
1. Forrest Gump (tentang orang idiot yang jadi sukses,kaya raya) mengalahkan Pulp Fiction-nya Quentin Tarantino yang stylish,Revolusioner,yang bahkan telah
memenangkan Palme D’or dari Cannes film festival.
2. Shakespeare In Love (ketauan dari judulnya ini tentang apa) mengalahkan Saving Private Ryan yang real,brutal,dan memiliki sad-ending yang ambigu.
3. Film-film Stanley Kubrick yang rumit,Art-oriented,penuh simbolisasi (contoh: 2001:a Space Odyssey,The Shining) terbukti mayoritas masuk daftar 100 film terbaik dari American Film Institute,tetapi tak pernah memenangkan Oscar sekalipun.
4. Dances With Wolves-nya Kevin Costner (mengenai kisah Kapten era perang sipil yang kolosal) mengalahkan Goodfellas-nya Mertin Scorsese yang ironis,sadis,memiliki dark humor yang unik
5. Crash (tentang rasialisme) mengalahkan Brokeback Mountain yang mengangkat isu ‘sensitive’(pasti tau kan? Hehe)
Masih banyak contoh lainnya,seperti kegagalan Taxi Driver-nya Scorsese pada Academy Award tahun 1977 (menandai era bermulanya klise2 itu),Apocalypse Now-nya Francis Ford Coppola yang sama sekali ga dilirik,Dan lain-lain.Tetapi saya hanya memberikan sedikit contoh diatas hanya sebagai gambaran.Betapa suatu ajang yang mayoritas orang pikir sebagai ajang nomor wahid,ternyata dikuasai klise-klise seperti ini.
Mari kita lihat lagi Academy Award tadi malam,Slumdog yang memiliki feel-good tone (semua penonton tahu bahwa pada akhirnya,si protagonist akan baik-baik saja) mengalahkan Changeling yang memiliki kontroversi cerita (cari tau sendiri apa ceritanya,males jelasin lagi),Benjamn Button yang ceritanya agak absurd (kalo gue bilang sih brilian).Doubt tentang pencabulan jemaat gereja oleh pastor bejat,Milk tentang politikus gay yang menuntut persamaan hak kaum gay (lalu akhirnya mati dibunuh),The Reader tentang perselingkuhan anak 15 tahun-an dengan penjaga gerbang kamp konsentrasi era Nazi.Dan terakhir Changeling mengenai ibu yang mendapati anaknya yang kembali sejak diculik,ternyata bukan anaknya.dan lalu membawanya kepada serangkaian konspirasi pemerintah.
Sudah lihat perbedaan cerita dan tone dari nominasi-nominasi itu? Secara teknis,memang slumdog layak keluar sebagai pemenang.Tetapi bukankah ini akan mendiskreditkan film-film yang budgetnya tidak sebesar slumdog dan bergantung pada kekuatan cerita dan tema ? Bagaimana dengan film indie keren Darren Arronofsky,The Wrestler (masuk nominasi best film aja engga)? yang budgetnya sangat kecil tetapi dengan personal dan menyentuh menceritakan tentang pegulat tua kesepian yang berkeinginan untuk meninggal di ring,lalu menjalin hubungan dengan stripper sepuh? Atau The Reader yang mengenai cinta terlarang?.Tema yang jarang sekali diangkat. tema sederhana tentang kemanusiaan seperti itu memang telah lama luput dari pandangan Academy Award ,yang mulai sering beralih ke tema-tema berbau ‘dongeng’ yang jauh dari konteks realita tetapi sempurna secara teknis.
Kecenderungan Academy Award yang lebih memihak terhadap film-film ‘tear-jerking’ memang telah disorot banyak pihak sejak lama,banyak yang bertanya Apakah ini karena para juri Academy Award yang (maaf) sudah sepuh? Sehingga terkadang nilai-nilai/norma baku mereka yang kolot membuat mereka menolak mendalami intisari film-film bertema controversial (the reader,dll),hingga akhirnya mempengaruhi objektifitas penilaian?
Saya sendiri sempat menangkap preseden baik ketika film-film ‘gelap’ seperti The Departed dan No Country For Old Men menang pada Academy Award yang sudah-sudah,Tetapi melihat result tahun ini.Kekhawatiran saya muncul lagi.Kekhawatiran bahwa lama kelamaan Academy Award kehilangan kewibawaan dan keobjektifannya (puncak keemasannya era 1950an-1970an).Berubah menjadi sekedar penghargaan komersialitas hollywood belaka.sebagai sarana penarik selera pasar belaka.Dengan senantiasa memenangkan film-film yang ‘mudah dicerna’.Oscar pun turun pangkat jadi alat iklan.karisma penghargaan hilang total.Tak lagi dianggap sebagai panutan.Padahal panutan (kiblat) apa lagi bagi film lokal kita kalau bukan dari Academy Award?
Tapi,sudahlah.Toh banyak juga poin-poin menarik dari Oscar kali ini.Lagipula ngapain sih memperhatikan pengamatan amatir seperti saya yang tinggal terima jadi film? hehe,Mickey Rourke gagal dapat best actor (gue ga terima banget).Kate Winslet menang best actress (setuju).Kekocakan Hugh Jackman yang jadi MC.Heath Ledger menang best supporting actor (totally predictable)disambut penonton dengan standing ovation yang mengharukan.Dan Slumdog mendapatkan 8 Oscar atas nama pasar.Lalu sembari mengetik tulisan ini,saya berharap sudut pandang juri Academy Award ditahun-tahun kedepan bisa berganti.
Salut,
MIRZA FAHMI yang pernah beranggapan kalau kemenangan besar Lord Of The Ring: Return Of The King adalah Aib (dengan ‘a’ kapital) memalukan buat setiap juri film.Sekalian aja menangin Lion King!
Sabtu, 21 Februari 2009
TVone?
Saya menemukan topik menarik ini dari email Ayah saya,Sengaja saya post disini sebagai penyeimbang berbagai opini tentang Gaza.
Dalam Apa Kabar Indonesia Pagi Senin 5 Januari 2009, dengan halus Indriarto Priyadi dan terutama Grace Natalie mencoba menggiring opini pemirsa bahwa Israel "terpaksa" menyerang. Mereka berbincang bahwa Israel tak akan berhenti menyerang jika serangan roket Hamas tak dihentikan. Dalam sesi pertama dengan pengamat Bantarto Bandoro, pembicaraan berkutat pada Hamas yang memang mengganggu dan "memancing" serangan Israel dengan serangan roket ke negeri zionis itu.
Pengamat internasional CSIS itu juga menyebut bahwa perang akan berlangsung lama karena -tidak seperti agresi Israel ke Lebanon yang dipukul Hizbullah dan "ditengahi" pasukan PBB- Hamas menolak kehadiran pasukan perdamaian. Opini pemirsa pun tergiring kepada kesimpulan: Israel menyerang karena kesalahan Hamas dan serangan akan terus berlanjut karena Hamas dengan degil menolak campur tangan internasional PBB. Kerja tim yang baik antara Indriarto, Grace dan sang pengamat CSIS.
Menjelang sesi berikutnya, wawancara dengan KH. Ahmad Satori dari Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Indriarto membuka dengan menyebutkan seruan boikot produk "yang katanya" dari Amerika oleh beberapa kelompok (Muslim tentu saja). Ungkapan agak sinis ini kemudian ditimpali Grace, "padahal mereka suka menggunakan produk itu." Sebuah judgement bahwa kelompok Muslim yang menyerukan boikot produk Amerika sebenarnya justru pecinta produk itu.
Sekitar dua hari sebelumnya, dalam sebuah ilustrasi tentang sejarah konflik di Palestina, narator TV One menyebutkan bahwa tanah Palestina dikuasai Israel setelah gerilyawan Israel berhasil memaksa Inggris-yang diberi mandat oleh PBB- hengkang dari sana. Ini adalah kedustaan yang bodoh dan buta sejarah. Kenyataannya Inggris sejak 1917 memang berencana memberikan tanah Palestina untuk dijadikan negara Israel oleh kelompok zionis Yahudi. Deklarasi Balfour dengan jelas membuktikan kedustaan ini.
Ada juga penayangan rekaman video dari pihak Israel yang mengebom sebuah masjid. Serangan keji yang menghancurkan rumah ibadah dan menewaskan jamaahnya ini dilakukan dengan alasan masjid menjadi gudang penyimpanan roket-roket Al-Qassam. Ada cuplikan menarik dalam video itu, setelah ledakan bom pertama ada ledakan kedua ( secondary explosion ) yang diberi tanda dan catatan oleh editor video Israel. Hal itulah yang diklaim sebagai "bukti" adanya roket di dalam masjid. Yang menggelitik, cuplikan itu selalu diulang-ulang oleh TV One dalam tayangan berita tentang serangan Israel.
Beberapa poin di atas menunjukkan adanya upaya penggiringan opini oleh TV One. Yaitu agar publik di Indonesia, termasuk umat Muslim, yang mengutuk serangan brutal dan keji Israel menjadi "memaklumi." Pertanyaannya, kenapa hal itu dilakukan TV One?
Jauh sebelumnya, Grace Natalie juga melakukan penggiringan opini dalam berita kasus terorisme Palembang. Grace, yang "meninjau" lokasi pesantren yang dituduh menjadi sarang dan tempat latihan tersangka teroris Palembang, melengkapi laporannya dengan ilustrasi bahwa pesantren itu "aneh" karena hanya memiliki sepuluh santri.
Kalau saja Grace seorang Muslim, atau rajin mengamati pesantren-pesantren kecil di pedesaan, niscaya ia akan menemukan pesantren (rintisan tentu saja) yang hanya memiliki lima, empat, tiga atau bahkan satu santri saja. Keheranan seorang Grace yang bukan Muslim dan tidak memahami dunia pesantren memang wajar. Namun komentar bodohnya bahwa hal itu "aneh" memberi bobot bagi penggiringan opini bahwa pesantren adalah sarang teroris.
Tapi terlepas dari hal tadi, Grace Natalie dan TV One memang hebat. Liputan mereka tentang kasus terorisme selalu berhasil mencapai level eksklusif. Saat para wartawan di Yogyakarta tak bisa mendekati rumah tempat Mbah alias Zarkasih ditangkap, Grace malah terlihat ada di mobil Densus 88 yang melakukan penangkapan. Tak heran jika dalam pemberitaan penangkapan tersangka teroris di Palembang pun Grace bisa masuk rumah salah satu tersangka dan memamerkan "temuannya," sebilah pedang samurai yang biasa dijajakan di kakilima. Tak begitu dahsyat, tapi lumayan, bisa menambah bobot penggiringan opini bahwa itu memang rumah teroris.
Bos Grace, Karni Ilyas, malah lebih hebat lagi. Pada saat penangkapan Amrozi, ia melaporkan langsung dari TKP, padahal posisinya waktu itu Pemred SCTV. Demikian juga saat penyerbuan di Batu yang berakhir dengan kematian Dr. Azahari, Karni yang waktu itu Pemred Anteve melaporkan langsung dari TKP. Di mana ada kasus terorisme besar yang terungkap, di situ pasti ada Karni Ilyas atau anak buahnya -salah satunya Grace Natalie. Hubungan Karni yang dekat dengan Komjen. Gories Mere membuatnya selalu mendapatkan liputan eksklusif tentang operasi Densus 88.
Jangan lupa juga bagaimana reporter TV One (waktu itu masih bernama Lativi) Alfito Deannova berhasil mengajak Ali Imron -terpidana seumur hidup kasus Bom Bali yang seharusnya meringkuk dalam penjara- jalan-jalan menapaktilasi lokasi persiapan dan pelaksanaan Bom Bali. Ali memang fenomenal, saat kawan-kawannya meringkuk dalam sel, ia malah bisa ngopi bareng Gories Mere di Kafe Starbucks yang di yakini salah sebuah usaha milik jaringan zionis internasional.
Ketika hal itu memicu kegemparan, Gories beralasan bahwa Ali dibon untuk mengungkap jaringan teroris. Ini masih masuk akal, Gories memang berwenang melakukan berbagai upaya dalam penyidikan. Namun bagaimana bisa TV One "mengebon" Ali yang napi untuk acara eksklusifnya? Lagi-lagi stasiun televisi yang sahamnya dimiliki oleh taipan media keturunan Yahudi Rupert Murdoch -melalui Star TV Group- ini memang hebat.
Okelah, bisa jadi Karni Ilyas berniat baik, memfasilitasi Polri dengan stasiun televisi tempatnya bekerja dalam kampanye pembentukan opini memerangi terorisme di Indonesia. Biarlah kelompok Muslim dan pesantren yang sempat menjadi sasaran kampanye itu marah dan sedih, toh mereka masih bisa membantah, ini negeri demokrasi tempat pendapat bebas diumbar kan?
Tapi sangat jahat kalau Hamas, Muslim Palestina dan bangsa terjajah itu kemudian dihalangi dari dukungan Muslim dan bangsa Indonesia. Yaitu dengan membentuk opini bahwa Israel tidak salah kalau menyerang mereka. Salah mereka sendiri melakukan perlawanan terus-menerus pada penjajah zionis yang jauh lebih kuat. Ini adalah kampanye terselubung mendukung kekejian zionisme.(dikutip dari muslimdaily.net)
Lawan!
salut
MIRZA FAHMI
Jumat, 20 Februari 2009
Gemar Berbahasa
"Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia"
Yak jumpa lagi dengan saya, setelah seminggu ini saya disibukan oleh kegiatan perkuliahan dan tugas yang menumpuk sehingga tidak sempat untuk menulis sebuah 'artikel' pada blog ini. Akhirnya saya memiliki waktu senggang di akhir pekan ini untuk membuat sebuah "catatan" akhir pekan (hehe..) yang sebenarnya dari dulu ingin saya buat, namun urung karena terlalu banyak topik yang ingin saya angkat dalam tulisan-tulisan saya..
Oke, pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang masalah yang sangat mendasar dalam kehidupan kita dalam berbangsa dan bertanah air, yaitu tentang gemar berbahasa Indonesia. Ya! Anda benar! Topik yang mungkin sering sekali diangkat oleh guru-guru kita semasa kita masih duduk di bangku sekolah dulu, tetapi sering pula kita abaikan (mungkin karena terlalu sering dibahas secara teoritis kali ya?). Namun dalam bahasan ini, seperti biasa, saya tidak akan membahas permasalahan secara mendalam, penuh referensi, atau didasari oleh teori yang kuat. Namun hanya dilandasi sebuah pemikiran simpel, dipandang menurut fakta sehari-hari, disertai dengan gagasan sederhana untuk mencintai dan bangga dengan salah satu identitas pemersatu bangsa kita, yaitu bahasa Indonesia
Dewasa ini, saya melihat semakin maraknya orang meninggalkan bahasa Indonesia sebagai lingua franca atau bahasa penghubung dalam kehidupan sehari-hari. Entah karena malu atau tidak terbiasa, kita malah lebih sering memilih menggunakan bahasa asing dalam penggunaan sehari-hari. Seolah bangga akan hilangnya identitas diri sebagai bangsa Indonesia.
Memang, tampaknya dari dulu bangsa kita sangat gemar sekali menggunakan bangsa asing sebagai alat komunikasi. Tentunya bukan bahasa asing secara utuh yang saya maksud disini, tetapi hanya sebatas menggunakan istilah-istilah dan kosakata asing yang sebenarnya memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia. Di awal hingga pertengahan abad 20, dimana araoma kolonial sangat kental tercium pada budaya kita. Para ningrat atau yang merasa ningrat, orang-orang dari strata atas dan para isteri pegawai pemerintahan gemar sekali menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Belanda yang dicampuradukan dengan bahasa Indonesia untuk menunjukan bahwa mereka berasal dari golongan atas. Mereka yang pada saat itu menguasai bahasa Belanda dianggap orang yang modern, terpelajar, atau ningrat.
Sekarang, ketika pengaruh kolonialisme telah memudar, anggapan bahwa bahasa Belanda menunjukan identitas "ningrat" sesorang sudah tidak berlaku lagi. Bahkan anggapan itu cenderung bergeser. Sekarang orang malah menganggap penggunaan istilah-istilah bahasa Belanda yang dicampuradukan dengan bahasa Indonesia itu kuno, ketinggalan jaman, dan hanya dipakai oleh oma-oma (hehe..)
Yang sedang marak sekarang adalah menggunakan istilah dan memberi nama menggunakan istilah dan kosa kata dalam bahasa inggris.
Sebagai contoh, saya ingin bertanya "pernahkah anda pergi berbelanja ke Alun-alun Cilandak?" atau "pernahkah sebuah pameran digelar di Balai Sidang Jakarta?". Tentu tidak pernah, karena kita sekarang pergi "shopping" ke "alun-alun Cilandak" yang diberi nama mentereng "Cilandak Town Square", dan "Balai Sidang Jakarta" punya nama beken "Jakarta Convention Center", dimana sering diadakan "expo" dan "eksebisi".
Tentu orang-orang akan berdalih "itukan bahasa marketing, biar menarik". Dan menganggap penggunaan nama-nama dengan bahasa Indonesia untuk ikonisasi akan terkesan kampungan, lucu, ndeso, dan lain sebagainya. Jadilah kita menggunakan istilah-istilah dalam bahasa asing tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Citos, Setos, Detos, dan "tos-tos" lainya. WTC, ITC, BTC, dan "TC-TC" lainya.
Sekarang saya ingin bertanya, dimana letak "ndeso"nya kosa kata bahasa Indonesia? Apakah karena kita sebenarnya malu mengakui bahwa kita orang Indonesia, sehingga kita ingin sekali mencoba untuk menghilangkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia dengan meninggalkan bahasa indonesia?
Tentu bahasa Inggris adalah bahasa Internasional, dan saya di tulisan ini tidak menyalahkan penggunaanya bila dipakai dalam pergaulan internasional. Tapi ini? Yang punya acara orang Indonesia, yang dateng juga orang Indonesia, gedungnya di Indonesia, tokonya punya orang indonesia, yang belanja orang indonesia, ngomong sama orang indonesia, tapi kenapa pakai istilah dan kosakata asing?
Sebagai kontras, masyarakat Jepang merupakan masyarakat yang modern. Negaranya memnguasai kemajuan teknologi. Perekonomianya stabil. Tetapi bangsa Jepang merupakan bangsa yang sangat bangga dengan bahasanya. Hampir tidak ditemukan produk dan perusahaan dari jepang, baik itu restoran, pusat perbelanjaan, merek mobil, dan lainlain, yang menggunakan bahasa Inggris. Malah hampir sulit menemukan tulisan latin di negara tersebut. Modul-modul, buku-buku dan istilah-istilah ilmu pengetahuan hampir semuanya menggunakan bahasa Jepang. Dan lihat, apakah bangsa jepang merupakan bangsa yang tertinggal dan kampungan?
Perlu dicatat, bahasa kita, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang modern. Dimana ini dapat dilihat dari dapat digunakanya bahasa Indonesia dalam lingkup pendidikan. Lalu mengapa kita malu menggunakan bahasa sendiri? Menulis "Sokarno-Hatta Airport" gede-gede diatas tulisan "Bandara Soekarno-Hatta". Ini bandara internasional milik Indonesia bung! Seharusnya yang ditulis besar-besar adalah bahasa Indonesia, lalu baru artinya dalam bahasa Inggris ditulis dibawahnya agar wisatawan asing mengerti. Dimana identitas kita? Masa bahasa orang didahulukan di negeri sendiri daripada bahasa sendiri. Jangan-jangan nanti Monas lebih dikenal sebagai Namon lagi (National Monument, hehe)
Sudah saatnya kita bangga menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Karena bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat sakral sebagai kebanggaan dan identitas bangsa, selain sebagai bahasa pemersatu bangsa tentunya. Mungkin akan terasa rancu pada awalnya, bahkan terdengar menggelikan (seperti ketika memadankan kata "mouse" komputer dengan kata "tetikus"). Tetapi seiring waktu, toh kita akan terbiasa (seperti menggunakan kata rudal sebagai pengganti kata "missile" dan mengindonesiakan singkatan ATM.. sumpah! Teman-teman saya masih banyak yang kaget ketika tahu bahwa rudal itu singkatan dari peluRU kenDALi, bukan bahasa Inggris..dan ATM dapat dipanjangkan menjadi Anjungan Tunai Mandiri, bukan Automatic Teller Machine..hehe)
Salam hangat
Gani, seseorang yang berharap suatu saat bisa berbelanja di "Toserba Blok M" atau di "Kota Senayan"
Rabu, 18 Februari 2009
Curious Boy
Terkadang,saya banyak mendengar masukan tentang aktivitas tulis-menulis saya selama beberapa minggu terakhir ini.yah banyak yang bilang "gila..masih bocah nulisnya ngeri begitu!!!"..."yah masih bocah sok tau"...."wah parah tulisan lo,eling,wahhhh mau kiamat nih!!mulai banyak orang-orang kayak lo soalnya!!!"..dan masih banyak lagi 'nasihat' sejenis.
Memang saya sering sekali membahas topik-topik 'tak terjamah' dalam tulisan-tulisan saya.Beberapa waktu lalu,saya sempat ikut debat mengenai eksistensi akhirat di salah satu notes teman.Saya menanyakan perihal Tuhan secara nalar,akhirat secara nalar.Pertanyaan-pertanyaan yang mendatangkan 'cemoohan' seperti "astagfirullah,liat quran ja,lu sesat banget,tanda-tanda kiamat nih" dan sejenisnya.
Topik tulisan saya kali ini bukan ingin membahas kembali topik debat akhirat seperti diatas (i dont wanna get involved in the brutal debate again..heheh).Melainkan sedikitnya menjelaskan motivasi saya untuk menanyakan hal-hal yang 'tak boleh dipertanyakan' seperti diatas.
Mungkin anda pernah lihat di pusat perbelanjaan,Anak-anak balita yang di tiap pemberhentian ibunya mau ambil barang pasti selalu tanya-tanya "ma..kok ikan lele berkumis? apakah ia mengikuti sunnah rasul?" atau "ma,kepiting itu seorang junkies ya? mulutnya berbusa! " dan lain-lain.poin saya adalah mereka memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa.Bertanya tentang segala hal kepada setiap orang,walaupun pada beberapa kesempatan mereka dibohongi apabila pertanyaannya kelewat "ga balita".tetapi itulah keunggulan mereka sesungguhnya,Bisa dibilang setengah pengetahuan kita sekarang terhadap dunia,didapatkan ketika kita masih balita yang selalu bertanya.
Tetapi,ketika kita dewasa,pertanyaan entah kenapa semakin jarang kita keluarkan.Entah karena kita semakin terbiasa dengan pengajaran satu arah di sekolah (duduk rapih,ga boleh motong guru,dll).Atau karena keingintahuan kita yang semakin pudar kemudian hilang sama sekali? Terutama pertanyaan tabu macam "apakah guna kita hidup di dunia" dan seterusnya.Kita seakan menerima segala kebenaran begitu saja.Dari sumber-sumber yang kata kebanyakan orang 'sahih' dan 'tak patut dipertanyakan'.budaya sistem "jangan tanya,tapi lakukan!" pun lalu kita telan mentah-mentah.Kita menjalani itu semua dengan patuh tanpa mengetahui makna-makna keharusan kita melakukan itu.
Padahal,kebenaran yang sudah dicap "absolut" dan "haram dipertanyakan" seperti itu justru malah menunjukkan lemahnya fondasi kebenaran itu sendiri,Tetapi,akibat guru yang mengajar satu arah,Orang tua yang tidak suka berdiskusi dengan anknya secara egaliter,serta lingkungan yang juga "patuh 100 %".Mengakibatkan kita pun menelan mentah klaim yang ada,Sampai akhirnya diujung hari tua kita menyadari bahwa sebenarnya kita tidak mengetahui hidup yang dijalani berpuluh-puluh tahun itu bermakna apa.
Saya pun berusaha menerapkan kembali keingintahuan saya semasa balita di kehidupan saya sekarang dan seterusnya."ah masih ingusan aja..ga tau apa-apa." kata orang.Biarlah,daripada saya harus menyadari ketika renta nanti,Menyesali bahwa saya telah menyia-nyiakan hidup yang masih buram maknanya.Bukankah ini adalah pertanyaan semua orang? tak peduli umurnya.
Saya lalu berusaha menanyakan segalanya,Mengajak semua klaim yang ada untuk diadu dengan argumen saya,Semata-mata demi memperoleh kebenaran agung yang (saya yakin) dikehendaki semua orang."i think therefore i am" kata Descartes,"saya berpikir ,maka saya ada" dengan bertanya,maka kita sudah menunjukkan definisi eksistensi kita sebagai manusia yang menginjak dunia yang penuh dengan tanda tanya dan misteri ini.Dengan bertanya-tanya,saya sebenarnya hanya berusaha memaknai hidup saya yang singkat ini.By being a curious boy,till the day i die.
"Hidup yang tak pernah dipertanyakan,adlah kehidupan yang tak layak diteruskan.."
-Socrates
Stay curious,
salut,
MIRZA FAHMI
Hukum Keterbalikan
Mungkin sekilas posting ini seperti rumus Fisika ataupun teori-teori tentang penciptaan alam gitu, namun sesungguhnya ini hanyalah pengamatan saya dari beberapa kejadian dan peristiwa yang telah menimpa hidup saya selama ini, dan minimal hal ini benar -benar terjadi kepada hidup saya,setidaknya.
Dalam dunia ini, ada dua hal yang diciptakan saling berpasangan, atau berlawanan, misalnya air dan api, dingin dan panas, baik dan buruk, mujur dan tidak mujur(mulai asal)hehe.Ya, intinya kita selalu menemukan dua hal yang berlawanan yang terjadi dalam hidup kita, dan itu memang benar kan?
Kalau saya coba runut dari jaman dahulu, dalam kehidupan saya selalu saya jumpai hal-hal yang menarik mengenai hal yang berkaitan dengan keterbalikan ini. Sebagai contoh, misalanya dalam suatu minggu saya telah mengalami hal-hal yang menyenangkan dalam suatu bidang yang saya geluti contohnya dalam karir musik saya, namun disatu sisi harus ada yang di "korbankan" dalam kehidupan saya, misalnya dalam hal asmara saya mengalami "ketidak-senangan", dalam hal pelajaran saya mengalami "kekurang-baikkan". Dan pada minggu depannya lagi saya mendapatkan nilai-nilai yang baik dalam pelajaran, namun disatu sisi kehidupan pertemanan saya justru "terganggu".
Ya, kadang memang kita tidak bisa menempatkan suatu kebahagiian secara absolut. Pasti tuhan telah merencanakan suatu hal dengan baik-buruknya, dan saya jadi mengingat suatu firman bahwa Tuham selalu menciptakan sesuatu berpasang-pasangan.Ya, mungkin saja itu berkaitan juga dengan segala sesuatu yang kita alami.Oleh karena itu janganlah kita merasa bahagia secara berlebihan, karena tuhan sesungguhnya telah menciptakan dan merencanakan sesuatu keterbalikan yang tidak dapat kita hindari.
Aga
Selasa, 17 Februari 2009
Emansipasi
"Woman was created from the ribs of a man
Not from his head to be above him
Nor from his feet to be walk upon him
But from his side to be equal
Near to his arm to be protected
and close to his heart to be loved"
Oke pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan mendiskusikan masalah yang kadang hangat kadang basi kayak makanan di warteg dekat kampus saya,haha.. Yaitu masalah emansipasi, ya anda benar, masalah yang sepertinya tidak akan pernah habis dibahas dan dapat menyebabkan debat panas yang berkepanjangan, terutama apabila yang memperdebatkan berbeda kelamin..Tapi tenang, dalam tulisan ini saya hanya akan membahas masalah emansipasi secara santai, dengan diselingi oleh joke-joke segar khas masyarakat jelata..Jadi saya harap anda tidak tersinggung nantinya oleh 'statement' nyeleneh yang saya lontarkan, itukan hanya gurauan,hehe..Namun saya harap, dari gurauan saya ini dapat dijadikan bahan renungan dan pertimbangan dalam memandang masalah ini.
Bicara tentang emansipasi tentu akan lekat dengan yang namanya emansipasi wanita. Seolah dua hal tersebut adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Untuk itu, saya akan menilik dari arti kata emansipasi itu sendiri terlebih dahulu, baru kemudian akan saya bahas masalah emansipasi wanita
Pada hakikatnya, emansipasi adalah pembebasan, jadi bukan 'persamaan' seperti yang sering orang artikan selama ini. Walaupun, arti ini bisa juga digunakan pada konteks tertentu. Emansipasi adalah pembebasan dari diskriminasi, seperti emansipasi ras yang terjadi pada Keturunan Afrika di Amerika, yang berarti pembebasan mereka dari diskriminasi dimana mereka dihalangi hak-haknya oleh keadaan.
Sekarang kita kembali ke emansipasi wanita. Yang menjadi pertanyaan utama adalah, bentuk diskriminasi yang bagaimana sih yang sebenernya harus dibebaskan dari wanita? Apakah hak-hak perempuan harus disamakan secara membabibuta?
Ternyata sudut pandang kaum feminisme radikal, yang dipakai oleh kebanyakan orang sekarang, bahwa wanita dan pria harus disamakan hak-haknya belum tentu adil.
Pertama, kenapa hak harus disamakan kalau memang secara dasar kebutuhan pria dan wanita berbeda?
Kedua, perbedaan hak dan kewajiban tidak selamanya tidak adil.
Dan ketiga, saya merujuk dari Al-Qur'an , maaf bagi yang non-Muslim, bahwa pria dan wanita itu berbeda hak dan kewajiban, seperti termaktub di surat An-nisa ayat 32 "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu"..
Selain itu, dua orang psikolog modern yang terkenal di Amerika, Alan & Barbara Pease, yang menulis buku best seller dunia "why men can only do one thing at a time and women can't stop talking" berkata dalam bukunya bahwa pria dan wanita berbeda. Dan menyamakan hak-haknya malah akan menghancurkan tatanan masyarakat.
Oke, bagi yang wanita jangan panas dulu dan keburu memberi komentar pada artikel ini,hehe..Tahan dulu, karena saya akan menjelaskan secara lebih terperinci mengenai paparan diatas.
Jadi, perbedaan hak dan kewajiban itu harus ada dan tidak bisa ditiadakan. Mengapa? Karena seperti yang saya bilang tadi, kesamaan belum tentu adil, dan ketidaksamaan belum tentu tidak adil. Karena keadilan bukan berarti kesamaan, tetapi menempatkan sesuatu sesuai dengan porsinya..
Mau contoh? Oke. Hak cuti hamil hanya dimiliki wanita, wajib militer hanya dimiliki kaum pria, wanita (dan anak-anak) selalu didahulukan dalam suatu usaha penyelamatan, yang wajib mencari nafkah adalah pria (disini saya bilang WAJIB, jadi bila ada wanita yang mencari nafkah malah lebih baik, karena dia melakukanya tanpa didasari kewajiban. Dan uang yang ia peroleh pun boleh dipergunakan sendiri tanpa campurtangan suami).. Tidak adilkah itu? tentu saya rasa hal-hal diatas adalah suatu kewajaran yang adil. Dimana secara fisik dan batin pria dan wanita berbeda, jadi perbedaan-perbedan yang positif haruslah ada. Justru dengan perbedaan itulah kita saling melengkapi dan saling mengisi satu sama lain. Seperti contoh, Pria membuat keputusan dengan lebih memberatkan logika, wanita menasihati dan menyempurnakan keputusan itu dengan pertimbangan hati nurani. Pria membangun dan melindungi, wanita menghias dan merawat. Dan lain sebagainya
Lalu apa yang harus dibebaskan atau diemansipasikan dong kalau begitu? yang perlu dibebaskan adalah persamaan dalam 'pemenuhan' hak-hak, bukan hak-haknya yang disamakan. Selama ini hak-hak wanita disepelekan, dinomorduakan. Banyak para patriarkis (penganut pandangan maskulinisme) menyalahartikan kelemahan wanita dengan menjadikan wanita sebagai kaum yang bisa dieksploitasi kelemahanya. Sehingga mereka, kaum patriarkis, hanya melihat kewajiban-kewajiban wanita saja yang harus dipenuhi oleh wanita, tidak dengan haknya yang sebenarnya juga harus dipenuhi kepada wanita (istilahnya mau ngambil enaknya aja dari perbedaan yang ada)
Dengan memandang wanita sebagai manusia kelas dua itulah mereka melakukan ketidakadilan. Seperti melarang wanita berkarir, disuruh ngurusin rumah, tetapi dilain pihak tidak dapat memberi nafkah yang memadai, jadi sasaran kekesalan diri dengan melakukan KDRT(mending jadi PRT sekalian dah, ngurus rumah digaji, hehe). Disini saya tidak bilang bahwa pandangan kalau wanita lebih baik tidak berkarir itu salah, selama wanita masih diberi ruang gerak untuk melakukan apa yang ia suka sepanjang tidak meninggalkan peranya sebagai isteri atau ibu. Dan juga selama nafkah masih terpenuhi (yang ternyata baru saya ketahui dari guru agama saya, bahwa nafkah itu bukan uang buat makan dan keperluan sehari-hari, tetapi uang saku khusus diluar uang makan dan keperluan sehari-hari yang harus diberikan oleh kepala keluarga kepada istri untuk digunakan sesuai kehendak istri. Jadi benar-benar uang 'saku') sah-sah saja apabila seorang pria menyarankan kepada wanita untuk tidak berkarir.
Pasti kita semua tahu quote "dibalik laki-laki yang hebat, ada wanita yang hebat", bukan "dibalik wanita yang hebat ada pria yang hebat"..nah disinilah peran wanita yang sebenarnya, peran yang sangat vital sesungguhnya. Karena setiap pria yang hebat, selalu ada ibu yang mendidiknya dengan kasih sayang, dan juga istri yang mengarahkan.
Selain itu, seperti yang kita lihat, banyak perubahan-perubahan di dunia ini tak lepas dari peran wanita yang sangat besar. Kita tahu Siti Khadijah, Bunda Maria (atau Siti Maryam), Joan Arc, Cut Nyak Dien, Ibu Fatmawati Soekarno, Ibu Tien Soeharto, Ratu Elizabeth, Corazon Aquino,Bunda Theresia , Marie Curie, dan masih banyak lagi wanita hebat lainya. Yang menunjukan bahwa sejarah mencatat wanita tidak kalah dengan pria..
Jadi sudah saatnya kita menelaah secara lebih mendalam, tentang hak-hak dan kewajiban masing-masing, serta keadilan dalam pemenuhanya. Karena wanita bukan hanya sekedar pelengkap bagi pria, dan begitu pula sebaliknya. Tetapi pria dan wanita adalah dua induvidu sejajar yang saling melengkapi. Berbeda dalam banyak hal, namun tetap sederajat. Dimana tidak ada yang lebih baik, ataupun lebih buruk. Seperti 'yin' dan 'yang' yang saling melengkapi untuk mengisi enerji kehidupan ini. Agar berjalan secara harmonis dan berkesinambungan
Best regards
Senin, 16 Februari 2009
Lawan!
“…Dan kau iman yang menghamba pada keabadian pusara.Kubacakan serat korporat yang mengglobalkan angkara,rahim samsara yang terjaga pasca bencana,pasca iman disilaukan kilatan C-4 dan surga…..” -Megatukad (Homicide)
Salut,
Saya akan sedikit menceritakan apa yang sedang terjadi pada dunia kita sekarang ini.Kawan,Kita dijerat Neoliberalisme (sorry,no joke in my notes today..).Mungkin kita pernah dengar istilah ini sejak lama.Bahkan sudah hingga fase klise.Pasca 9/11 dunia memang selalu diperingatkan oleh banyak pihak dengan istilah ini.Dan saya sekarang menjadi salah satu dari pihak itu.tanpa bermaksud membuat pembaca bosan saya akan kembali mengingatkan apa Neoliberalisme itu dan dampaknya kepada kehidupan kita manusia merdeka.Singkat saja kok..
Tanpa maksud berlama-lama,saya akan langsung menjelaskan secara singkat,mengefisienkan kata tanpa bertele-tele bau tele.Neoliberalisme singkatnya adalah tatanan global ekonomi baru yang sedang berjalan di dunia yang kita tempati.Karakter utamanya adalah keserakahan tanpa batas,Kebijakan lintas tata aturan territorial dan nasional,Dilepasnya hak modal dari tangan negara ke tangan segelintir pemegang modal korporat multinasional.Sebuah new world order yang dikuasai Korporasi-korporasi raksasa dengan Amerika Serikat sebagai tukang pukul utamanya.
Pasca 9/11,Kita terlalu teralihkan perhatian kita kepada aksi-aksi ekspansif Amerika,Dan segala hal yang mereka klaim sebagai “War Against Global Terror”.Tanpa sadar bahwa pasca 9/11 sebenarnya tiada yang berbeda dengan aksi Amerika ini.Bukankah sejak dulu mereka selalu mengekspansi kekuasaan? Hanya alasan dan lokasi yang berbeda.Coba kita cek,Pasca PD II,Amerika mencanangkan “War Against Communism” dengan dilancarkannya Perang Korea,Perang Vietnam,Dan invasi ke Teluk Babi Kuba yang gagal (yang sejak itu selalu dicover-up oleh media).Soviet runtuh (berganti dengan Rusia yang lebih patuh terhadap pasar bebas).Amerika menginvasi Panama,Kolumbia,Nikaragua pada dekade 90-an karena untuk menggulingkan pemerintahan kiri yang berkuasa disana dan diganti oleh pemerintahan boneka.Mereka menamakan aksi itu dengan “War Against Drugs”.Dan terakhir,Invasi ke Irak,Afghanistan (entah kenapa kok ke negara sumber daya terus ya? hehe) dengan tajuk keren dan macho “War Against Global Terror”.Alasan mereka untuk dominasi global dan hegemoni kekuasaan selalu ditutupi tajuk yang heroik.
Dan berita bagusnya,Disetiap penaklukan barbarik itu selalu ada pihak-pihak yang membonceng.Para korporasi multinasional (including IMF,WTO,World Bank).dengan agenda mulia, antara lain Membuka lapangan kerja dan membagikan manfaat-manfaat sumber daya secara merata.Tanpa sadar bahwa kemudian negara yang ditaklukkan diubah haluannya sesuai keinginan segelintir korporat,Dihisap sumber dayanya besar-besaran dan hanya menyisakan sedikit untuk pribumi,Dan perjanjian-perjanjian dagang yang sekilas adil tapi kalo ditelaah sangat vampirik,diteken resmi untuk jangka waktu sekian dekade.Mission Accomplished.begitu terus terjadi berulang-ulang.
-Kebijakan ekonomi tiap korporasi multinasional bisa mengubah kebijakan suatu negara,Haluan negara,Bahkan konstitusinya-
Bahkan tidak usah jauh jauh,silakan lihat ke negara kita.Betapa kuat pengaruh mereka dalam kehidupan kita,Para mahasiswa yang sedang “kiri-kirinya” mungkin bisa berjalan-jalan dengan berteriak “ganyang modal asing!!!” hingga mereka kehausan dan (karena ga mau produk asing) membeli Aqua hasil dari mata air Gn. Salak (lokal banget,pikir mereka),tanpa sadar,mereka tak membaca label kemasan,Bahwa aqua diproduksi Danone,Korporasi multinasional Prancis.Bahkan saya yang sedang mengetik tulisan ini pun tidak memungkiri bahwa dikamar saya ada banyak barang-barang produksi korporasi yang bercokol di negara kita,antara lain: Lampu neon Phillips,Jeans Wrangler,Kipas Panasonic,rokok sampoerna (milik tuan Morris) etc.
Maka,kita melihat hari ini di negara kita,bahwa semuanya menjadi “industri”.Pelayanan kesehatan menjadi ‘industri kesehatan’.Penyediaan pangan menjadi ‘Industri pangan,pertanian ,dan agrobisnis’.Singkatnya,Segala neoliberalisme dan globalisasi ini sudah berarti penjajahan ruang hidup.Ideologi korporasi simple saja,LABA SEBESAR-BESARNYA.Melalui dominasi pasar dan sumber daya.Bukan pemenuhan lapangan pekerjaan,atau pemerataan manfaat,atau persaingan yang adil yang selama ini mereka gembor-gemborkan.Lewat manipulasi total terhadap segala perkembangan teknologi media dan informasi jugalah mereka mencitrakan diri sebagai agen yang mendorong kesejahteraan masyarakat.
Mereka sudah merangsek ke segala arah (McD di bandung,radius 1 km dari kost gue aja udah ada 3 outlet besar),Membuat segala hal diatas selumrah hujan dan matahari pagi.Bagaimana dengan pemerintahan kita Indonesia?(dengan pemimpin yang selalu mengusung “nasionalisme kerakyatan”).Setali tiga uang kawan,Negara kita hari ini lebih berkewajiban untuk mengontrol investasi global yang datang.Dan sebaliknya menelantarkan kewajiban untuk menyejahterakan rakyatnya yang (atas anjuran perjanjian dengan korporasi-korporasi) harus diserahkan kepada ‘pasar’.
Pemimpin yang sedari dulu mengaku nasionalis sebenarnya tak lebih dari tai kucing bunting (maaf).Megawati mengamandemen UUD 1945 yang pasal ekonomi sosialistis Bung Hatta,dengan pasal-pasal yang membolehkan masuknya modal asing dalam jumlah yang tidak ditentukan (pasalnya lupa,maaf).Dan ia masih PeDe membawa-bawa nama bapaknya ke setiap temu khalayak,Dan memajang nasionalisme pro-wong cilik sebagai tema partai.Prabowo support tani pada kampanye pemilu skrg,Apa dia udah lupa peristiwa represif kopassus kepada pengusaha mandiri jaman orba (menolak modal dan insentif asing) yang lalu dicap ‘kiri’? ,Dan ada yang masih bertanya kenapa saya memilih golput?
Kita pun melihat penyeragaman di kehidupan sehari-hari.Akibat brainwash bawah sadar tiada henti,Kita membeli produk itu,lagi,lagi,dan lagi.Produk yang akrab dimata setiap hari.Sementara kaum miskin semakin termarjinalkan,kaum saudagar sibuk mandi uang.Para petani Dipaksa menggarap tanah turun temurun yang ditinggali sejak zaman kuda gigit besi,tapi sekarang jadi milik korporasi.Melawan berarti militer siap menghampiri.Dan sudah tidak bisa dihitung lagi korban represi militer sejak zaman Orba dulu.pemerintah sekali lagi tak peduli,selama asset asing terlindungi,rakyat dikangkangi.Para petani beras hanya bisa makan gabah.Dan akhirnya banyak mati kelaparan tiap harinya di tanah yang kaya sumber daya.
Okay Wake up! Pahami yang terjadi!!! Sekarang!!! Buat perubahan!!! Saya tidak akan memaksa kita membuang barang-barang korporasi pribadi yang kita miliki.Saya sekarang Cuma ingin kita semua sadar dahulu apa yang terjadi di sekeliling kita.Negara kita negara kaya,Kalau tidak dikatakan terkaya.Masih bertanya kenapa banyak yang miskin?.Apakah semua itu masuk akal diterima logika?.lagi-lagi,saya ingatkan bahwa saya tidak menuntut perubahan gaya hidup yang ekstrem.Tidak meminta kalian memakai baju Che Guevara lalu turun ke jalan bakar foto Korporat dan blokir jalan protocol sambil membakar outlet-outlet McD sepanjang perjalanan.tidak.Hanya sedikit meminta kalian memikirkan kenapa ini bisa terjadi.saya rasa,sebagai langkah awal,satu-satunya cara melawan ketidakadilan ini adalah Identifikasilah diri sendiri dan komunitas sekeliling kita,Lalu pahami sebisa mungkin apa yang salah dan bisa diperbaiki untuk kedepan.And I’ll keep writing about this subject whether you like it or not.Mari kita lawan dominasi dari titik paling kecil! Waspadai tiap gejala!! Rebut kembali ruang hidup publi!! Perlahan tapi pasti!! (Maaf tidak detail bahasannya ,capek abis main smack-down..hehe)Sorry for any offensive words.
Seperti kata homicide :
“Organize our community,Empower our surrounding,Power to the people!”
Nb :kok dengan teknologi secanggih satelit mirip film Enemy Of The State,Eagle Eye (saya yakin teknologi itu eksis) Osama Bin Laden ga ketemu-ketemu ya? Pernah dipikirkan? Niat cari ga sih? Atau jangan-jangan…hehe..
Salut,
MIRZA FAHMI baru sadar bahwa Facebook juga korporasi.tapi mau gimana lagi dong?
(next topic: Mereka-mereka Yang Berani Melawan Hegemoni)
Btw,gue beberapa lalu udah nemuin motif utama Amerika melancarkan perang Vietnam,Pernah bertanya kenapa Amerika repot-repot melancarkan Serangan membabi buta kepada negara miskin? Cuma karena ideology? Benar,tetapi apakah Vietnam begitu strategis? Sehingga mati-matian diperjuangkan hingga pihak korban amerika sampai 56.000 org? lalu pergi begitu saja setelah kekalahan kecil?.Saya lalu melihat kondisi dunia saat seranga pertama tahun 1964-1965.Kebenaran tidak jauh.tinggal liat tetangga2 vietnam.Saya menarik kesimpulan invasi itu dilancarkan untuk sebisa mungkin menjauhkan falsafah komunis resistansi dari negara incaran sumber daya utama mereka.Indonesia tercinta.saat dimulai tahun 1965 indonesia diambang revolusi komunis (kapan2 gue jelasin soal G30s-analisis pribadi tapi- hehe).amerika panik,menyerang Vietnam hingga 1973 pasca pemilu yang dimenangkan telak Soeharto dan golongan karyanya yang sangat pasar-bebas.mereka tidak butuh Vietnam lagi ,Indonesia sudah ‘aman dari gangguan’.Any question? Hehe./span>
Minggu, 15 Februari 2009
"Mirza!!!..Pegang ekornya!!.."
Berikut adalah pengalaman saya yang terjadi belum lama ini.Nama pihak-pihak yang terlibat sengaja disamarkan atas permintaan yang bersangkutan.
Kost dikala hujan adalah rumus ampuh untuk tidur nyenyak,itulah yang saya alami pada jumat petang tanggal 13 kemarin.Friday the 13th memang gimmick yang pas untuk menggambarkan keadaan kost-an saya ketika itu.suasana agak senyap,adzan magrib si muadzin gaek masih bergulir di gendang telinga.terbangun setelah tidur sejak sore dengan ceana becek (becek? Becek celana saya tak sebecek pikiran kotormu!),saya mendapati kamar kost yang berantakan seperti kabin KRI Macan Tutul sebelum di-torpedo,dan kepala pening karena tidur sejak Kochikame (dan dubbing-nya yang brilian) masih tayang.
Mengecek internet sejenak,hanya untuk menemukan pesan macam “karena-besok-mau-valentine-jadi –kirim-coklat-ke-cinta-sejatimu-mmmuaahhh” berseliweran dimana-mana hingga hampir memenuhi screen.saya sendiri agak kurang antusias dengan ritual Ganteng-dapet-coklat-jelek-dapet-kata-kata-jahat (sinetron yang menjelaskan,bukan?) tahunan ini.Toh tidak akan ada yang berubah dengan dunia,Bangun esok hari pun hanya akan menemukan televisi dipenuhi oleh sinetron macam Ftv remaja (indahnya bintang muda dengan rok SMA yang dipapas mau nyusul be-ha) tema valentine.
Sebenarnya sih,ingin juga merayakan valentine,nonton Valkyrie,mungkin di PVJ,Sayang budget hanya cukup untuk Midnight movies di Niagara Theatre.mungkin menonton film yang sudah berusia puluhan tahun (gue pernah liat Niagara muterin Pocahontas,kebayang ga supir kopaja nonton midnight dengan si kenek dan filmnya ternyata Pocahontas?.).Tetapi sudahlah,saya akan tetap munafik dengan berkata saya masih mengalami kesulitan mencampur-adukkan tanggal eksekusi buronan jaman Romawi dengan hari cinta sedunia.
Mulas di perut mengantarkan saya ke kamar mandi,haaaahh.setelah beberapa senyawa kekuningan terjun bebas dari tabung reaksi.,saya merasakan lapar,dan adiksi rokok yang tak tertahankan.Yah ambil uang dari dompet lalu turun kebawah (kamar saya di lantai 2) untuk membeli rokok dan gorengan.Hawa magrib masih terasa,kebanyakan penghuni sedang di kamar masing-masing.lalu menuruni tangga dengan bersenandung lagu top 40 (thx to kamar sebelah yang selalu memutarkan music sejenis).ujung tangga sudah tiba,biasanya saya akan lompat gaya Mario-Bros pada anak tangga terakhir.Urung dilaksanakan karena sesuatu yang saya lihat di keset tangga..”aaaaaaaaaaahhhhh,uuaanjingggg !!! ulerRRRR!!!!”..
Histeria saya ampuh mendatangkan beberapa penghuni kost-an yang langsung bergegas ke tempat kejadian.”kenapa..kenapa???”..”itu apaaan tuh?”.ular itu sebenernya kecil,mungkin Cuma 40cm,Yang menakutkan saya adlah warna kuning cerahnya (sempat mikir,”kyaknya tadi berak udah di-flush deh”..)Dan gesture kepalanya yang siap mematuk.Gila..seperti terdesak,ia sudah bertekad melancarkan serangan jibaku,Saya yang terintimidasi,tidak bisa bergerak selangkahpun,Sudah seperti dunia koboi saja,Saya dan si ular seakan-akan ditengah duel senjata ala wild west dimana untuk sesaat,waktu seakan berhenti berputar.Hingga akhirnya salah satu kawan berkata “itu kan ularnya si A.”..benar juga,baru inget.memang terlihat familiar lawan duel saya kali ini
Si A memang terkenal di kost karena koleksi reptilnya.Saya yang agak takut memasuki kamarnya biasanya hanya berani mengntip dari jendela,Dan ya..ia memiliki ular kuning kesayangan.Yang ia beri makan curut tiap seminggu sekali.Tapi,kemanakah si A? ternyata,setelah diteiisik lebih jauh.Ia ternyata pergi main basket tanpa mengunci kamarnya!!! Itulah mengapa ularnya sedang kami kepung di lantai bawah.Terbayang di kepala saya rute Ular itu hingga sampai ke lantai bawah.
Jadi begini,Kost saya terdiri dari dua sayap koridor,2 lantai,Kamar si A terletak di koridor sayap kanan palg ujung,Saya terletak di koridor sayap kiri.Tangga terletak di tengah-tengah kedua sayap tersebut.Jadi,Bisa dibayangkan rute melarikan diri si ular adalah melewati 4 kamar sayap kanan yang para penghuninya sedang ayik mendengarkan lagu top 40 dikamarnya masing-masing (kebayang lagi sing-along kyak “seperti ular..seperti ular…” tiba-tiba ada ular beneran di pintu siap matok..)
Kembali ke TKP,Hampir semua penghuni kost sudah mengerubungi si ular (kecuali beberpa penghuni yang masih dikamar,tak sadar si ular hampir mampir ke kamar mereka).Ada yang membawa ember untuk memasukkan si ular kedalam sana dan mengurungnya.tepat ketika saya mengira dia yang akan mengeksekusi aksi pengurungan,dia berkata.. “Mirza,,pegang ekornya!!!”..woah,fuck you very much.hell no!.Anak-anak kost yang lain pun menyemangati.”ayo ja..kan lu yang nemuin ulernya,tanggung jawab men!..” “anjing men,knapa jadi gua yang tanggung jawab..gua Cuma mau beli rokok!”..”udah,laksanakan,ini perintah bung,! kau mau disangka desersi?!?..” anjing..saya seketika diposisikan sebagai tumbal.
Saya ambil posisi kuda-kuda seperti yang saya pelajari dari komik tinju Joe Yabuki.Terlihat bahwa ular itu bergerak aneh,ia seperti kelojotan,Mungkinkah sebenarnya ia keluar dari kandang karena kondisinya ini? Ia terlihat kelaparan.terkutuklah si A,sepertinya ini ular hanya mengikuti naluri bertahan hidupnya dengan melarikan diri mencari makanan.Ember telah disiapkan,semua menahan napas karena sebentar lagi akan menyaksikan aksi-aksi seperti di animal planet (yang kalo ga singa kawin,pasti nangkep buaya).rencananya,Kita akan menunggu ular itu terus berjalan sampai ke undakan tangga,dimana mulut ember telah menanti dibawahnya.Lalu,apabila si kepala ular telah masuk,saya akan mendorong ekornya,hingga seluruh badannya masuk ke ember.Manusia boleh berencana,tapi Tuhan berkeluarga.Inilah saatnya.
Si ular sudah mendekati mulut ember,Mengendap-ngendap dari belakang,saya tinggal tunggu kepalanya masuk.Kepalanya sudah masuk! Aba-aba menggema, “sekarang ja!!!!!”..ngomong sih gampang,Dengan gerakan gagap saya ambil ekornya,Sekejap saya merasakan kulit licin si ular,bulu kuduk berdiri tegak,Tapi saya tidak buang waktu lagi,dengan kelenturan pergelangan tangan ala pendekar Kho-Ping-Hoo,saya hentakkan si ular ke dalam ember.”woi..udah masuk nih.hahaha!!!!” Tapi malah,”eh pantat lu belah pinggir udah masuk!!,tuh palanya keluar lagi,tidaaaaaaakkkkkk!!!” mampus gua,kepalanya keluar lagi dari mulut ember!,sebuah pertunjukkan kekuatan otot leher yang luar biasa dari si ular (ular emang ada lehernya?).Namun,pahlawan sejati memang selalu datang belakangan,Salah satu kawan dengan agak gegabah kembali mendorong kepala si ular masuk ke ember,dan dengan sigap menutup embernya dengan keranjang cucian nganggur (ga tau cucian siapa) yang ada didekat situ.Mission accomplished.
Anak-anak memutuskan untuk menaruh si ember ular yang telah disegel dengan keranjang cucian dan ditempeli kertas bertuliskan La illa ha ilallah (beneran dikasih kertas beginian,mungkin terinspirasi segel Mak Lampir di Misteri Gunung Merapi).Benar-benar seperti Tim pemburu hantu dengan setting animal planet kami meletakkan si ember ular didekat kamar si A.dan memutuskan untuk meninggalkannya disana,Dengan niatan kalo siA pulang,kami semua akan menyidangnya akibat kelalaiannya.
Yah,segala ketegangan aksi pawang tadi membuat saya kebelet pipis.Sembari merenungkan yang baru saja terjadi,saya berderap ke WC dekat kamar.Berpikir kembali,Apakah motivasi si ular meloloskan diri? Bukankah dunia diluar kandangnya adalah dunia yang tidak ia mengerti? Apakah lapar adalah satu-satunya dorongan hingga ia menempuh perjalanan yang pasti berbahaya?
Saya membayangkan mungkin saja si ular itu mengerti esok adalah valentine’s day yang sakral.Dan ia hanya ingin mencari pasangan ular kuninguntuk menemani kesehariannya di kanadang kaca miskin udara,Mungkin pasangan yang selalu diimpikan ada di pet shop di Ciwalk,atau jalan Merdeka,Kasihan sekali.Terkadang dorongan untuk suatu kebebasan mungkin tak hanya dimiliki manusia.Mungkin ular juga,apabila senantiasa terkurung dalam kandang kacanya,ingin bebas untuk memahami dunia luar,pergi sejauh nalarnya bisa mencerna.tetapi,pelarian itu sudah berakhir seiring saya menemukannya diujung tangga.too bad….
Yah peduli setan,kenapa saya jadi kebawa pikiran mengenai motivasi reptile? Bodoh sekali.hingga tanpa sengaja saya menyadari fakta yang mengejutkan pikiran yang sejak tadi terfokus kepada keberadaannya dibawah tangga.Bagaimana caranya si ular bisa lolos?!? Bukankah walaupun tak dikunci,pintu kamar si A tertutup rapat?!? Dan kandang kaca itu pastilah juga terkunci.terkejut setelah menyadari ini,Bagaikan Sherlock Holmes saya berderap ke kamar si A,berusaha mencari celah di pintu maupun jendela,celah yang bisa dipakai si ular untuk melarikan diri,suatu celah yang bisa memuaskan rasa penasaran saya.saya gagal total,Tidak ada penjelasan logis yang bisa ditarik,Kandang tertutup rapat,Pintu tertutup (masa uler bisa buka kenop pintu?),jendela hanya terbuka di bilah kaca yang paling atas,Tidak mungkin ular lemah sepanjang 40 cm bisa menjangkaunya.
Seketika,hawa Friday the 13th menyelimuti benak saya.Mungkinkah si ular itu ternyata???Tidak,tidak,,pasti ada penjelasan logis yang bisa diambil! Saya hanya harus tenang,lalu dirunut secara perlahan-lahan kronologis ceritanya,mungkin dengan si A nanti.Ah,ya! Beli rokok! Hampir saya lupa,itu kan tuuan saya sejak awal tadi,beli rokok lalu hisap sebatang sambil berpikir secara logis,pasti rokok bisa membantu.Sebelum beranjak,saya melihat ember itu didepan kamar si A,ember yang saya yakini masih berisi si ular kuning yang penuh semangat.hahaha.pasti ada penjelasan logis! Pikir saya sembari menuruni tangga,yang lalu diakhiri dengan lompat Mario-bros seperti sediakala.
Haha.Rokok sudah ditangan,sembari menyalakan sebatang,saya langsung masuk ke areal kostan lagi.Saya akan berpikir lagi,mungkin sembari didiskusikan dengan kawan,Tetapi sebaiknya ketika sekalian menyidang si A.hehe…Masuk ke kostan,terlihat kawan-kawan berseliweran kesana kemari.wah..Biasanya ini pertanda anak-anak kostan akan main nih,Asik,tepat sekali saatnya,Setidaknya bisa membantu saya melupakan perkara ular-ularan tadi.bertanya saya serta merta.”woi..mau pada kemana? ngikut dong!!!”..”anjing tai! Ini lagi sibuk nyet,Ularnya kabur lagi,!!!!embernya kosong!!” Friday the 13th indeed…
Salut Goosebumps,
MIRZA FAHMI menolak nonton animal planet lagi
Suarakan Pikiran Anda Mahasiswa!!
Bagi yang mau menyumbang ide untuk ulasan di blog gemamenulis.blogspot.com, kirimkan masalah yang ingin anda ulas ke alamat email gemarmenulisbehadiah@hotmail.com.. Ide anda akan kami buat ulasanya bila memungkinkan
Atau anda ingin menjadi salah satu penulis pada blog ini? kirimkan email data diri anda ke alamat email diatas. Kami akan mengirimkan email balasan berupa konfirmasi untuk mendapatkan User Id dan Password untuk menjadi Author di blog ini..
Suarakan pikiran anda Mahasiswa!!!
Hujan Hari Ini
Maka izinkan aku bertanya tentang mati
Karena Hujan hari ini,tiba kelewat dini
Muramkah mereka bila suatu saat terlupa?
waktu terbit tawa lagi ditengah kita.
Maka izinkan aku bertanya pada mati
Karena hujan hari ini,datang hampiri seperti lempari
Bilakah daun gugur telah diinjak lagi?
Tiap senyap tangis toh pasti berganti..
Maka izinkan aku bertanya pada mati
Karena hujan hari ini ,mungkin hingga sore nanti
Sampaikah Tanya ke telinga mereka?
Atau pun akhirnya tak soal lagi disana..tahu ini cukup buat yang pergi saja..
Maka izinkan aku bertanya tentang mati
Karena hujan hari ini tidak dikehendaki
Bila sisa yang mati selalu teriak lantang..bergaung ditepi tiap kehilangan,,
“Lihat ke atas,sinar yang terang..…lihat ke atas,sinar yang terang……..”
Maka izinkan aku bertanya tentang mati.
Karena hujan hari ini tidak aku nikmati..
R.I.P Mukhlis Ashari
MIRZA FAHMI
Jumat, 13 Februari 2009
Galau Gemilau
Entah kenapa kini terpikirkan olehku
"Kadang aku kurang pandai bersyukur"
aku terkadang lelah
hanya berucap serapah
aku terkadang iri
hanya bertatap diri
kini mereka, yang pernah ada
kini siapa? yang tak pernah ada
semuanya berkumpul di tengah2 lapangan bola
mereka hanya lupa, siapa saya
ya mereka hanya lupa
tuhan tidak pernah lupa
jadi untuk apa aku berteman?
lebih baik aku bertuhan
bukan berteman tuhan
tapi bertuhan
Jum'at, 13 Februari 2009
-Mataharibisu-
sedang galau
Hahaha Kalian!!
jangan jadi banci, saya salah langsung dikebiri
memangnya dunia ini milik diri sendiri?
seperti tidak tahu arti
dulu waktu bermain sepakbola
kau berlaku seenaknya
sekarang rasakan akibatnya!
jadi apa kalian semua?
haha, gagal
kurang ajar bermain binal
saya tendang gawang sendiri
kalian haha hihi sana sini
sekarang rasakan akibatnya!
untuk apa berbuat semena-mena
aku dulu bukan jagoan bola
kinipun bukan jagoan bola
esokpun mungkin bukan jagoan bola
tapi kalian untung saja masih sibuk tertawa
haha kalian!
rangkaian kata-kata, mari main kata-kata
Aga dan inovasi barunya
Sentuhan Hangat Di Pagi Hari Jakarta
Seperti biasa satu hari menjelang UAS saya pasti selalu membuat catatan-catatan tidak penting, namun harus diresapi untuk diwaspadai.Entah mengapa jiwa menulis saya selalu tinggi kalau menjelang UAS.Seperti catatan sejarah nge-band saya yang ditulis satu hari sebelum UAS character building, kali ini catatan dibuat satu hari sebelum UAS Statistika yang pasti mudah(songong).
Judul diatas bukan puisi, sebenarnya tulisan ini ingin saya post ke surat pembaca di Kompas, tapi mungkin ditolak karena terlalu ringan.Kalah berat sama surat seputar penipuan hadiah atau layanan pro-XL yang buruk.hehe.
Ini kejadian nyata yang menimpa saya sekitar beberapa bulan yang lalu, saat itu Rabu pagi kalau tidak salah, sekitar pukul 8 saya berangkat dari rumah menuju kampus yang letaknya sangat jauh, kejadian buruk pertama ialah motor saya seperti biasa tidak bersahabat sehingga keinginan saya untuk melenggang ke kampus dengan nyaman gagal, dan perjalanan harus dilalui melalui moda transportasi yang menurut saya tidak efisien untuk kehidupan di jakarta yang serba cepat, yaitu angkutan umum.
Untuk diketahui bahwa lama perjalanan dari rumah-kampus kalau menggunakan angkutan umum bisa mencapai satu setengah jam, hampir sama seperti jarak jakarta-bogor, saya agak menyesal kenapa tidak kuliah di IPB saja kalau begitu. catatan penting untuk gubernur DKI Jakarta, seharusnya beliau memberi perintah kepada dishub untuk melarang angkutan umum untuk ngetem, sebab dengan angkutan umum yang nge-tem sembarangan, kasian penumpangnya dong.Mau buru-buru tapi jadinya malah kesal sendiri dijalan.
Alhasil, saya mengalami perjalanan yang menjemukan.macet+ngetem adalah hal buruk yang menimpa saya pagi itu, jadi agak was-was apakah jadwal kuliah jam 9 akan terkejar.Akhirnya sekitar pukul setengah 9 lewat , saya baru sampai daerah Simprug(sekitar 20 menit lagi dari kampus).Disana pun saya harus kembali menunggu Metro Mini yang sangat Limited Edition. Saat itu menunggu Metro Mini ibarat menunggu bintang film pujaan, yang kalau lewat pasti dikejar2 dan dicium2 dan dimintai tanda tangan(ga sampe gitu sih)haha.
Setelah menunggu hingga pukul 9 lewat(udah hopeless telat kuliah shift pertama), akhirnya bintang film pujaan pun datang dengan gagahnya.Metro Mini 70 BlokM-Joglo datang! Saya senang bukan kepalang,para calon penumpang lain pun sama girangnya dengan saya, ada yang berlinang air mata, sujud syukur massal, dan saling berpelukan, yah euforia yang tidak berlebihan nampaknya, melihat perjuangan kami yang begitu gigih menunggunya. Tapi.. saya melihat ada yang aneh dengan Si Metro itu, ia miring! saya berpikir mengapa ia bisa miring, apakah ia mabuk? atau mengalami gangguan jiwa? ah tidak mungkin, Metro Mini kan kendaraan, saya lantas berpikir positif saja. Ternyata Metro itu sudah berisi penuh, sangat penuh. Penumpang didalam seperti sedang menonton konser.Untung saja tidak terjadi crowd Surfing di dalam metro mini.
Akhirnya saya memaksakan diri naik, soalnya kalau saya bermanja-manja dan berkata"Ah penuh ah mas" atau "Ah ngga mau ah, metronya bau" saya tidak akan kunjung sampai ke kampus.Dengan Kata Lain tidak ada pilihan. SAya masuk, dan benar saja , saya harus berdiri berdesakan.Saya sadar katanya di Metro Mini banyak Perampoknya, maka saya taruh tas di depan perut saya. Sebelumny saya mengamati orang2 disekitar saya, melihat orang2 yang berpotensi intuk saya nominasikan ke anugrah copet hari itu.Yang saya lihat hanyalah ibu2 muda yang duduk, dibelakang saya ada seorang bapak kantoran middle class dan arah jam tujuh saya ada seorang anak muda bergaya melayu kekinian(Polo Shirt Pink, Rambut Charlie Van Houten, Kulit selegam coklat van houten juga).dan tidak ada yang perlu dicurigai.
Saya tenang saja didalam bis yang lebih ramai daripada gigs itu,sampai akhirnya di depan Belezza Shopping Arcade Permata Hijau si Anak melayu kekinian itu mulai beranjak dari tempat duduknya.Saya pikir ini anak ngapain turun di mal pagi2 gitu. apa mau gaul namun kepagian? saya hanya berpikir positif saja , mungkin ia ingin menjadi pengunjung pertama mal tersebut dan mendapat piagam dari manajer mal, yah bisa saja terjadi. Dalam posisi berdesakan, saya mulai mencium gelagat aneh, mengapa ia tiba2 jadi berdiri mendesak-desak gitu, saya yang berdiri di depannya agak resah, bukan karena takut di copet, tapi karena di depan saya ada mbak2 spg yang memakai rok rada pendak, saya takut dikira cabul dan ditampar mbak2 itu. saya tegang dan mulai menjinakkan desakan2 dari belakang.Sampai akhirnya si Anak melayu kekinian itu mengetuk kaca MM dengan logam yang berbunyi nyaring, kontan bis berhenti secara tiba2 dan kedaan di dalam Bis agak kacau balau, terjadi dorong2an hebat seperti di konser Beside di Bandung.
Lalu ditengah Suasanan riot tersebut dan takut akan melakukan dosa dipagi hari dengan berlaku cabul dengan mbak2 SPG, saya tiba2 mendapatkan sebuah "cengkraman" yang tak terduga.Bokong saya di-grepe oleh si melayu kekinian tersebut, rasanya sungguh menyakitkan, saya agak shock dan sedikit menggelinjang.SAya lalu baru sadar ternyata si AMK itu dalah nominator copet yang saya cari daritadi, untung saja dompet sudah saya taruh di kantong depan, jadi pencopet itu langsung menyentuh "Dompet" pribadi saya. saya bersyukur kepada tuhan karena masih memeberikan saya kesempatan untuk jajan di kampus. Saya melihat muka si AMK di luar bis, mukanya tegang2 pucat gitu.kasihan sih emang, pagi-pagi malah asusila sama remaja pria.haha
Pesan moralnya, hati-hati ya kalau naik Metro Mini, naro dompet jangan di kantong belakang.
sekian
Aga
Opini Pribadi Saya Tentang GIGS Jakarta
Tulisan ini lagi-lagi saya buat karena iseng(iseng tapi nulis terus)haha..sekarang mungkin banyak pro kontra tentang Gigs(acara band berskala kecil biasanya di cafe atau restoran kecil) yang amat mewabah di jakarta, banyakk yang mulai muak dan tidak setuju karena frekuensinya yang sudah terlalu sering sehingga menjurus kearah membosankan , atau pengorganisasian acara yang buruk,ataupun sebab yang lainnya.Namun ada pula teman2 yang setuju karena di acara gigs ini lah scene indie di jakarta dapat berjalan terus.
Secara pribadi, saya juga mengalami main-main di gigs di seputaran jakarta akhir-akhir ini.Mungkin kalau dibilang bulan januari kemarin hampir setiap minggu saya bermain di gigs2 yang tersebar(hanya di beberapa tempat) di Jakarta, dan tanggapan saya ialah, acara-acara tersebut adalah sama saja pada dasarnya! ya, sama saja, walaupun namanya berbeda-beda, ambillah contoh ulang tahun salah satu band baru terbentuk di jakarta format acaranya sama seperti acara komunitas yang dibikin seminggu sebelumnya, nothing different, dari mulai band yang main, waktu acara, format acara, semuanya.Padahal saya berharap sesuatu yang lebih, minimal ada cara potong kue kek atau apa gitu, eh sama aja taunya.haha
Mungkin banyak temen-temen di scene indie jakarta sekarang melakukan serangkaian aksi protes dengan gigs yang sudah sangat menjamur dan mulai berjalan tanpa arah yang jelas, malah ada yang sampai bilang "Kalau ga berskill mendingan ngga usah main deh"..wtf?? siapa yang berani jamin orang ga berskill ga bisa menghibur? Kita mungkin bisa membandingkan band seperti minor threat, apa sih istimewanya skill mereka bila dibandingkan dengan level42, atau Emerson lake and palmer atau Incognito? ya tapi Minor Threat masih punya basis masa dan fans tersendiri yang loyal,karena para fans itu suka dengan musik Minor Threat, simple saja.Sebenarrnya masalah serius yang dihadapi sekarang BUKANLAH persoalan, band apa yang main, atau seberapa berskill kah yang main, atau seberapa hebatnya sebuah band mengatur amplifier, atau seberapa sok ngartisnya si band yang tampil.Namun masalah yang sebenarnya saya tangkap ialah..seberapa terampil dan cerdasnya EO dan Panitia yang membikin suatu acara itu bekerja.
Sebelumnya saya minta maaf kalau tulisan saya ini agak ekstrim, namun saya sesungguhnya inngin yang terbaik untuk scene kota kta tercinta ini. Ya sekali lagi saya tekankan, seberapa pandainya EO mengatur acara yang meraka buat agar berjalan dengan baik. Banyak acara yang saya lihat sekarang yang kurang lebih saya bisa menarik benag merahnya,yaitu kinerja panitia acak2an, tidak professional, membiarkan rundown ngaret hingga dua jam lebih, menyewa sound system kacangan, memuat terlalu banyak band kolektif sehingga muatan acara menurun, dan taktik mereka yang"memeras" duit dari para band2 kolektif. Ya itulah sebenarnya masalah yang saya tangkap.
Saya lihat teman2 juga banyak yang membandingkan gigs tahun ini dibandungkan dengan gigs jakarta medio 2000-2007, mereka menyebut ditahun itu gigs terlihat lebih asik dan lebih seru untuk dikunjungi..ya dan mereka bilang juga bhwa band yang main lebih berskil katanya.Saya pikir ngga juga sih, banyak jug band2 jaman itu yang skillnya pas2an(saya juga sempat mengikuti beberapa gigs indie di jakrta medio 2005-2008), namun perlu dicatat, seberapa terampilnya EO jaman dulu dalam mengorganisir acara, mereka membuat suatu acara dengan perencanaan matang. ambillah contoh Goodfest, atau Headbangers in Hell, launching album Friends Of Mine, yang saya cermati, acara-acara tesebut memiliki bobot lebih karena temanya jelas, Panitia bekerja sangat professional, mereka menjuunjung tinggi rundown, sehingga mereka tidak akan menarik band terlalu banyak, mereka malkukan pemilihan dulu terhadap band yang akan main, karena mereka memikirkan aspek kenyamanan penonton,dan juga band-band yang main, waktu2 tak terduga seperti gagal check sound atau apalah, ya mereka sangat memikirkannya, sehingga tidak mau ambil resiko. Itulah sebenarnya yang membuat gigs di jaman itu selalu asik untuk dinikmati.
Sebenarnya menurut saya sah-sah aja sih menarik band banyak2 dalam suatu acara, ya sebutlah Soundrenaline atau Woodstock, berapa ratus band yang tampil distu? Ya tapi itu semua tentu sudah dipersiapkan dengan matang, kalaupun dalam suatu gigs akan ditampilkan banyak band(lebih dari duapuluh) ya justru harusnya kinerja panitia malah dituntut lebih berat dan harus bisa lebih professonal (Ya, kata "PRofessional" adalah kata yang sering diucapkan panitia gigs apabila ada masalah dengan band yang akan tampil seperti telat datang, seharusnya panitia prepare dari awal dong tentang segala macam kemungkinan seperti telat dll, harusnya dibuat sanksi atau perjanjian apalah untuk si band nya).
Solusi saya untuk masalah ini sebernanya sudah sangat jelas sekali dibahas di paragraf atas, tinggal teman2 menarik kesimpulan sendiri.Sudah saatnya kita sebagai orang2 yang selalu mengikuti dan menikmati perkembangan indie scene di jakarta berbenah diri, terus menjadi lebih baik dan tetap support satu sama lain, semoga saya harap kualitas acara gigs kedepannya akan selalu menjadi lebih baik dan baik lagi.
dengan penuh hormat,
Aga
Kamis, 12 Februari 2009
dji sam soe
Setan,lagi-lagi kesiangan..
Rokok habis,tak ada lagi di genggaman..
Tak suka aku dji sam soe..
Tembakau nyelip di gigi aku tak mau..
