Senin, 09 Maret 2009

culinary trip

dalam posting kali ini saya akan membahas
'dunia itu nikmat ya??'
mengapa?
karena ice cream mc flurry varian baru itu enak,
coffee crunchy dan caramel crunchy..
bukan saya SPG nya McD atau bagaimana, tapi saya bicara sejujurjujurnya.
saya cinta kebenaran. anda belajar filsafat ilmu, kan??

walaupun McD itu korporasi barat sana dan mendunia..
mereka aditif..
sorry, junk food itu aditif lezatnya..



apalagi eskrim yang saya sebutkan diatas ditambah oreo atau biskuat susu, juga tambah corong eskrim yang kita sebut 'cone' atau sederajatnya, kue semprong...... dan makannya dengan spagetti gocengannya McD
ditambah pilus garuda, atau kerupuk kulit...setidaknya saya nge-mix sedikit dengan asupan lokal punya...gaya anak kosan.

take away atau dine in terserah anda.dengan teman atau kekasih bahkan rival terserah anda. keosan atau sendirisendiri terserah. dipinggir jalan atau restorannya yang ber AC ada TV 24jam hotspot juga bisa (internet gratisan, pamer leptop n BB yang laham, tapi beli makan gocengan) terserah anda juga. asal ga ngerepotin.

saya melakukan riset akhirakhir ini...
walaupun hanya sedikit sample yang saya ambil...dapat disimpulkan..
Spagetti KFC banyak tapi kurang enak dibanding McD.harganya pun sangat kompetitif.
Spagetti WS (we es- waroeng steak) berada diantaranya.
enak, harganya lebih tinggi namun sauce (baca: sozs) nya bikin mulut belepotan
burger McD gocengan kalah lezat dibanding burger Wendy's dengan harga yang relatif sama.
saya prefer wendy's karena sudah mendarah daging.kalo udah kelaperan sih sikat aja semuanya..
yang paling nampol adalah warteg bude samping kosan:
nasi setengah+sayur bayem+kentang balado+tempe oreg+mie= tigaribu rupiah=kenyang perut kembung.
atau kata temen2..yang bikin klenger itu PadGil (baca: padang gila)
hanya dengan lima ribu rupiah anda sekalian yang berjiwa piranha dapat makan masakan padang pake ayam dll terus bisa nambah...kenyang perut kembung..

wisata kuliner itu asik ya....
dunia itu nikmat asal galupa akhirat...

pesan moral kali ini...
makan boleh murah asal bersih dan kenyang...dan bagi temen disamping lo yang kagak makan, jangan medit.
inget buat nyumbangin sebagian duit lo buat sodarasodara kita yang belum bisa makan enak dengan cara berderma....
terakhir, jangan kebanyakan maakan biar bisa ruku ama sujud dengan nyaman.
thats it fo todays dialogue! adios amigos

label: wisata kuliner jelata jakarta pinggiran




[+/-] Baca selengkapnya...

Minggu, 08 Maret 2009

Budak-budak Fashion

"Di dalam fashion tidak ada logika"

Hai, jumpa lagi bersama saya. Setelah lama tidak menulis artikel di forum mahasiswa ini, ternyata dalam bosan tangan saya mengantar ide saya menjadi kata, yang berbaris menjadi kalimat, dan akhirnya mengejewantah menjadi suatu tulisan utuh (hehe sok puitis). Maka daripada tulisan ini menganggur dan menjadi sampah di hardisk saya, saya post-kan saja disini.

Oke, dalam tulisan kali ini saya akan membahas mengenai gejala trend yang menjangkiti masyarakat di daerah perkotaan. Suatu "arus" yang memiliki enerji guna mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup masyarakat urban. Dan trend yang sangat kuat itu bernama fashion. Dan sekali lagi, dalam bahasan ini saya tidak akan menggunakan referensi yang kuat, seperti yang mungkin dikaji dalam telaah psikologi massa..Dan saya pun tidak akan membawakan argumen yang kuat. Tulisan ini saya utarakan diatas pemikiran saya sendiri, yang notabenenya hanya seorang mahasiswa pemerhati sosial amatiran. Jadi, tentu argumen saya akan penuh kekurangan di segala segi. Untuk itu, saya bersedia menerima kritik, saran atau pendapat dari anda sekalian yang membaca argumen yang akan saya utarakan dibawah ini.

Oke, sebelum saya mulai pembahasan kali ini, mungkin anda akan bertanya mengapa saya membatasi lingkup bahasan ini hanya pada masyarakat urban. Mengapa masyarakat desa tidak ikut dibahas? Apakah karena saya orang desa sehingga pendapat saya berat sebelah?

Haha, bukan itu alasanya saya membatasi permasalahan yang akan saya bahas hanya pada masyarakat metropolitan. Tetapi karena beberapa asumsi yang saya gunakan hanya akan pas bila dipakai untuk membahas perilaku masyarakat yang hidup di kota besar. Asumsi-asumsi tersebut saya rinci sebagai berikut:
1. Saya menganggap masyarakat kota sebagai masyarakat yang lebih cerdas. Namun dibalik kecerdasanya, masyarakat urban ternyata masih memiliki ketidakrasionalan yang dapat dieksploitasi.
2. Masyarakat metropolitan lebih majemuk. Dimana terdapat akulturasi budaya dalam bermasyarakat. Sehingga lebih mudah menyerap pengaruh suatu trend.
3. Dan yang terakhir, namun yang paling penting. Corak kehidupan masyarakat urban lebih hedonis. Dimana sebenarnya, dengan kecerdasan mereka, mereka masih memiliki ketidakrasionalan yang tinggi dalam pemenuhan jiwa konsumtif mereka.

Oke, berangkat dari asumsi-asumsi diatas, saya menuangkan suatu pandangan mengenai gejala trend fashion yang mewabah masyarakat di kota besar, terutama masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Sebagai manusia kita memiliki kebutuhan sandang, yaitu kebutuhan akan pakaian. Selain itu, kita juga memiliki kebutuhan lain yang bersifat abstrak. Yaitu kebutuhan akan keindahan, atau dalam istilah seninya "estetika".
Dari dua kebutuhan itu, lahirlah industri fashion. Industri yang pada awalnya tercipta guna memenuhi kebutuhan pakaian, yang selain untuk menutup aurat juga untuk memperindah penampilan, yang pada akhirnya berubah menjadi suatu trend. Dimana seolah-olah ada kekuatan "diktatoris" yang mengatur gaya apa yang sedang "in" untuk tahun ini, dan apa yang sudah ketinggalan jaman.

Saya sering geli sendiri. Bagaimana mungkin sekumpulan orang, yang menamakan dirinya "trendsetter", mampu mempengaruhi ribuan orang dalam berpakaian. Dengan titah mereka yang bernama "mode", para pengikutnya, yang jumlahnya jutaan, mampu mengkonsumsikan pendapatan mereka secara besar-besaran guna mengikuti titah dari "trendsetter" tersebut. Tas-tas, gaun malam, high heels, dan sebagainya.

Lebih geli lagi, gaya pakaian yang tahun lalu dianggap Fashionable, tahun ini bisa saja dibilang kampungan, ketinggalan jaman, dan lain sebagainya. Sedangkan pakaian yang tahun ini dianggap aneh, norak, atau 'gak matching', mungkin tahun depan malah dianggap sebagai mode...haha


Apakah mereka, para pengikut fashion, tidak menyadari mengapa trend tiap tahunya berubah?
Tentu mereka tidak sadar. Karena mereka, dengan segala kecerdasan mereka, termakan oleh ketidakrasionalan jiwa hedonis mereka. Padahal mereka jelas-jelas tertipu oleh industri fashion, yang sengaja menciptakan siklus perubahan trend mode tiap tahun, guna memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Karena siklus tahunan ini adalah kunci utama dunia fashion dalam meraih keuntungan.

Coba anda pikirkan, bila fashion tahun ini sama dengan tahun lalu, tentu industri fashion akan lesu, atau setidaknya tidak semeriah apabila fashion memiliki siklus tahunan. Karena, orang-orang tentu tidak akan terlalu banyak membeli pakaian baru. Mereka hanya akan membeli sebagai koleksi tambahan saja.
Namun apabila siklus tahunan digalakan, tentu para pengikut fashion akan membeli pakaian baru dengan model baru secara besar-besaran. Karena pakaian yang telah dibelinya pada tahun-tahun sebelumnya telah dianggap ketinggalan jaman dan hanya akan menjadi sampah di lemari baju mereka.

Lalu industri fashion, yang sudah kehabisan ide tentang mode apa yang akan dijadikan trend tahun depan, akan kembali mengangkat mode lama. Ketika pakaian-pakaian model itu sudah jarang yang memiliki atau sudah usang di lemari. Sehingga tentu, para pengikut fashion akan tetap membeli pakaian mode tersebut guna mengikuti fashion. Hal ini menjawab pertanyaan mengapa mode tahun 60an kembali 'booming' di era 80an, dan kembali 'booming' lagi ditahun 2000an?

Oke, dalam bahasan ini saya tidak melarang anda untuk tampil trendi. Tetapi saya hanya ingin memaparkan suatu pandangan, bahwa trend fashion sekarang sudah sangat berlebihan. Dimana logika dikesampingkan demi hedonisme belaka. Saya berpikir, kalo hanya ingin tampil 'trendi', tidak perlu selalu mengikuti trend fashion.. Selalu membeli pakaian mengikuti trend, dan dengan mudah mencampakanya apabila mode berkata sudah ketinggalan jaman.

Apa yang anda kenakan adalah representasi kepribadian anda, jadi apabila anda sering bergonta-ganti gaya pakaian hanya demi mengikuti trend, berarti anda adalah orang yang berkepribadian mudah goyah, mengikuti apa saja yang dikatan pasar, atau bisa dibilang tidak memiliki KEPRIBADIAN..(hehe, sori saya agak kasar, emang sengaja menyentil)

Oke, terakhir saya ingin menyimpulkan. Seberapa seringnya anda berganti gaya mengikuti mode, diri anda tetaplah diri anda. Anda tidak akan menjadi lebih hebat dengan menjadi fashionable, dan malah akan menjadikan diri anda sendiri sebagai korban mode. Kenali diri anda, cari gaya berpakaian yang paling pas merepresentasikan anda. Anda akan terlihat lebih "pure" dengan menjadi diri sendiri.


Wassalam
Gani, yang awalnya mau menulis tentang alokasi dana pendidikan 20% yang belum terealisasi. Tapi urung karena kurang bahan..hehe

[+/-] Baca selengkapnya...

Time For A Change,Time To Move On,Pure Saturday Concert Review

Sebenarnya konser ini sudah lama digelar.Tetapi tidak ada salahnya toh saya membuat review yang kelewat telat ini.Saya hanya ingin sharing sedikit mengenai pengalaman saya menonton konser yang saya anggap luar biasa ini.Maaf kalau ada detail-detail yang terlewat.Maklum udah agak lupa.


Minggu malam,hujan tidak henti-hentinya mengguyur kota Bandung sejak menjelang magrib.Ini tidak menyurutkan niat saya untuk menonton konser tunggal salah satu band paling influensial di kancah Indie scene Indonesia,Pure Saturday.Eksistensi selama hampir 15 tahun menciptakan momentum yang cukup untuk menggelar konser tunggal ini.Dengan tajuk sama dengan album kompilasi Greatest Hits mereka yang dirilis tahun lalu,“Time For A Change,Time To Move On”.Informasi mengenai konser sejak jauh-jauh hari pun memudahkan banyak fans mengantisipasi konser ini.Saya lihat di Facebook,Bahkan ada fans dari Jawa Timur yang bela-belain untuk menonton konser yang cukup bersejarah ini.Sementara saya? saya cukup bersyukur konser ini digelar ketika saya kuliah di Bandung.haha

Konser ini digelar di GSG Itenas.Cukup jauh dari Kost saya yang terletak di bilangan Ciumbuleuit.Dengan naik motor kira-kira makan waktu 15 menit.Jadi,bisa dimaklumi keadaan saya yang agak basah kuyup ketika sampai di Venue.Ketika saya sampai,Venue belum dibuka.Duduk menunggu tanya loket dan penjaga,konser katanya akan dimulai jam 8 malam.Saya pun merokok sebentar,membeli tiket,dan membeli satu kaos Pure Saturday yang cukup jarang saya temui.Tak lama,kira-kira pada jam 19:50 venue dibuka.Para penonton yang sudah bergerombol sejak pukul 19:00,masuk ke dalam venue secara tertib.Begitu menjejakkan kaki ke dalam,segera terlihat set panggung yang cukup minimalis.Cukup sederhana untuk ukuran sebuah konser tunggal.Tinggi panggung kira-kira hanya sekitar setengah meter,dan tak ada barikade sama sekali antara panggung dengan 'kubu' penonton.Mungkin Pure Saturday ingin menciptakan suasana intim dengan para fans dan penonton pada konser malam ini.Kita lihat saja.

Para penonton pun,melihat panggung yang rendah,segera memutuskan untuk lesehan saja di lantai.Dengan lesehan pun saya merasa bisa mengamati sekeliling dengan leluasa.Tampak GSG tidak terisi penuh sehingga udara terasa lega.Nampaknya ini akan menjadi salah satu kunjungan konser saya yang paling nyaman,pikir saya.Diatas panggung terlihat para kru sedang mengeset alat-alat dan sound-system.Para penonton tampak amat antusias.Menurut info,konser kali ini tidak memakai band pembuka.karenanya,tak sampai 20 menit menunggu,Terdengar suara perwakilan E.O dari pengeras suara,menyambut Pure Saturday naik keatas panggung.And the crowd went wild at the same time!.Seiring dengan naiknya para personil,penonton meneriaki nama mereka satu persatu.Sementara para personil lain sibuk menyetel alat-alat mereka,Iyo sang vokalis menyapa sejenak para penonton,berterimakasih atas kedatangannya serta rela berhujan-hujan demi konser yang cukup sederhana ini.

Selepas sambutan singkat,seketika lampu venue dan panggung dimatikan.Penonton yang belum sempat mengucap sepatah kata pun,dibuat tertegun dengan suara Hi-Hat,Udhie sang drummer memainkan notasi drum yang sangat familiar.Banyak penonton yang menebak-nebak.,"oh gue tau nih...pasti.." tebakan yang tepat,sound fuzzy delaying gitar Adhie yang dreamy dengan sigap bersinergi dengan melodi-melodi Arief yang sederhana tetapi cepat menyangkut di telinga.Keduanya segera menimbuhi permainan drum tadi.Crowd langsung menyanyikan verse pertama dari lagu yang mereka sudah hafal benar ini.”I don’t know why we do it like this,oh,so strange….” Koor massal serentak membahana di dalam venue.”Pathetic Waltz” adalah pembuka konser yang sangat cantik.

Terlihat sejak lagu pertama para personil PS sibuk dengan instrument mereka masng-masing dan tidak banyak bergerak.Mungkin mereka memang mengutamakan kualitas permainan pada konser kali ini.ini ditunjang oleh kualitas sound yang sangat prima dan akustik venue yang pas.Terbukti dengan mulusnya permainan mereka pada lagu-lagu berikutnya,seperti “Sajak Melawan Waktu”, “Mereka”,dan “Kaca”.satu hal lagi yang patut diberikan kredit lagi disini adalah permainan lighting apik dan Film-film pendek yang diproyeksikan pada layar putih besar dibelakang para personil.Masing-masing film mewakili tiap lagu yang dimainkan.

Pikiran langsung berusaha mencari jejak 15 tahun kebelakang.Pure Saturday menyeruak bersama Puppen dan Pas Band memulai suatu movement yang bertahan hingga kini.Yaitu Indonesian Indie Culture.Dengan music yang sudah established di luar negeri tetapi masih langka di Indonesia mereka segera menarik perhatian banyak khalayak.Terutama ketika album pertama mereka rilis sebagai bonus majalah Hai pada medio 1994.Album yang memang nampak sangat terinfluens The Cure,Ride,Stone Roses ini segera menempatkan lagu-lagu mereka pada airplay radio di banyak kota.Banyak band-band serupa segera bermunculan.Dan gerakan ini belum berhenti hingga sekarang.Memang suatu konser tunggal sangat pantas sebagai tribute untuk mereka.

Konser ini pun menelurkan banyak momen menarik.salah satunya adalah tampilnya Rekti The S.I.G.I.T sebagai vokalis tamu pada lagu “Nyala”.Kolaborasi yang menarik karena Rekti tampak menyanyikan “nyala” dengan vocal seperti pada lagu-lagu The S.I.G.I.T.Haha.Nyala dengan vocal ala Robert Plant memang Menjadikan lagu ini jadi ‘ugal-ugalan’.Selain itu,selepas kolaborasi,tampak para personil PS bercanda dengan memainkan intro “Whole Lotta Love”nya Led Zeppelin.ajakan jamming dadakan ini segera disambut Rekti.Jadilah satu nomor dari Led Zeppelin tiba-tiba masuk dalam repertoire konser.Penonton pun jadi terbawa gila-gilaan.Sing-along liar,sesuatu yang langka pada konser PS,terjadi di lagu ini.Bahkan salah satu pemuda dibelakan saya,meminta saya mengangkat badan dia,mau body-surf.haha.Sehabis lagu ini,Rekti yang turun panggung disambut tepuk tangan membahana crowd yang kelelahan tetapi terus tertawa mengingat kejadian tadi.

Bukan itu saja kolaborasi yang ada.Agung Burgerkill juga diajak pada satu jeda antar lagu.Dengan menenteng gitar akustik dan sekaleng bir,Ia naik ke panggung dan memainkan secara instrumental medley dari lagu-lagu Pure Saturday.Sungguh mengasyikan melihat Agung yang biasa memainkan nada-nada 'horor' Burgerkill sekarang memainkan nomor-nomor akustik instrumental dengan tingkat presisi yang tinggi.Permainannya ditutup dengan intro dari “Silence”.Intro ini Agung biarkan menggantung seraya ia meninggalkan panggung,tetapi tak lama intro 'terbengkalai'ini segera disambung dengan intro 'Silence' yang sesungguhnya oleh Adhie.Penonton yang sejak awal konser sudah lesehan pun mulai serentak berdiri menyambut lagu ini.Lagu dari album pertama ini adalah salah satu favorit saya.Sound gitar yang noisy dan wah-wah pedal penuh feedback dipadukan,sehingga menimbulkan “keberisikan” yang liar tetapi indah secara bersamaan.Teknik ini mengingatkan pada Ride era “Nowhere”.Dan apabila anda menyempatkan melihat foto-foto konser itu.mungkin anda bisa melihat saya merangsek ke depan panggung kala lagu “Silence” dan bernyanyi asal-asalan sambil mengepalkan tangan ke udara.Hope you’ll never find it,though.aha.

Pertengahan konser,Iyo menyempatkan berterimakasih kepada seluruh keluarga Pure Saturday.Ia pun tak lupa menyapa para ‘penonton’ di pinggir panggung seperti Ucok Homicide dengan khas “Hey Motherfucker! Motherfucker! Respect yo…”dengan logat seperti rapper gangsta bersiap menuju peperangan East Coast-West Coast.Sebuah bentuk candaan terhadap Ucok yang memang telah mencapai status militan di ranah hip-hop bawah tanah.Belum habis tawa penonton,Ia segera menyambung candaan dengan berterimakasih kepada penonton karena telah menonton band Indie seperti mereka,“Bukan band-band yang ada di TV,yang memiliki nama aneh,dan diusahakan seaneh mungkin”..HAHA.Sehabis sambutan,Iyo dan PS pun pamit untuk jeda.

Satu hal yang agak mengganjal pada konser ini adalah jeda.Jadi konser ini dibagi pada 3 ‘babak’.Jeda antar babak ini memang agak membuat bosan.alangkah baiknya agar jeda itu diisi dengan documenter PS misalnya,but after all.Jeda itu terbayar oleh setiap kejutan yang menanti setiap usai jeda.Antara lain diundangnya Muhammad Suar Nasution,vokalis lama mereka (tetapi sekarang mulai bergabung lagi?) keatas panggung sejak lagu “Sirkus” hingga akhir konser.

Suar sendiri menurut banyak kritikus sudah mencapai pendewasaan sejak album pertama bersama PS.Terlihat pada Album “Time For A Change,Time For Move On”,Suar telah menemukan ciri khas vokalnya.Dimana pada album pertama dan kedua,Ia lebih sering berpatron pada gaya vocal Robert Smith.Pada “Sirkus” ia bernyanyi dengan wajah sumringah dan senantiasa mengajak sing-along penonton.Kelasnya terlihat pada lagu-lagu album kedua yang cukup kompleks aransemennya macam “Labirin”,”Belati”,dan “Gala”.

Lagu-lagu tanpa terasa terus bergulir.Tanpa terasa,2 jam hampir habis.setelah ”Coklat” kelar dibawakan.Intro yang sudah dihafal seluruh crowd terdengar dimainkan Adhie.Sebuah intro lagu yang revolusioner.Lagu yang sempat menjadi 'raja' pada chart-chart radio anak muda medio 1994-1996an.Dan apabila kita pernah melihat Mtv pada masa itu (medio 1996).Maka kita akan terkejut melihat satu video klip yang beda.Disaat band-band lain berlomba-lomba mempercantik penampilan mereka di video dan berusaha disorot sesering mungkin oleh kamera,ada satu band pendatang baru memainkan music yang agak janggal,dengan vocal samar menyanyikan lirik yang abstrak.Video clipnya pun cuma menampilkan satu ruangan berpenerangan redup,dan sosok-sosok siluet yang bergerak tidak teratur mengikuti alur lagu.”Kosong” dibawakan PS.Iyo dan Suar hampir tak pernah bernyanyi.Penonton mengambil semua jatah nyanyian mereka tanpa sisa.

2 jam tak terasa sudah berlalu.”Enough” pun dibawakan PS sebagai lagu terakhir.Penonton yang tentu masih belum puas segera berteriak-teriak “lagi!lagi!lagi!....” taktik yang cukup berhasil,PS bersedia memainkan satu lagu lagi.Sebuah cover song.”Boys Don’t Cry” The Cure.Lagu yang sudah dapat dikategorikan sebagai lagu 'wajib nasional'.Para penonton dengan liar merangsek ke naik ke panggung berebutan mic Suar dan Iyo.PS pun tidak tampak risih melihat penonton yang semakin berjubel di panggung,Malah,mereka memprovokasi satu koor massal yang seru pada tiap bait "Boys Dont Cry".Sebuah penutup yang memorable.Dimana semua crowd memenuhi panggung sembari berjoget-joget,benyanyi seadanya,berpeluh bahagia,mengakhiri konser yang akan terus berada di benak saya untuk waktu yang lama.



Salut,
MIRZA FAHMI memberi konser ini 4 bintang.satu bintang lg ga dikasih karena PS ga bawain “Langit Terbuka Luas,Mengapa Tidak Pikiranku Pikiranmu”



[+/-] Baca selengkapnya...

Kamis, 05 Maret 2009

Mandi

Heiyho...ini tulisan perdana gw di blog GAM ini...sebagai kontributor dan teman mereka..gw salut si Gani Aga dan Mirza
bisa meulis seperti ini...dulu sih cuma percakapanpercakapan biasa di ruang kelas..ternyata sudah dibekukan disini!
nah, gw sekarang mau ber kontribusi salah satu puisi gw aja...selamat membaca dan memaknai....heuheuheu...


kota tua ini belum mandi
gedung gedung tumbuh menjulang
paruparu kota lambat laun hilang
bangunan makin disusun
tambah malas saja untuk terbangun

kota tua ini belum mandi
juta kendaraan berbaris menggerayangi tubuhnya yang miris
banyak kubangan tertampung dalam lubang jalan
basah oleh keringat
dan airmata menjadi butek oleh sampahsampah manusia yang dibuang seenak jidat

kota tua ini belum mandi
entah karena sumber air dimonopoli
atau air pam belum terdistribusi

kota tua ini belum mandi
udara makin pengap dan panas
karena poripori belum terbuka luas
kendaraan melaju mengeluarkan asap hitam
kita tinggal tunggu kapan jadwal alam naik pitam

kota tua ini belum mandi
cuci muka saja belum
apalagi gosok gigi
sabunpun belum terbeli

kota tua ini malas mandi
daki menumpuk kulit bersisik
tubuh gatal belek membeku
anyir tercium buat jijik
yang menetap apa tidak mau tahu?
yang menetap apa tidak malu?

kota tua ini malas mandi
pada musim ini
tinggal tunggu hujan berkepanjangan
pun kita pasti akan kewalahan

jehan syauqi 2februari 2009

[+/-] Baca selengkapnya...

Selasa, 03 Maret 2009

Zapa..who?

Jumpa lagi,yah sebenarnya saya sudah agak capek menulis tentang topik berat terus-menerus.Sesekali,ingin juga menulis tentang kenangan masa lampau era SD,SMP,dan SMA.Tetapi saya seolah terganjal oleh satu topik ‘hutang’ yang belum dijabarkan.Mungkin setelah ini saya bisa menulis tentang kejadian yang ringan-ringan lagi.Kali ini,seperti janji saya tempo hari,saya akan membahas mengenai gerakan Zapatista di provinsi Chiapas,Meksiko.Wah..wah..apa itu?

Sebagai pembuka,saya akan meminta pembaca untuk membayangkan barang sejenak.
Bayangkanlah,

Jika dunia ini adalah suatu kampung global yang terdiri dari 100 orang,70 diantaranya buta huruf,dan hanya 1 yang menjalani pendidikan tinggi.Lebih dari 50 orang kekurangan gizi,lebih dari 80 hidup di gubuk-gubuk reot.Dan 6 diantaranya adalah orang Amerika.Keenam orang itu mengambil,menguasai,dan menikmati lebih dari separuh pendapatan dan kekayaan orang seluruh kampung.

Lho! Mengapa keenam orang kaya ini bisa tetap ‘damai’ dengan penduduk kampung lain?

Karena ternyata keenam orang itu menciptakan dan mengajarkan semacam tarian dan nyanyian ‘senam massal’,hingga sebagian dari 94 orang itu rela menjadi pengikut setianya setiap pagi dengan sukarela.Meskipun banyak diantara yang 94 itu tidak ikut senam,namun mreka dengan senang hati ikut menyanyikan lagu itu.

Keenam orang sisanya ini mempersenjatai diri untuk menaklukkan orang-orang yang sedang sibuk senam ini.Bahkan,ada yang menjual senjata kepada beberapa orang diantara 94 orang itu-untuk saling menyerang antar sesama-untuk menguij kekuatan senjata mereka.Tetapi,entah bagaimana,senjata-senjata itu pada gilirannya sampai kepada para Zapatista…………yang memakainya untuk menciptakan letusan yang mengagetkan keenam orang tersebut.Letusan itu,ternyata merupakan bagian dari nyanyian yang kemudian mulai dinyanyikan oleh orang-orang lain yang terpesona olehnya.

(Diadaptasi dari “Globalization from Above and from Below: a Dialectical Process” karya Gerrit Huizer)

Tentara Pembebasan Nasional Zapatista (EZLN/Ejercito Zapatista de Liberacion Nacional) memulai aksinya beberapa menit sesudah tahun baru 1 Januari 1994.Mereka keluar dari hutan raya Lacandon lalu menduduki Kota San Cristobal de Las Casas,dan juga kota-kota Ocosingo,Menyerang kantor-kantor tentara yan semuanya berada di provinsi Chiapas,Meksiko tenggara.Mereka bukan tentara biasa,mereka tentara pemberontak ! ratusan petani bersenjata dan memakai topeng ski hitam (balaclava).Menduduki posisi strategis Chiapas secepat kilat.

“masalah perang bukanlah masalah siapa yang mempunyai senjata lebih banyak,peluru lebih banyak,dan orang lebih banyak,melainkan siapa yang benar!” demikian kalimat yang sering diutarakan juru bicara EZLN,Subcomandante Marcos.

Tetapi,kebenaran apakah yang mereka perjuangkan? Suara pertama Zapatista adalah :
“Kami adalah pewaris dari para pendiri bangsa.kami adalah jutaan orang yang kehiangan harta,dan kami menghimbau semua saudara laki dan perempuan bergabung bersama dalam panggilan mulia ni,satu-satunya cara mencegah kelaparan karena keserakahan tanpa akhir dari kediktatoran yang bercokol lebih dari 70 tahun,dibawah kepemimpinan sekelompok pengkhianat yang mengabdi pada kaum konservatif yang telah menjual bangsa.pada deklarasi dari rimba Lacondon ini,kami nyatakan YA BASTA!! (cukup sudah)!!....”

Satu hal yang bisa ditangkap dari pernyataan diatas,pertama-tama,kita tidak menemukan kalimat kalimat pendahuluan dengan rujukan ideologis manapun,seperti mengutip Marx,Lenin,Bakunin,maupun Che; Kedua,Zapatista memayungi pemberontakannya sebagai pemberontakan konstitusional.Mereka mengutip UUD Meksiko pasal 39 yang berbunyi “Rakyat mempunyai hak,hak yang tak dapat dihilangkan,kapan pun untk mengubah atau memperbaiki bentuk pemerintahannya” ketiga,Itu adalah deklarasi perang,bukan melawan pemerintahan,tetapi hanya melawan segelintir korporat dan pemimpin eksekutif.lalu memohon pada bahan legislatif dan yudikatif untuk menggunakan wewenang konstitusionalnya,melucuti presiden Meksiko saat itu,Carlos Salinas,dan menggantinya dengan pemerintahan yang demokratis,desentralistis,dan mengangkat harkat martabat para indigenous people (penduduk asli Meksiko,orang Indian).

Mereka mengambil timing 1 januari 1994 sesuai dengan tanggal berlakunya NAFTA (North American Free Trade Agreement) yang pada 1992 ditandatangani oleh Presiden Amerika,George Bush Sr,Perdana Menteri Kanada Brian M.,dan presiden Meksiko Carlos Salinas De Gortari. NAFTA kurang lebih menekankan pada eksploitasi segala sumber daya alam meksiko dengan dibebaskannya segala peraturan perbatasan untuk perdagangan.Korporasi yang mendapat keuntungan hanya memberikan upah kecil kepada penduduk di tempat sumber daya.NAFTA dipandang Zapatista sebagai sabda kematian pemerintah meksiko tanpa harus menggunakan senjata.Mereka menganggap kebijakan berat sebelah itu akan membunuhi rakyat. Meksiko secara perlahan-lahan.

Zapatista semata-mata memperjuangkan hak-hak rakyat Meksiko terhadap segala sumber daya alamnya.Basis di Chiapas adalah pilihan yang cocok.karena,Chiapas,walaupun memiliki kekayaan alam berlimpah,menjadi provinsi yang paling miskin di Meksiko.setelah diduduki,Mereka pun menerapkan hukum Zapatista di Chiapas.dimana hukum itu menekankan pada keadilan jual beli,penjaminan hak-hak perempuan,dan pendidikan wajib untuk anak-anak..

Pemerintah Meksiko tentu tidak tinggal diam.Dalam satu serangan balik,pasukan Zapatista berhasil dipukul mundur.Lalu bertahan kepayahan di rimba raya Lacandon.Disinilah pasukan Zapatista mulai menunjukkan ciri mereka yang paling khas.Mereka,diwakili sang juru bicara Subcomandante Marcos (belakangan diangkat jadi komandan penuh) yang memakai nama samaran Delegate Zero,mulai mengeluarkan komunike-komunike (semacam prosa harian menjelaskan tentang perkembangan perjuangan,tujuan mereka,dll) yang rata-rata diterbitkan di surat kabar setempat.Tak lama kemudian,komunike yang Subcomandante Marcos tulis secara regular,mencapai luar negeri.disinilah basis dukungan untuk mereka mulai mewabah ke seluruh dunia.

Langkah ini dipandang brilian.mengukir militansi tanpa senjata konvensional (yang sudah pasti kalah jumlah dengan pemerintah) melainkan dengan prosa-prosa tentang gerakan mereka yang humoris,energik,inspiratif,dan imajinatif.Hal ini dijelaskan oleh Subcomandante Marcos; “Seorang prajurit adalah seorang absurd yang harus menggunakan senjata untuk meyakinkan orang lain;dan dalam arti itu gerakan ini tak punya masa depan jika masa depannya adalah militer”.Ini membuat Zapatista begitu menarik perhatian para ahi,bukan hanya karena metode uniknya,melainkan juga karena keahlian sastrawi pemimpin-pemimpinnya yang amat diatas rata-rata.

Tulisan-tulisan itu bisa bermacam-macam,terkadang kritik pedas yang penuh humor sinis,cacian,provokasi yang membara.namun,bisa juga renungan spiritual,puisi romantik,dongeng tua meksiko,bahkan bisa berwujud sebagai cerita khayalan liar sang komandan belaka.Khayalan yang paling sering diperbincangkan adalah epos mengenai Don Durito,kumbang galak yang gemar merokok pipa sembari mengkritik neoliberalisme (menganggapnya sebagai ideologi bom waktu.Analisa yang tepat melihat kondisi krisis global saat ini).Support yang dihasilkan berkat komunike-komunike ini luar biasa.Banyak kalangan kemudian memberikan dukungan moral.Band-band politikal seperti Rage Against The Machine,Rise Against,Brujeria,dan Anti-Flag sering membuat konser amal untuk kemudian disumbangkan kepada pergerakan,atau sekedar memberikan dukungan moral melalui lirik-lirik lagunya.

Zaman internet pun datang,Zapatista semakin memperkuat aikonisasinya dengan merilis situs-situs Zapatista dan segala hal tentang kampanye melawan neoliberalisme.Pada tahun 1999 mereka membuat petisi di 32 negara,termasuk Indonesia,menanyakan perihal kampanye anti-neoliberalisme mereka dan apakah pergerakan ke depan perlu dilanjutkan.Jutaan orang di Meksiko dan ratusan ribu aktivis di seluruh dunia memberikan dukungan mereka kepada Zapatista.Aktivis-aktivis di Indonesia yang menandatangani petisi ini antara lain Alm. Munir dan Teten Masduki.

Kini,15 tahun setelah deklarasi Lacandon.Zapatista masih menempati pos terpencilnya di rimba raya pegunungan.Masih bergulat nyawa sepanjang hari ditengah bidikan para penembak jitu tentara federal,dibawah bidikan laras-laras meriam aneka bentuk yang diimpor pemerintah Meksiko dari negara kerabatnya.Tetapi,semangat itu terlihat masih ada.Komunike-komunike terus dikirim ke dunia luar dari sunyinya pegunungan hutan hujan.Mengabarkan semua hal yang berabad-abad mereka dambakan.Perjuangan terlihat tak ada ujungnya.

Mungkin suatu hari pun komunike akan berhenti sama sekali.Tak ada lagi Don Durito dan segala kritik-kritiknya dan segala Kalimat-kalimat provokatif menggelora.Saat segala mesin perang yang mengepung hutan Lacandon berhasil melumpuhkan satu demi satu pekik perlawanan.Berhasil menuntaskan dominasi.Sekedar mengulangi repetisi standar sejak berabad-abad yang lalu.Kita tidak tahu itu.

Mungkin juga Zapatista bukan Cuma nama yang hanya terkait dengan rimba raya Lacandon.Bukan Cuma sekedar goresan pena pada setiap komunikenya,bukan Cuma setiap peluru untuk melumpuhkan kepungan mesin perang.Bisa jadi itu adalah hasrat,hasrat yang kian menular dewasa ini.Bisa jadi hasrat itu juga kita miliki.Setiap hari kita tekuni,renungi,dan ahirnya kita yakini.Kita tidak tahu itu.Suatu hari mungkin kita bangun,duduk di sofa empuk sambil menghirup aroma kopi yang telah tersaji,dan melihat berita yang sama.Sama dengan berita di TV 15 tahun yang lalu.Apa yang terjadi di Lacandon,mungkin terjadi lagi di kampung halaman kita sendiri.Mungkin di desa-desa terpencil yang selama ini hanya menjadi tujuan pelesir tuan-tuan saudagar? Tujuan pelesir kita? Selama ini kita konsumsi hasil alamnya? tanpa tahu derita warganya,yang lama lama berubah jadi hasrat angkat senjata?.Sekali lagi Saya tidak tahu.Tapi,mungkin cuma soal waktu.

NB :Info lebih lanjut mengenai Gerakan Pembebasan Nasional Zapatista dapat dilihat pada http://www.ezln.net. Atau mengenai kumpulan komunike-komunike Zapatista bisa dibaca pada buku “Bayang Tak Berwajah –Dokumen Perlawanan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista 1994-2002” terbitan Insist Press Yogyakarta.
Lawan!


Salut,
MIRZA FAHMI sedang menyusun dokumen juga,tapi mengenai aksi bolos-bolos era SMP.






[+/-] Baca selengkapnya...