Tuan yang terhormat,
Saya telah mendengar tentang Konferensi Tuan yang amat sukses tempo hari. London kota yang bagus bukan? melihat foto Tuan lagi tadi pagi (maksud saya foto setelah konferensi, Tuan dan kawan-kawan Tuan itu sepertinya memang amat menikmati London. Saya harus mencatat itu,apabila berkesempatan pergi kesana (semoga!). Cuaca teduhnya memang pas sekali. Ah, saya bukan hendak mengaitkan keberhasilan Tuan dengan cuaca, haha. Saya yakin apabila digelar di Darfur pun akan tetap lancar-lancar saja.
Tuan, saya tidak akan lama berbasa basi. Saya akan mengatakan dengan langsung. Selamat datang di mimpi buruk. Segala dagelan Konferensi Tuan mungkin menenangkan tiap pikiran gundah sejak krisis ekonomi global ini. Agreement diteken, MOU disahkan, Kebijakan dirancang. Tapi disini saya memperingatkan,sistem Tuan akan hancur berantakan. Korporasi akan rontok,kontrol kuasa akan diambil alih, uang akan mengalir di jalur seharusnya, pencoleng akan ditangkapi.Hari-hari Tuan kedepan, seperti saya sudah bilang, mimpi buruk.
Ah, tak perlulah Tuan mengomel seperti itu,apa? Nama saya? Itupun bukan soal. Anggaplah saya sekedar pembawa berita sederhana,suatu perantara. Nah,sekarang giliran saya berbicara lagi bukan? Terimakasih. Sampai dimana tadi? Ah,ya..Sistem Tuan yang seakan begitu menjunjung tinggi kerja keras, keberanian,dan kejujuran ternyata suatu fatamorgana belaka. Seperti layaknya kolam ikan, Tuan berkata bahwa jumlah ikan yang kita peroleh sebanding dengan usaha kita memancingnya. Nyatanya,bila kita sempatkan menyelam kedalam kolam itu, niscaya didapati kolam itu telah disekat-sekat, jauh dari penglihatan kita di permukaan. Sekat itu membagi-bagi kolam,yang juga otomatis membagi ikan-ikan didalamnya. Si miskin di pojok sana,meski menghabiskan seumur hidupnya untuk memancing pun paling hanya akan mendapat seember ikan,itupun yang cere. Ia mendapat ruang sekat kolam yang begitu kecil. Sementara Tuan dan kawan Tuan, tidak memancing pun ikan akan berlompatan ke daratan, hinggap di pangkuan Tuan,minta disantap. Tuan dan kawan Tuan segelintir, menikmati ikan yang tak cukup untuk dihabiskan walau berabad-abad. Si miskin yang berduyun-duyun ke kolam mencari penghidupan,mendapat ikan yang langsung habis seiring beberapa suapan. Itulah sistem sebenarnya Tuan, itulah cara kerjanya, itulah moralitasnya.
Seperti lolongan pejuang Zapatista di rimba Lacandon,dengan ini saya nyatakan CUKUP SUDAH ! Sistem Tuan yang telah bercokol sedemikian lama dan mengatasnamakan kebebasan hak asasi sudah sepatutnya diakhiri. Sesuai konsep Adam Smith? Invisible Hand katamu? Izinkan saya mengutip pendapat ahli ekonomi pemenang nobel yang mungkin kita berdua sudah kenal betul, Joseph Stiglitz : “Invisible Hand itu benar-benar invisible,antara lain,karena seringkali memang tidak ada……”. Tanpa kontrol Pemerintah,pasar Tuan akan berderap begitu kencang layaknya topan. Tetapi, sekaligus meninggalkan kerusakan besar di tiap jalur yang dilaluinya. Penghisapan, eksploitasi,pendudukan,semua menjadi kata yang dihaluskan menjadi “Pemberdayaan”, ”Akuisisi”, ”Perluasan lapangan kerja”.