Nyalakan tv,ada berita pagi
Pertandingan live Persib-Manchester city
Gila! Bisa-bisanya sekarang ada pertandingan eksibisi!
Siliwangi dipenuhi biru-biru..
Ada orange satu,lambai kamera sekali,langsung diburu
Pertandingan seru sekali
Saling ganti serang menyerang antar lini
Bahkan,Ahmad si security tuli ikut bernyanyi
Ia kelahiran Nagrek,Tuli kupingnya ketumpahan bandrek
Lorenzo Cabanas ditekel bek City!
“ayo semangat” penonton meneriaki..
kuping Ahmad kira “awas Granat!”..fatal sekali.
Ahmad yang panic berondong kanan-kiri
Bobotoh disangka Amrozi
"makan..ini teroris!!!
pekik Ahmad,penonton mati berbaris-baris
Penonton tak sudi
Mereka buru ahmad si security tuli
Ahmad terdesak semakin babi-buta
Berondongan ia kena semuanya
Bahkan pemain City semua regang-nyawa
Hingga malam turun,ahmad masih berjaga-jaga
Takut ada serangan kedua
Tuli kupingnya tajam hatinya
Rupa-rupanya negara kita dikecam dimaki
Oleh Inggris,yang kehilangan pemain City
Ultimatum 24 jam,ahmad harus dihukum rajam
Indonesia tidak janji
Wong tentara saja mati lawan si tuli
“Bisa tentara Cuma main gaplek
Bukan lawan yang tuli gara-gara bandrek!”
PBB buat resolusi tetap tak jadi-jadi
diusir kita dari PBB karena si security
Inggris murka lancarkan tentara
Buat habisi Ahmad dan kuping lancangnya
Negara lawan sekuat tenaga
Tak mau kita dijajah lagi,kita bela si tuli sampai mati!!!
Bom F-16 bergelegaran di Jakarta
Dibalas Sukhoi utang yang baru servis bautnya
Pilot tak terlatih,dikejar rudal tertatih-tatih
Niat rudal ke kapal perang,malah rudal ke negeri seberang
Tambah musuh,tambah rusuh
Amerika invasi masuk dari Aceh,
“halo kami datang mau kasi oleh-oleh,,”
Oleh-olehnya berlebihan,rakyat Aceh bergelimpangan
zikir doa tak berguna
Tuhan sedang tak bawa senjata
dan motornya sedang dipinjam anaknya
untuk digadai,bayar SPP SMA
Singapura datang dari utara
Rudal satu,Jakarta belah dua
Para petinggi saksikan dari udara
biasa..Yang muda sengsara,yang tua tetap bicara
Ah,stasiun TV telah diduduki!! Tv ku tak nyala lagi
Dengar-dengar tentara kini tiba di gerbang bandung
Sial,ngotot aku tak mau murung
Lebih baik keluar,cari rokok kiranya mampu bantu
Mau juga aku dji sam soe
Karena aku dengar itu nama cina
Bukan
Nama
Jawa.
Jenis-jenis pedagang di kereta
"tulisan ini gw dedikasiin buat para pengguna kereta"
Tulisan ini gw tulis karena gw sering menaiki media transportasi ini dalam berbagai kesempatan..Yah maklum,sebagai mahasiswa jelata yang hidup di pinggiran kota, dimana jalan tol merupakan harga mati untuk sampai ketujuan apabila menggunakan kendaraan pribadi yang gw ga punya, sehingga media transportasi inilah yang paling efektif bagi gw guna mencapai tempat yang dituju, baik dalam hal ekonomis maupun waktu, namun tidak dalam hal kenyamanan..haha..Pokoknya gw udah banyak makan asam garam dalam urusan perkeretaan.
Didalam kereta selalu ramai oleh pedagang-pedagang,baik yang menjajakan barang dagangannya, belas kasihan, maupun jasa. Nampaknya kereta merupakan salah satu roda perputaran ekonomi yang cukup signifikan didalam sektor informal perekonomian kita, didalamnya sering terjadi transaksi-transaksi,yang walaupun dalam jumlah yang relatif kecil,namun menjadi signifikan karena dilakukan secara massal.
Oleh karena itu ditulisan ini gw bakal mendeskripsikan para pelaku ekonomi tsb(atau istilah awamnya adalah pedagang) dan jenis-jenisnya guna mengetahui lebih dalam mengenai corak ekonomi mereka(haha sotoy lw gan). Serta saran-saran dari gw agar memperoleh surplus konsumen sebesar-besarnya dalam bertransaksi atau menggunakan jasa mereka.
1.Pedagang "Rujak Sabang"
Haha..inilah the most abang-abang yang paling gw kenang karena sukses membuat dua orang temen gw jadi parno naik kereta.FYI rujak sabang adalah sebuah kudapan yang terbuat dari rujak yang didinginkan menjadi seperti es, dengan harga yang bersahabat bagi masyarakat awam,yaitu 500 rupiah untuk satu piecenya.Rujak sabang biasa dijajakan oleh abang-abang berseragam dengan menggunakan pengeras suara yang dihubungkan dengan tape rekaman yang berisi suara anak kecil meneriakan jargon "Rujak Sabaaang, Enaaaak deh, Mau? Beeeli..cuma gope' kok".
Walaupun namanya rujak,tapi rujak sabang memiliki varian rasa yang cukup lumayan beragam.Ada rasa stroberi,durian,nanas,dll..Pokoknya New zealand ice cream kalah jauh dah(dalam segi harga tentunya...hahaha)
Saran gw,berhati-hatilah dalam mengkonsumsi rujak sabang,karena temen gw pernah mendapati seseorang yang terjatuh dikereta akibat keracunan setelah mengkonsumsi rujak ini.Jadi lebih baik lihat tanggal kadaluarsanya dulu sebelum membeli(emang ada?hahaha)
2.Abang Tukang Banting Harga
Ini adalah sejenis pedagang,baik yang menjajakan buah,makanan,ataupun hal-hal lainya,yang gemar sekali membanting harga.Sekilas tampak baik,namun sebenarnya agak licik.Karena harga yang dibanting memang harga pokok sebenarnya.Modus abang ini adalah dengan menjajakan barang daganganya dengan harga yang lebih tinggi disatu gerbong,lalu setelah tidak ada yang tertarik membeli,harganya ia jatuhkan(bisa sampai setengahnya) guna menarik pembeli.Setelah itu ia akan pindah gerbong dan menjajakan dengan harga yang lebih tinggi lagi,kemudian menjatuhkan harga lagi,agar menimbulkan eksess bahwa abang ini sedang melakukan obral besar-besaran demi menarik calon konsumen.
Ini adalah contoh jargon yang sering ia pakai secara berulang(mungkin ia hapal diluar kepala)"Ayo-ayo,mangga harum manis(apapun tipe mangganya akan disebut harum manis) 10rb sekilo 10rb sekilo"...(sesaat kemudian) yaudah 5rb ambil 5rb ambil"..setelah ada yang membeli atau tidak,ia akan melangkah beberapa meter dan mengulangi modusnya.Terkadang ia menambahkan jargon "tinggal lima,tinggal lima,ayo ngabisin..ngabisin",padahal ia memang hanya membawa lima barang yang akan dijajakan,sisanya ia taruh disuatu tempat distasiun yang merupakan markas para pedagang ini yang akan ia ambil setelah barang yang ia bawa habis terjual.Dan akan mengulangi modusnya kembali,membawa lima barang dan mengulang jargon "tinggal lima".
Saran gw,lebih baik membeli setelah abang ini membanting harga,lalu tawar lagi harganya ke level yang lebih rendah. Biasanya abang ini mentolerir pengurangan harga yang cukup signifikan
3.Para Pramubakti(atau dalam bahasa awamnya,tukang bersih-bersih)
Ini adalah sekumpulan anak muda yang sangat mencintai keindahaan kereta.Salute for them.Mereka tidak menjajakan apa-apa,namun membersihkan sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh penumpang atau pedagang lainya.Mereka sangat berdedikasi tinggi dalam membersihkan gerbong,hingga ke kolong-kolong bangku pun mereka bersihkan.Lalu mereka akan meminta sedikit dari uang receh kita untuk keperluan makan.Diberi atau tidak,mereka akan tetap melanjutkan menyapu lantai,sungguh pemuda harapan stasiun indonesia.Namun sayang,mereka kurang mencintai keindahan lingkungan,karena sampah-sampah kereta mereka buang keluar melalui pintu gerbong.Mungkin ini diakibatkan kurang tersedianya tempat-pembuangan-akhir sampah di kereta.Yah mungkin itu akan menjadi homework bagi PJKA
Saran gw,ada beberapa Pramubakti yang merupakan pemakai aktif lem aibon sebagai zat adiktif.mereka akan membelanjakan uang yang kita beri untuk "ngaibon".Lebih baik memberi uang kepada mereka yang benar-benar mencari uang demi makan.Pramubakti pemakai dapat terlihat dai mata mereka yang merah dan gaya mereka yang linglung.Untuk membedakanya,toyor aja kepalanya,kalo marah berarti bukan pemakai,tetapi kalo dia terjatuh atau malah ketawa berarti dia pemakai.
4.Pedagang Yang menggunakan Pendekatan-pendekatan Marketing
Para pedagang ini terbagi lagi menjadi dua sub-kategori:
a.pendekatan try before buy
Pedagang ini biasanya membagi-bagikan barang daganganya kepada para penumpang,untuk diamati atau dibaca-baca(bila barang daganganya buku).Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menentukan akan membeli atau tidak.Lalu ia akan menyambangi stu persatu calon konsumen dengan metode door to door,atau dalam hal ini chair to chair,guna mengambil uang dari barang yang dibeli atau barang daganganya apabila konsumen memutuskan untuk tidak membeli.Pedagang tipe ini termasuk pedagang yang mencerdaskan bangsa,karena dia mengizinkan kita untuk membaca bukunya tanpa harus membeli.
Saran gw,biasanya pedagang ini tidak memiliki alternatif dalam harga atau barang yang dijajakanya.Jadi buy it if u like it,or leave it..jangan coba menawar.
b.pendekatan demonstrasi
Pedagang ini biasanya membawa beberapa peralatan guna mendemonstrasikan barang daganganya.Lalu ia akan berkoar di depan khalayak penghuni gerbong tentang kehebatan barang daganganya.Para pedagang ini merupakan alternatif hiburan di kereta ketika gw jenuh,karena terkadang mereka menyajikan demonstrasi yang menarik dengan didukung aksi-aksi yang teatrikal namun terbungkus secara apik.Kata-kata yang dikumandangkanya sangat persuasif dan penuh dengan retorika,sehingga membangkitkan rasa penasaran calon konsumen
Saran gw,walaupun demonstrasinya menarik perhatian lw,jangan sekali-kali membeli dengan gegabah.Karena abang-abang jenis ini seperti pesulap,sangat lihai dalam melakukan intrik.Ditambah terkadang barang yang ia demonstrasikan berbeda dengan yang akan dijual (baik dalam segi kualitas atau memang barang yang sangat berbeda dalam utilitasnya).
5.Pengamen
Pengamen pun sangat beragam,diantaranya ada pengamen yang hanya bermodalkan tepukan tangan sebagai pembuat irama ketika bernyanyi(yang gw sebut "ibu-yang-membawa-anak sembari menyanikan lagu-barat-yang-sama-terus-menerus sampe gw bosen dengernya"),ada yang menggunakan full band lengkap dengan kontra bass,akordeon,biola,gitar,dan tam-tam sambil memainkan lagu-lagu yang lumayan berskill tinggi(keroncong,tembang-tembang lawas, dan bahkan gw pernah denger mereka bawain lagu spanyol,jazz,sama blues..gile,kalah gw..haha), ada juga yang menggunakan harmonika sebagai pengiring lagu-lagu sedih(bapak-bapak tua tunanetra dengan nada-nada minor harmonikanya yang menyayat hati..alah).
Para pengamen ini turut memeriahkan suasana gerbong dengan musik mereka.Dan mereka pun dengan senang hati bermain musik walaupun terkadang sedikit yang memberi mereka royalti.
6.Penjual iba
Untuk yang satu ini ga usah gw deskripsiin pasti udah pada tau.Ya,mereka adalah prduk sampingan dari kemajuan industri kota yang timpang,gembel dan sejenisnya.Di dalam kereta mereka terbagi dalam beberapa jenis.Diantaranya ada yang bermodus membawa anak,menyuguhkan kekurangsempurnaan fisiknya,dll.Biasanya mereka akan mengucapkan terima kasih dan doa sebagai timbal balik kerelaan kita menyisihkan sedikit uang kita untuk mereka,suatu hal yang mungkin akan lebih bermanfaat bagi kita dibanding jumlah uang yang kita sisihkan
Saran gw,kadang dengan uang receh lw yg lw kasih,bisa menghasilkan berkah yang sangat besar.Jadi saran gw,kalo lw ada duit receh lebih,mending lw kasih deh ke para penjual iba ini..Ga usah terlalu mikir "ah jangan-jangan cacatnya bo'ongan lagi".Siapa sih yang mau hina dengan ngemis kalo mereka mampucari duit segampang lw buang duit?
Yak itu adalah beberapa karakteristik pelaku ekonomi di dalam gerbong kereta..Sebenernya masih banyak sih jenisnya,karena didalam kereta itu sangat bervariasi pedagangnya..Mungkin gw lanjutin lain kali..Semoga berguna bagi lw-lw yang keseharianya harus naik kereta.
Matur nuwun
Rabu, 11 Februari 2009
"gua setut lu!!"
Oke..ketemu lagi.sudah siap dgn flashback selanjutnya? Jujur ini adalah flashback titipan seseorang..haha.mari kita selesaikan agar saya tidak ada hutang lg kpd yg bersangkutan,sekaligus menuntaskan sejumput dendam lama kepada yg akan saya bahas pd cerita dibawah.sejumput dendam,juga misteri.dan diakhir cerita,saya akan minta bantuan saudara pembaca.
Mari kita menaiki mesin waktu kita,kembali ke era saya.kurg lebih kelas 1 SMP,yah taroh aja 6- 7 tahun yg lalu.sejujurnya cerita2 sewaktu SMP mustahil untuk semuanya dituangkan disini,,Selain karena jumlahnya yg diluar satuan jumlah,Juga karena ingatan pribadi dan memori komputer saya tidak akan kuat untuk menampung semua cerita yg ada. Mungkin seiring berlalunya waktu,saya akan mengusahakan semua cerita2 td bisa tertuang di notes ini.
SMP saya terletak di Jalan Otto Iskandar Dinata
(biasa disingkat otista saja).Merupakan jalan pilihan utama yg dilalui Apabila kita akan ke ciputat dari arah Pamulang.Bila anda melewati jalan tersebut,Dan lalu melihat Toko Pemancingan Rizky (hehe) di sebelah kanan dan Optik kecil,maka anda akan menemukan gang kecil tepat disamping bengkel mobil yg cukup besar.Masuk ke dalam gang,kurang lebih 150meter anda akan menemukan palang penyambutan,Gerbang hijau,Dan warung nasi kecil2an milik ibu2 yg telah uzur,beserta pembantunya yg jauh lebih uzur. Disitulah SMP saya terletak,Cukup strategis (akses cabut banyak).
Oke,cukup latar belakangnya.Alkisah,saya masih duduk di bangku kelas 1.Sedang berjalan pulg dari sekolah (siang2,gtau ada acara apa,biasanya pulg sore) dengan 2 org karib saya.sebut saja Pranda dan Aga.Selayaknya anak kelas 1 SMP yg lagi lucu2nya,saya rasa adalah kewajiban saya terlebih dahulu utk menjelaskan gmana ciri2 kita pada saat itu.
Saya saat Itu sedang tergila2 dengan sepatu Homyped dilengkapi perekat Velcro tahan basah warna hitam,karena saat dipakai terasa amat ringan dikaki.Saya sewaktu itu hampir tidak pernah memakai kaos kaki krn menurut saya tidak efisien (di kelas nyeker,solat juga ga dpake
Pranda Mulya Putra Garniwa setai tiga uang,Baju rapih,rambut belah tengah ga niat,rambut kecoklatan,memakai sepatu Kodachi (merk negara mana wallahualam) yg hampir dijadikan sarang oleh kecoa rumahnya.Tas backpack biasa(palg isinya 1 buku buat main liga2an ama tool-box tamiya,maklum lagi booming berat).ciri fisik palg khas dari Pranda sampai skrg masih bisa ditemui,jadi tidak usah saya bahas(haha).Yg palg menarik perhatian adalah karib terakhir.
Aga Rasyidi Sukandar yg memakai sepatu kappa (ringannya kyak sepatu kungfu) dan kaos kaki selutut (maen bola dimana,tong?),Baju rapih bukan alang kepalang(ke sekolah bawa setrikaan kali),Rambut belah tengah pantat Madonna (kalo ini niat belah tengahnya),dan tampang alim seperti lulusan pesantren di Kairo,tas pastilah berisi segala macam buku (rumus cepat fisika,kimia ,biologi,teknik nuklir,dll haha ).benar2 kebanggaan keluarga Sukandar.
Mungkin ada yg nanya Kenapa saya harus repot2 menjelaskan karakteristik karib2 saya? Terutama si Aga?karena ini amat berkaitan dengan situasi yg akan saya jabarkan segera.Jadi di hari yg cukup terik itu,kami berjalan berdamping2an selayaknya karib2 yg masih jernih pikirannya.Mengobrol ttg apa saja,mau SMA dimana,persiapan menyambut liga sepakbola internal sekolah,tamiya,smack-down,dll.tanpa menyadari ada espass meluncur dr arah sekolah (belakang kita)r dgn kec. Kurg lebih 15 km/jam (ga seru ya? Silahkan tambahkan sendiri 1 nol dibelakangnya,mungkin anda bisa merasakan kepuasan tersendiri)
Obrolan sedang asyik2nya,Kami baru menyadari keberadaan si espass ketika semua sudah terlambat…braaakkkk (sebenernya ga segini bgt suaranya).si Aga ketabrak!!! (kaki lemasnya berbuah ia tersungkur 2 jngkal ke depan) Lucunya,setelah menabrak,barulah si sopir membunyikan klaksonnya (kebalik babi!).Si aga yg terlihat agak shock marapikan pakaiannya yg agak kusut sembari berusaha memahami apa yg baru terjadi (mungkin juga istighfar beberapa kali dlm hati,atau mungkin juga baca juz amma sekalian menyempurnakan hafalan yg diujikan minggu depan).Mukanya yg terkejut pus belah tengah kusut mungkin memancing kemarahn si sopir (lho kok dia yg marah?)….”woooiii..lu udah SMP bukannya tambah pinter malah tambah bego!!!! liat2 klo jalan (emang gua punya spion?,kontol)..” terlihat anak2 SD yg dia angkut tersenyum geli melihat para kakak2nya dihakimi si sopir (yg jelas2 pelakunya).Si Aga yg (dulu)bermoral mengikuti sunnah nabi segera meminta maaf kepada si sopir licik (muka si sopir kalo diinget2 kyak sersan jahat di film PLATOON)..”iya maaf pak,ga liat (emang ga liat lah
Haha,bencana telah berlalu pikir kita bertiga.saya dan pranda serta merta mencela,”bego sih lo ga! Hahaha..kalo diceritain ama anak2 pasti pd ketawa…haha”.Tetapi mengapa espass didepan berhenti? Mungkinkah azab bisa menimpa dalam waktu begtu cepat? Mungkinkah tiba2 si sopir muntah belatung lalu meledak seperti telur bebek dlm microwave? (hidayah lg nge-hype abis).ternyata tidak,Ia memundurkan mobil,kembali ke posisi semula,dan penuh angkara ia berkata…”gua setut lu!!! Lu ngomongin gua!?! Ngatain gua bego!?!?!...”. setut? Apa itu setut?
Apapun artinya,kita yg sudah ciut segala nyalinya pun mengelakkan tuduhan yg diajukan “engga pak..engga kok,kita ngatain dia.(sembari nunjuk si aga .”..”awas lu ya ngatain gua!!! Gua setut lu?!?!” another setut.another mystery.dan mobil espass pun pergi,kyaknya yg mendengar kita mengucapkan kata bego adalah anak2 sd itu,lalu mereka bilang kata bego itu kita tujukan kpd si sopir.(anak SD biadab,katanya SD islam,,,).Kita pulang penuh dgn kebingungan,selain dendam kepada sopir yg sejak itu kita panggil “si setut”.
Waktu berlalu,hampir semua kawan SMP sudah mengetahui kejadian yg melibatkan kita bertiga,dan si setut.Kita tidk pernah bertemu lg dengan si setut sejak kejadian itu,ada yg bilang mobinya jatuh ke danau pamulang lah,dirampok lah,Sakit misterius lah,dll.yg pasti,kita sering liat mobil espass nya terparkir tak berpenghuni saat kita istirahat siang (biasanya kita coretin gambar mr.P di jendelanya,dilepas2 pentil bannya,di ludah2in,dll).sampai pd waktu kelas 3 saya meihat a melintas ketika duduk di bangku milik TK sekolah kami,saya yg agak dendam,berteriak “woiiiii..kera!! dajjal! (makian islami bgt)..”tetapi itu hanya berbuah saya ditegur oleh guru TK yg jaga,dan saya tidak pernah ketemu si setut lg sejak itu.
Akhir kata,misteri masih berkata,saya sampai skrg pun masih bertanya.apakah arti setut itu sebnerny? Saya pernah meihat kawan kehabisan bensin mtornya,yg lalu minta di”setut” oleh kawan saya yg satu lg.Kawan saya segera mendorong footstep mtor yg habis bensin dengan kaki seiring dia mengendarai mtor juga mengiringi si “korban” habis bensin.
bila itu arti setut,trus apa makna si setut dulu?, apakah “gua setut lu!!” bermakna :”gua bkal dorong dgn kaki footstep lu,biar lu cpet nyampe rumah,seiring gua kendarai ini espass ijo”.Berarti bahwasanya itu bukan makian,melainkan tawaran pulg bareng,yg walaupun kedengaran kurang aman metodenya,tp patut diprtimbagkan.tetapi,apakh dia tidak menyadari bahwa seculun2nya kita dulu,tak mungkin kita memakai footstep mtor sbg aksesoris pakaian? Jadi,apa yg hrus didorong??apakah ikat piggang hitam saya yg kepanjangan ia asumsikan sbg footstep? Kenapa ia bisa salah? Apakh ia rabun? Kalo rabun,kenapa diterima jadi sopir anak SD yg notabene rata2 tidak berdosa dan tak patut dibahyakan?apakah ini konspirasi SD skolah saya utk menghabisi anak2 SD “tertentu”???dengan mengumpankan mereka pd oknum sopir rabun??
Nah,kita cross-check.bagaimana kalo yg dia maksud dgn setut itu adalah “pukul” atau “tabok” atau “smack!” atau “hajar,bakar,sepak,terjang,berang-berang” ? maka kita akan menemukan keanehan pd contoh teman saya yg kehabisan bensin.ia kehabisan bensin lalu minta “eh,setutin gua dong”,apakah berarti ia minta “eh,pukul gua dong” atau “eh,hajar gua dong”.kenapa ia harus berbuat destruktif seperti itu? Sebegitu putus asakah ia sehingga ingin bunuh diri karena habis bensin motornya? Ataukah ia mempunyai janji sehidup semati dgn si motor? (motor mati = pemilik mati)? Apakh ini trend terbaru? Sejenis trend bunuh diri massal bermotif motor sebagai spiritualitas (mungkin nama nabinya jadi Lia Motor)?
Lalu,nama apakah yg seharusnya kita pakai utk menggantikan nama si ‘setut’? apakah si “tabok,hajar,terjang,sepak” atau si “gua bkal dorong dgn kaki footstep lu,biar lu cpet nyampe rumah,seiring gua kendarai ini espass ijo”.?????misteri yg benar2 pelik..
Mengerti kebingungan saya? Help,anyone?
Tetapi,dibalik itu,berkat insiden ‘setut’.selain mempererat persahabatan saya,aga,dan pranda (terikat tali hubungan per’setut’an),saya pun bisa mengenang masa2 dahulu sesekali,kala terik siang Aga ditabrak dari belakang..dan si sopir berkata penuh angkara (dan segala misteri kata2nya)… “gua setut lu!!!!”..
Salut tangan kiri,
MIRZA FAHMI yg kemarin tdur ga pake kolor,lalu kejatuhan jam dinding tepat di si “fredo”nya..
salam pembuka
halo blogger,dengan ini saya mewakilkan kedua kawan saya membuka lahan tulis-menulis ini.secara bergantian kami bertiga akan mengungkapkan segala pemikiran,harapan,pengalaman,dll...so we'll keep writing!
Mahasiswa Bersuara!!
MIRZA FAHMI yg kata ibu kostnya jeansnya seperti jala di ring basket