Seperti pekikan buruh mogok kerja di petang Catalunya era Franco,dengan ini saya nyatakan CUKUP SUDAH ! Media Tuan adalah berkah penguasa. Menampilkan hiburan hampa dan menghasilkan rakyat jinak seperti retriever dikebiri. Pernahkah media Tuan meliput kampung Indian Chiapas yang digempur Tank dari segala penjuru? Terpikirkah media Tuan untuk mengangkat sejarah Biro Pinkerton bentukan korporasi yang membunuhi keluarga aktivis buruh negara Tuan diakhir abad 19?
Seperti tangisan ibu-ibu meratapi jasad suaminya dipertambangan emas Peru, kami nyatakan CUKUP SUDAH! Tuan sudah melacurkan kata politik sampai derajat terendahnya . Menjadikannya sinonim dengan “kebohongan”,”kekotoran”,”Keserakahan” belaka. Membuat tiap individu menganut sikap skeptis belaka. Satu kemenangan besar lagi untuk Tuan. Demokrasi Tuan adalah kebohongan. Hampir seluruh warga dunia menyatakan anti terhadap negara Tuan karena kegemaran Tuan menjatuhkan pemerintahan yang terpilih secara demokratis dan mengangkat diktator, hanya karena ia patuh melindungi kepentingan Tuan.
Dan oh! Betapa negara Tuan akan dengan senang hati melanggengkan itu semua. Hukum didesain dengan maksud melindungi ambisi Tuan. Elit-elit Tuan adalah staf-staf yang merumuskan aturan itu tiap harinya tanpa perundingan berlama-lama. Ekspansi korporasi ke negara lain dilancarkan dengan kedok perjanjian multilateral. Rakyat negara Tuan dengan kebanggaan pun menyebut, “inilah negaraku,negara kaum bebas,pula mengayomi yang menderita di seluruh dunia..penjaga dunia!! “ CUKUP SUDAH !!
Tuan, sekarang angin sudah berbalik arah, buritan kami hampir terangkat seluruhnya dari dasar samudera. Sekarang biarlah terbuka mata tiap warga dunia, ada yang salah dengan hari-hari mereka. Bahwa penganiayaan terhadap martabat manusia terjadi di penjuru dunia akibat sistem yang sama. Biarlah para petani, buruh, wiraswasta, mahasiswa, semua yang percaya, terorganisir dalam barisan rapat menuju satu arah.
Sekarang krisis telah menunjukkan semua, sistem yang bertopang pada penghisapan sepihak hanya pantas ditinggalkan. Segelintir Tuan akan merasakan tiap pekik diteriakkan, semakin lama semakin kencang. Sebuah pekikan tidak terima,tidak percaya, tidak rela berdiam lebih lama lagi. Kegagalan sistem Tuan sudah nyata diambang mata,segala usulan Tuan di Konferensi tempo hari hanya ibarat menambal bendungan bocor dengan semen murahan. Kamilah air bah yang Tuan takuti.
Silakan Tuan tertawa, toh saya Cuma perantara, tak perlu dianggap serius. Tapi Tuan,mungkin suatu hari Tuan tergelitik untuk melongok sebentar dari jendela gedung Konferensi. Lihatlah kami,segelintir kami yang percaya, berteriak CUKUP SUDAH! Hingga parau,hingga dagelan Tuan kami duduki.Saat itulah kata “Demokrasi”, “Kebebasan”, ”Keadilan” bukan hanya sekedar menjadi topik pidato dan buku-buku acuan Tuan, melainkan desakan, dan Tuan akan terhimpit dibawahnya.
Sekian saja Tuan, semoga Tuan bisa menangkap maksud saya,dan ingatlah, setiap tabir akan dibukakan mulai sekarang. Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu bersama Tuan,
Selamat Hari Buruh, Dan siapkan parasut untuk jurang yang menganga di hari depanmu.
Garda Depan Penentangan.
Jumat, 01 Mei 2009
Mayday Letter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar